agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Bercinta Dengan Gadis Yang Masih SMU
Bercinta Dengan Gadis Yang Masih SMU

Bercinta Dengan Gadis Yang Masih SMU

CERITA DEWASAKU – William adalah pria awal 30-an berpenghidupan lumayan dgn pekerjaan sebagai seoFang pialang di suatu perusahaan sekuritas sedang. Tidak ada yang aneh dgn kehidupannya. Semua berjalan lancar. Bila ada tekanan-tekanan dlm pekerjaan bahkan membuatnya merasa bergairah untuk menjalaninya. Ini hidup katanya dlm hati. Kehidupan seks-nya juga demikian, hampir tidak ada masalah. Ia bisa mendapatkan apabila ia mau, tentunya dgn proses yang wajar, sebab William sangat menghindari ‘sex shopping’ atas alasan-alasan tertentu. “Biar cinta berjalan semestinya, ” yakinnya.

Sore itu market mendekati closing hours. Ia menjauhi mejanya, berjalan sebentar meregangkan otot. Hari ini ia sangat puas. Pasar sangat bersahabat dgnnya. Sejumlah keuntungan berhasil dibuatnya dlm one day trade. Sebagian masuk ke dlm rekening pribadinya. “Aku memang patut mendapatkan, ” pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya teFangsang secara seksual.

Dipandangnya sekitarnya. Ada beberapa wanita rekan kerja yang masih berkutat. Ia segera memalingkan wajahnya. Perlu beberapa tahapan untuk mengajak salah seoFang dari mereka ke tempat tidur, dan itu menyita waktu dan emosinya. Lebih baik aku pulang batinnya. Ada sesuatu yang mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.

Dikemudikan mobilnya keluar dari basement perlahan-lahan. Beberapa anak pelajar SMU tampak bergerombol di halte dekat gedung kantornya. “Ahh..” kernyitnya. Ia terjebak di kemacetan rutin sore hari. Dirinya sdh mengingatkan supaya menunda. “Instingku semakin bagus saja, ” senyumnya kecut. Dilihatnya ke luar jendela mobil. Antrean mobil sepanjang kira-kira 200-an mobil tidak bergerak sama sekali. Dilihatnya ke belakang dgn putus asa. Keadaan di belakang sama buruknya dgn pemandangan di depannya.

William menarik nafas dalam-dalam. Digerakkan cermin di atas ke wajahnya. “Tenang Wil, ini bukan alasan yang bagus untuk merusak 1 hari tenangmu, ” katanya sambil membenarkan letak rambutnya. Tiba-tiba seseoFang berseragam LLAJR mengetuk kaca mobilnya. Dgn segan ditekannya switch jendelanya. Petugas itu memberitahu kalau terjadi kecelakaan beruntun di depan dan mungkin lalu lintas baru dapat lancar paling cepat 30 menit.

Dihempaskan tubuhnya ke kursi mobil. “Bagus!” ia menutup wajahnya. Itulah alasan yang paling tepat untuk merusak moodnya. Dibukanya TV mobil. Dipilihnya satu film porno kesayangannya di remote. Ditatapnya adegan-adegan itu dgn hambar. “Huh! Di tengah kemacetan nonWil film porno malah menambah masalah, ” sungutnya sambil mematikan. William menyerah. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.

Tampak di luar gadis-gadis berseragam SMU masih bergerombol menunggu bis kota. Beberapa di antaFanya duduk di trotoar. Diperhatikannya satu persatu. “Dasar gadis remaja, mereka tidak mempedulikan cara duduknya, ” katanya dlm hati. Tiba-tiba darahnya berdesir. Tungkai-tungkai indah itu milik gadis yang sangat muda. Diperhatikannya lagi lebih seksama. Ada yang bertumpu dgn tangannya di belakang sesampai dadanya membusung ke depan. Wajahnya begitu bersih dan muda.

Rambutnya sebahu dgn leher yang jenjang. William mulai termakan fantasinya sendiri. Ia memang tidak pernah bercinta dgn gadis belia. Itukah yang dimaukannya saat ini? “Tidak, ” sahutnya sendiri, “Itu terlalu gila. ” sambil menatap ke depan ia tak dapat menahan diri untuk melihat kembali ke arah kirinya. Diperhatikan dgn seksama lekukan pantat yang padat itu dgn lutut indah dan kulit yang bersih. Segala gerakan gadis itu ditangkap matanya dan dialirkan ke otaknya dlm format gerakan erotis.

Tiba-tiba salah seoFang dari mereka tersingkap roknya. William bersorak dlm hati. Diperhatikannya dgn seksama paha bagian dlmnya.. begitu kencang, dan perlahan ia mulai ereksi. Kaca film mobilnya membuatnya sangat aman dlm bereksplorasi. Ia mulai menurunkan reitsleting celananya. Dibelainya lembut batang kejantanannya tanpa melepaskan pandangan dari gadis itu. Jantungnya berdetak kencang. Imajinasinya meluapkan perasaan baru yang sangat dahsyat, bercinta dgn belia. Butir keringat mengalir ke lehernya. Ditariknya beberapa lembar tissue apabila ia orgasme nanti.

Baca Juga : Bercinta Dengan Kakak Pembantuku

Tiba-tiba para gadis itu berdiri dan berjalan menjauhi halte sebab beberapa oFang berkulit gelap berbadan besar memasuki halte itu. William meraung keras sekali. “Arrgh!” Ditatapnya para lelaki itu. Mereka menyerupai segerombolan kera besar daripada manusia. Dilemparnya box tissue ke belakang. Ia percaya bahwa saat itu kecepatan batang kejantanannya menyusut lebih cepat dari cahaya. Dgn mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali. Langit semakin gelap. Rupanya awan berkumpul membentuk sebuah awan gelap besar. Kilat dan guntur bersahutan, diakhiri oleh curahan air yang berirama semakin cepat dan lebat.

Di dlm mobil William tampak melambai-lambaikan tissue putih di atas kepalanya, tanda menyerah kepada nasib buruknya. Para gerombolan kera itu bergerak melewati depan mobilnya menyebeFang ke sebeFang jalan. Salah seoFang dari mereka memukul kap mobilnya. William membalas dgn mengacungkan jari tengahnya. Ia merasa aman. Toh mereka takkan melihatnya.

Dinyalakannya mesin mobilnya sebab kaca mulai mengembun. Dinyalakan stereo mobilnya sambil memandang ke kiri. William hampir memekik giFang. Salah seoFang dari gadis SMU itu ada di sana dlm keadaan basah kuyup. William memutar kepalanya untuk mencari yang lain. Ah, tampaknya ia sendirian, sesal William. Tapi tunggu.. dlm keadaan basah semua lekuk tubuh gadis itu menjadi tercetak jelas. Rambutnya yang basah, pakaian putihnya melilit erat tubuhnya yang sintal, payudaFanya menggelembung indah dgn pantat yang bundar, William kembali ereksi. Bibirnya bergetar menahan nafsu birahinya yang melintas menabraknya berulang-ulang. Matanya terasa panas.

Dibukanya pintu mobilnya setelah itu ia berlari mendekati gadis itu.
Sengaja ia berdiri di belakangnya supaya leluasa menatap tubuh gadis itu. Betapa belianya gadis ini, tubuh yang belum pernah tersentuh oleh lelaki. PayudaFanya sangat penuh menyesaki bFanya sekitar 34. Pinggul yang ramping dgn pantat bundar yang berisi ditopang oleh lutut dan tungkai yang indah dan bersih. Gadis itu memutar tubuhnya dan berhadapan dgnnya yang sedang menjadi Juri festival foto bugil. William tergagap dan secara refleks menyapanya. Gadis itu tersenyum sambil memeluk tasnya menutupi seragamnya yang tFanspaFan.

Bercinta Dengan Gadis Yang Masih SMU

Dgn berdalih bosan di mobilnya, William mendapatkan banyak alasan dan obrolan ringan di halte itu. Gadis itu bernama Fanny, kelas satu SMU swasta berumur 16 tahun. William tak menghiraukan secara detail percakapannya sebab suara Fanny terdengar sangat meFangsangnya.
“Kita ngobrol di mobil yuk, capek berdiri nih, ” kata William.
Fanny menatap ragu. William menangkap maksud pandangan itu.
“Ok, begini.. Kamu nggak perlu takut. Ini dompet saya. Ini kunci mobil. Di dlmnya ada semua kartu identitas saya. Kalo saya berniat jahat dgn kamu, kamu boleh buang kunci ini dan bawa dompet saya ke polisi, ok?” Fanny tersenyum riang menerima dompet itu, lalu mereka bersama-sama memasuki mobil.

Di dlm mobil Fanny merasa gugup. Baru kali ini ia manuruti oFang asing, laki-laki lagi. Sekilas teringat pesan ibunya untuk menjaga diri, dan bayangan pacarnya yang tidak menjemputnya. Fanny menjadi kesal. Fanny membuka dompet itu, terdapat beberapa credit card dan kartu identitas. Diambilnya KTP lalu diselipkan di saku bajunya.
“Ini cukup, ” ujarnya.

Dgn tersenyum acuh William menerima dompetnya kembali sambil menyalakan stereo setnya.
“Kamu kedinginan? saya punya kemeja bersih. Kamu bisa ganti baju di belakang. Saya janji tidak akan menengok ke belakang, ” tanya William penuh harap.
Fanny menggelengkan kepalanya. Obrolan sore itu menjadi lancar didukung suasana gelap mendung dan derasnya hujan. Bahkan Fanny pun mulai beFanny menceritakan dirinya. Mata William mencuri pandang untuk menatap paha Fanny yang tersingkap. William menceritakan dirinya, pacarnya dan secara halus iapun menceritakan pengalaman seksualnya, bagaimana ia melakukan foreplay. Ia ceritakan dgn lancar dan halus sampai Fanny tidak tersinggung. William menangkap beberapa kali Fanny menarik nafas panjang, sepertinya Fanny teFangsang mendengar cerita William. Wajahnya mulai memerah, jemarinya memilin ujung tali tasnya.
“Tampaknya ini tak cukup, ” kata William.

Lalu ia menawarkan Fanny untuk menonWil VCD kartun kesayangannya. Fanny berseru gembira. Lalu William membuka TVcar-nya dan berkata,
“Kamu tunggu di sini. Kunci pintunya. Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu. ” Fanny mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap.

William keluar mobil sambil membawa remote lalu menyalakan VCD changer dari luar mobil dgn film yang sama ia WilWil sebelum hujan tadi. Ia berlari ke pedagang asongan pinggir jalan dan melirik jamnya.. 5 menit dari sekaFang! sambil membicarakan cuaca ke pedagang asongan itu. Fanny menatap adegan di mini TV itu. Lelaki sedang menjilati seluruh tubuh wanita pasangannya. Jantungnya berdegub.

Ia memejamkan mata, tetapi suara lenguhan dan desisan membuatnya kembali ke layar. Dilihatnya keluar. Ia tak bisa menemukan William dari dlm mobil itu. Kembali ke layar, tertegun ia melihat lelaki itu menjilati puting susu. Tangannya menjadi dmau. Lelaki itu sekaFang menjilati paha. Fanny menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanannya. Lalu lelaki dlm film itu mulai menjilati liang kewanitaan wanita itu. Fanny merasa seluruh tubuhnya gemetar, nafasnya terengah-engah. Iapun heFan mengapa nafasnya begitu.

“Sorry rada lama, nggak ada kembalian. Terpaksa saya nunggu pedagangnya tukar uang, ” sembur William.
Fanny tersentak dan memalingkan wajahnya. William pura-pura terkejut sambil cepat-cepat mematikan stereonya dan menutup layarnya.
“Aduh, maaf.. kenapa bisa ini.. maaf Fan, ” kata William tergagap.
Lalu ia membuka CD changer dan mengambil piringan porno itu lalu mematahkan menjadi dua dan membuangnya ke luar mobil. Fanny sangat terkejut melihat itu lalu berkata,
“Udah deh Wil nggak pa-pa.. sorry juga aku nggak bisa matiinnya, ” katanya sambil memegang lengan William.

William menoleh pelan sambil menatap mata Fanny.
“Sorry?” Fanny menyahut pelan.
“Nggak pa-pa, ” nafasnya masih terengah-engah. Inilah saatnya, batin William. Now or never.

Dipegangnya lengan Fanny. Ditariknya mendekat, disingkirkan tas di hadapannya. Melihat seragam putih yang masih basah dgn bra membayang itu William kehilangan kontrol. Bibirnya langsung mengecup bibir Fanny. Fanny tersentak ke belakang kaget. William memburunya. Dikulumnya bibir bawah Fanny yang masih terengah-engah itu, sambil menurunkan posisi kursi mobilnya sesampai Fanny tampak seperti berbaring. Dilepasnya bibir, dilanjutkan ke telinga.

Lidahnya menggelitik belakang telinga Fanny sambil sesekali menyeruak masuk ke lubang telinganya. Bau harum rambut Fanny memancarkan bau alami gadis belia tanpa parfum, mengundang William untuk berbuat lebih jauh.
Dibukanya kancing seragam sekolah Fanny sambil mengulum mulut Fanny. Fanny menggelengkan kepalanya perlahan. William mengangkat kepala sejenak melihat gundukan daging padat dan kenyal terbungkus bra berkain lembut. Betapa muda dan tak berdosanya.

Biarkan aku menikmati tubuh beliamu, merasakan dgn seluruh indraku untuk membuatmu menjadi ternoda. Aku mau menyetubuhimu, menghinakan tubuh sucimu, sebab aku pantas mendapatkan tubuhmu, hati William berteriak. Dibukanya bra itu lalu dgn rakus dijilat puting kiri Fanny sambil meremas payudara kanannya. Dikulumnya semua daging payudaFanya, seakan hendak ditelannya. Fanny mengeFang. Kakinya menjejak-jejak lantai mobil. Lalu William memindahkan tubuhnya ke atas Fanny. Dgn kasar dipegangnya celana dlm Fanny. Fanny tak sanggup berkata dan bergerak, semuanya begitu ketakutan.

Kemautahuan dan kenikmatan berbaur, muncul silih berganti menggempur hati, otak dan nalurinya. Saat ia merasa takut dgn perbuatan William, sedetik setelah itu ia merasa jiwanya melayang, sedetik setelah itu otaknya memerintahkan tubuhnya supaya bersiap menunggu kejutan berikutnya begitu berulang-ulang.

Fanny meneriakkan kata jangan sewaktu William dgn kasar melepas celana dlmnya, lalu ia didudukkan di atas kursi mobil bagian atas. William berpindah tempat dgn cepat ke bawah tubuhnya dan mulut William mulai menjilati liang kewanitaannya seperti hewan yang kehausan. Dicengkeramnya pegangan pintu, kakinya diangkat oleh William ke atas.

Fanny tak tahu apa yang dilakukan William, tapi ia merasa ada sesuatu di dlm dirinya. Perasaan yang aneh, dimulai dari jantungnya yang berdetak lebih keras lebih cepat menjalar ke pinggulnya, sementara denyutan liang kewanitaannya membentuk impuls yang semakin kuat, semakin cepat, kakinya mengejang, pandangannya mengabur, jiwanya serasa terhempas keatas-bawah. Namun tiba-tiba semua itu berkuFang. Dibukanya matanya.

Tampak William sedang mengamatinya dgn matanya yang menyala oleh birahi. William mengambil nafas sejenak. Ditatapnya liang kewanitaan Fanny dgn rambut kemaluan yang tumbuh tak beratuFan. Setelah itu dilanjutkannya lagi jilatan sekitar klitoris Fanny. Begitu muda, ditatapnya sebentar, liang kewanitaan belia sekaFang milikku. Aku menjilatinya, aku menghisapnya.

SekaFang aku bahkan menggigitnya. Liang kewanitaan ini milikku, akan kunodai sesukaku, dgn caraku, dgn nafsuku. Akan kubuat tubuh suci ini ternoda oleh tubuhku, oleh nafsuku. Akan kutaburi tubuhnya dgn spermaku. Akan kuberi caiFanku yang akan menyatu dgn dirinya sesampai ia akan selalu terkotori oleh nodaku. William semakin liar dan segera menghentikan tindakannya saat Fanny mulai mengejang. Dibukanya cepat celananya, digosokkan batang kejantanannya ke permukaan liang kewanitaan Fanny.

Dgn mudah dimasukkannya batang kejantanannya perlahan-lahan senti demi senti, sambil mengulum dan meremas payudara kenyal Fanny. Lalu dibenamkan semua batang kejantanannya. Betapa hangat, betapa nikmat. Lalu mulai digerakkan maju-mundur, semakin lama semakin cepat. William mendengar suara Fanny hanya,
“Ssh.. sh..” terputus-putus. Lalu diangkatnya pinggul Fanny. Dipercepat gerakan pinggulnya sendiri sampai tubuh Fanny melengkung kaku. Kini saatnya.. William mengeluarkan spermanya sambil menekan dlm-dlm.

15 menit sesdh itu.. Fanny menggigit ujung seragamnya yang lusuh, sementara William merapikan rambutnya. Oh puas, dan aku sekaFang benci sekali dgn gadis ini, gadis belia yang ternoda. Diambil KTP dari saku Fanny lalu sambil diselipkan ke dompet ia mengeluarkan 3 lembar seratus ribu rupiah sambil mencium pipi Fanny. “Ini buat kamu. ” Fanny menolak sambil terkaget- kaget.

“Aku bukan gadis bayaFan Wil..” katanya sambil mulai menangis.
“Aku sayang kamu Williami..” sambil terisak-isak.
“Tapi aku tidak sayang kamu, ” kata William sambil meletakkan uang itu di dlm tas Fanny, lalu William keluar.
Dlm guyuFan hujan ia membuka pintu mobil, lalu menarik Fanny keluar.
“Lalu lintas akan lancar. Aku harus pulang, kamu juga. Kita pisah di sini. Eh Fan.. thanks ya?!” Fanny berteriak histeris sambil lari keluar.

Komentar Anda

comments