agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Bercinta Dengan Adik Kelas
Bercinta Dengan Adik Kelas

Bercinta Dengan Adik Kelas

CERITA DEWASAKU – Tumben banget bel pulang sekolah bunyi gak ngaret kayak biasanya. Suasana pulang yang ricuh tiba-tiba menghening. Ternyata ada si Lina, anak kelas 1 yang tersohor dengan muka yang cakep banget di tambah body sexy yang terbalut seragam super minim itu sedang lewat. Namun suasana bisu itu tiba-tiba memecah lamunku karena langkah sexsy si primadona berparkir di depan tongkrongku yang sedang BT hari itu. Saat itu angin kencang sedang hilir mudik dan tanpa sengaja menyibak rok Lina, sepintas warna pink dalam rok Lina terlihat oleh ku yang memang sedang nongkrong di depan Lina.
“Woi sadar donk!” teriak kecil Lina yang membuyarkan tanyaku tentang warna pink tersebut.

“CD aku tadi keliatan ya?” ceplos Lina yang membuat muka ku memerah.
Tanpa sempat memberiku kesempatan berkomentar, Lina menarik lenganku menuju tempat parkiran. Lina adalah junior ku di seni, dan hubungan kita memang sangat lengket, namun Lina menganggapku hanya sebagai kakak saja.

“Kak, anterin aku pulang donk?” pinta Lina
“Lho, emang supir kamu mana?” tanyaku kepada gadis kaya yang pulang pergi di anterin supirnya ini.
“Supirku lagi nyupirin bonyok, dan di rumah nggak ada orang karena lagi beresin perabotan di rumah baruku.”
Tanpa banyak tanya lagi, dengan ramah aku memberikan tumpangan. Namun sekarang aku agak horny, karena saat di boncengi Lina menempelkan badannya ke punggungku dan tangannya memelukku dengan erat. Tidak seperti biasanya jalan Khairil Anwar agak lenggang dan membuat motorku dapat melaju kencang dan sampai dengan cepat di istana Lina.

“Kak, jangan pulang dulu yach. Temenin aku dulu dong sebentar, iseng nich sendirian di rumah.” Tawar tuan rumah.
Setelah berganti baju, Lina langsung menyodoriku minuman kaleng dan beberapa film American Pie yang sudah di putari di kamarnya. Kamar Lina begitu luas dan cantik dengan berbagai ornamen pink dan putih khas perempuan. Setanpa dugaanku, Lina mengganti pakaiannya dengan tanktop putih transparan yang menempel erat ditubuhnya sehingga membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Tanktop mini itu di padukan dengan rok mini putih yang serasi dengan tanktopnya.

Lina dan aku duduk berdampingan di kasurnya yang mengarah ke TV. Lina duduk dengan memeluk erat tangan ku dan menyenderkan kepalanya ke pundakku. Posisi duduk kami benar-benar membuatku horny, apalagi aku merasakan sebuah tonjolan kecil yang menempel di lenganku dalam pelukan Lina. Dan aku sangat menikmati keempukan dada Lina yang menghimpit lenganku. Entah sengaja atau tidak, selain Lina memeluk lenganku, Lina juga menempatkan telapak tangan ku pada roknya tepat di atas vaginanya.

Pada saat pemain film American Pie meragakan hubungan sex, nafas Lina menjadi terengah-terengah dan seperti memburu sesuatu. Tak lama berselang aku merasakan suatu getaran dari penisku dan terasa penisku sedang ereksi. Ternyata pada saat itu Lina sedang meremas-remas penisku dari luar. Aku terus mendesah tanpa berusaha menepikan tangan mungil Lina dari penisku. Dan aku semakin mendesah dan menggeliat tatkala Lina memasukkan tangannya ke celanaku dah terus meremas penisku.

Di tengah nikmatku, tangan Lina yang satunya lagi membimbing tanganku untuk masuk ke roknya dan menempatkannya tepat di vaginanya. Dengan tidak mau kalah, aku meremas-remas vaginanya juga. Dan betapa menggelinjangnya Lina saat jariku kumasukkan ke lubang vaginanya yang membuat vaginanya membasah.
Kegiatan saling meremas ini berlangsung selama 10 menit sampai akhirnya Lina melepaskan genggamannya dari penisku dan mengeluarkan tanganku dari roknya. Aku sangat menikmati 10 menit indah itu, dan ingin rasanya mengulanginya lagi.
“Kak Lina haus nich, boleh pinjam sedotannya gak?” lirih Lina memecah lamunku.

Baca Juga : Kenikmatan Bercinta Dengan Ashanty

“He…eh…” sahutku yang masih bingung
Aku bingung karena Lina tidak menyertakan sedotan di minumanku, tapi kenapa ia justru meminjam sedotan dariku. Yang lebih membuatku bingung, setelah aku iyakan, wajah Lina berubah menunjukan senyum yang penuh arti.
Tanpa ada ucapan lagi, tiba-tiba Lina bangkit dari duduknya dan langsung jongkok di depanku
“Heh kamu mau ngapain?” sahutku masih dalam bingung.
“Udah deh, pokoknya kakak bakal keenakan dech…” sahutnya dengan ceplos

Tanpa menunggu komentar dariku lagi, Lina dengan sigap langsung membuka sabuk dan seletingku dan menarik celanaku dengan cepat. Karena kebiasaan ku yang tidak pernah memakai CD dari kecil, penisku langsung menyumbul keluar saat celanaku di peloroti.
Tidak sampai menunggu lama. Tangan Lina langsung meregangkan pahaku, yang membuat selangkanganku terbuka lebar.

Dengan nafas yang terengah-engah dan nafsu yang membara, tangan Lina langsung meraih penisku. Penisku semakin mengeras seirama dengan pijatan dan tarikan yang semakin keras dan cepat yang dilakukan Lina. Tidak hanya saja di pijat, tangan Lina dengan terampil mengocok penisku. Penisku di kocok dengan sangat cepat sampai aku merasa mengejang dan terengah-engah. Sebelum mani ku menyemprot keluar, aku menghentikan gerakan lincah tangan Lina. Lina pun langsung menghentikan tangannya, karena ia tahu kalau mani sudah keluar maka penis akan menyusut dan ia tidak bisa meneruskan permainannya.

Bercinta Dengan Adik Kelas

Setelah selang 1 menit, Lina kembali mengawali permainannya lagi. Kali ini ia mengulum penisku. Ia kocok penisku dengan mulutnya. Bahkan biji penisku pun ia lahap habis.
Karena sedotannya yang kencang di tambah mulutnya yang terus maju mundur, membuat pertahananku goyah. Karena sudah tidak kuat lagi menahan mani yang ingin mendesak keluar dari penisku, maka aku langsung mengeluarkannya. Aku tidak sadar bahwa saat aku menyemprotkan mani, penisku masih di dalam mulut Lina. Al hasil, kini mulut mungil Lina penuh dengan maniku yang sekarang mengalir deras keluar dari mulutnya.

“Lina maaf ya, saya ngeluarinnya gak bilang-bilang.”
“Iya nih kak. Lain kali kalo mau ngeluarin maninya, bilang dulu yah. Asin tau mani nya kakak.” Keluh Lina yang keasinan karena tanpa sengaja menelan maniku.
“Iya deh…., Lina kakak haus nih.” Ucap ku kehausan karena kewalahan oleh permainan Lina.

Ada saja ulah nya Lina. Melihat ku kehausan, ia bukannya mengambilkan minuman, malah menyuruhku menghisap putingnya.
Tindakan kami hanya segitu saja. Karena ternyata Lina masih perawan dan baru melakukannya dengan saya. Namun setiap salah satu rumah kami kosong, kami melakukan oral sex tersebut lagi. Bahkan, apabila setiap habis latihan seni. Kami melakukannya di kelas yang kosong, atau di kamar mandi sekolah

Komentar Anda

comments