agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Cerita Sek Dengan Bibiku Yang Montok
Cerita Sek Dengan Bibiku Yang Montok

Cerita Sek Dengan Bibiku Yang Montok

CERITA DEWASA – Perkenalkan namaku Adon, umurku 24 tahun, tinggi badanku 172 cm, serta berat tubuhku 65 kg. Panggilan akrabku pada tanteku yaitu “ Bibi “. Saat itu Kulihat bibi tidur tak berselimut, di rumah Bibi nyaris tiap-tiap kamar ada Acnya. Saat itu saya lihat AC dikamar bibi temperaturnya di atur dengan suhu 21c. Bibi tertidur dengan posisi terlentang serta bibi cuma menggunakan pakaian daster biru yang berbahan agak tidak tebal. Saat itu Dasternya tampak terangkat hingga diatas perut, hingga tampak CD sexynya yang dipakainya berwarna putih memiliki bahan tidak tebal, hingga tampak belahan kemaluan bibi yang ditutupi oleh rambut hitam halus kecoklat-coklatan.

Sebut saja Tanteku ini bernama Mely (nama samaran), Bibi memiliki Buah dada yang tidaklah terlalu besar, meskipun tak terlau besar payudara Bibi termasuk montok, saya lihat payudaranya agak samar-samar dibalik dasternya yang tidak tebal itu, naik turun secara teratur. Meskipun dalam posisi telentang, namun buah dada bibi tampak mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil.

Lihat panorama yang menggairahkan itu saya betul-betul terangsang hebat. Dengan cepat kemaluanku segera bereaksi jadi keras serta berdiri dengan gagahnya, siap tempur.
Perlahan kuberjongkok di samping tempat tidur serta tanganku dengan cara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan bibi yang mungil itu yang masihlah ditutupi dengan CD. Perlahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibi serta sisi paha atasnya yang betul-betul licin putih mulus serta begitu merangsang. Tampak bibi agak bergeliat serta mulutnya agak tersenyum, mungkin saja bibi tengah mimpi, tengah becinta dengan paman.

Saya lakukan kegiatanku dengan hati-hati takut bibi terbangun. Perlahan kulihat sisi CD bibi yang menutupi kemaluannya mulai tampak basah, rupanya bibi telah mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar nada mendesis perlahan-lahan serta tubuhnya menggeliat-geliat perlahan. Saya semakin tersangsang lihat panorama itu. Cepat-cepat kubuka semuanya pakaian serta CD-ku, hingga saat ini saya bertelanjang bulat. Penisku yang 18 cm itu sudah berdiri kencang menganguk-angguk mencari mangsa. Serta saya membelai-belai buah dadanya, dia tetap masih tertidur saja. Saya tahu kalau puting serta klitoris bibiku tempat paling sukai dicumbui, saya tahu hal itu dari film-film bibiku.

Lantas tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Lalu perlahan saya menggunting CD mini bibi dengan gunting yang ada di segi tempat tidur bibi. Saat ini kemaluan bibi terpampang dengan terang tidak ada penutup lagi. Perlahan ke-2 kaki bibi kutarik melebar, hingga ke-2 pahanya terpentang. Dengan hati-hati saya naik ke atas tempat tidur serta bercongkok diatas bibi. Ke-2 lututku melebar di samping pinggul bibi serta kuatur sedemikian rupa agar tak menyentuh pinggul bibi.

Tangan kananku menghimpit pada kasur tempat tidur, pas di samping tangan bibi, hingga saat ini saya ada dalam posisi 1/2 merangkak diatas bibi. Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bibi yang sudah basah itu. Kepala penisku yang besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan bibi. Terdengar nada erangan perlahan-lahan dari mulut bibi serta tubuhnya agak mengeliat, namun matanya tetaplah tertutup.

Pada akhirnya kutekan perlahan kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan bibi. Saat ini kepala kemaluanku terjepit diantara bibir kemaluan bibi. Dari mulut bibi tetaplah terdengar nada mendesis perlahan-lahan, walau demikian tubuhnya terlihat mulai gelisah. Saya tidak ingin mengambil kemungkinan, sebelumnya bibi sadar, saya harusnya menaklukan kemaluan bibi dengan meletakkan posisi penisku didalam lubang vagina bibi. Karenanya selekasnya kupastikan letak penisku supaya tegak lurus pada kemaluan bibi. Dengan pertolongan tangan kiriku yang selalu menuntun penisku, kutekan perlahan namun tentu pinggulku ke bawah, hingga kepala penisku mulai menerobos kedalam lubang kemaluan bibi.

Terlihat sesaat ke-2 paha bibi bergerak melebar, seolah-olah menyimpan tekanan penisku kedalam lubang kemaluanku. Tubuhnya mendadak bergetar menggeliat serta ke-2 matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang tengah bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seolah-olah siap untuk berteriak. Dengan cepat tangan kiriku yang tengah memegang penisku kulepaskan serta cepat-cepat kudekap mulut bibi supaya janganlah berteriak.

Lantaran gerakanku yang mendadak itu, posisi berat tubuhku tidak bisa kujaga lagi, mengakibatkan semua berat pantatku segera menghimpit ke bawah, hingga tidak bisa dihindari lagi penisku menerobos masuk kedalam lubang kemaluan bibi dengan cepat. Tubuh bibi tersentak ke atas serta ke-2 pahanya berusaha untuk dirapatkan, sedang ke-2 tangannya automatis mendorong ke atas, menampik dadaku. Dari mulutnya keluar nada jeritan, namun tertahan oleh bekapan tangan kiriku.

” Eghhh… Ssssss… ahhhh… Uhhhhh…” desah nikmat Bibi,

Lalu tubuhnya mengeliat-geliat dengan hebat, terlihat bibi begitu kaget serta mungkin saja juga kesakitan akibat penisku yang besar menerobos masuk kedalam kemaluannya dengan mendadak. Walau bibi merontak-rontak, walau demikian sisi pinggulnya tidak bisa berubah lantaran tertekan oleh pinggulku dengan rapat. Lantaran beberapa gerakan bibi dengan ke-2 kaki bibi yang meronta-ronta itu, penisku yang sudah tenggelam didalam vagina bibi merasa dipelintir-pelintir serta seolah-olah dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina bibi. Hal semacam ini menyebabkan kesenangan yang sulit dilukiskan. Lantaran telah kepalang tanggung, jadi tangan kananku yang semula bertumpu pada tempat tidur kulepaskan. Saat ini semua tubuhku menghimpit dengan rapat ke atas tubuh bibi, kepalaku kuletakkan di samping kepala bibi sembari berbisik kekuping bibi.

” Sssssttt… Bi.., bi.. Tenang bi ini saya Adon… Ssssttt…” bisikku,

Bibi masihlah coba melepas diri, namun tak kuasa lantaran tubuhnya yang mungil itu teperangkap dibawah badanku. Sembari tetaplah mendekap mulut bibi, saya menjilat-jilat kuping bibi serta pinggulku dengan cara perlahan mulai kugerakkan naik turun secara teratur. Perlahan tubuh bibi yang semula tegang mulai melemah. Kubisikan lagi ke kuping bibi,

“ Bii…, tanganku bakal kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji janganlah berteriak yaa..? uajarku pada bibi,

Lalu berlahan-lahan tangankupun mulai kulepaskan dari mulut bibi. Lalu Bibi berkata,

“ Don.., apa yang kau perbuat ini..? Anda sudah memperkosa Bibi..! ” tutur Bibi padaku,

Akupun tak menjawab diam saja, tak menjawab apa-apa, cuma gerakan pinggulku semakin kupercepat serta tanganku mulai memijit-mijit buah dada bibi, terlebih di bagian putingnya yang sangatlah mengeras. Rupanya walau muka bibi masihlah tunjukkan perasaan geram, walau demikian reaksi tubuhnya tidak bisa sembunyikan perasaannya yang telah mulai terangsang itu. Lihat kondisi bibi ini, tempo permainanku kutingkatkan lagi.

“ Ooohh.., Usshh… ahhhh… ssss…ahhh… enak Don … Ssss… ahhhh… ” desah dari mulut bibipun terdengar,

Dengan masihlah meneruskan gerakan pinggulku, perlahan ke-2 tanganku bertumpu pada tempat tidur, hingga saya saat ini dalam posisi 1/2 bangun, seperti orang yang tengah lakukan push-up. Dalam posisi ini, penisku menghujam kemaluan bibi dengan bebas, lakukan serangan-serangan segera kedalam lubang kemaluan bibi. Kepalaku pas ada diatas kepala bibi yang tergolek diatas kasur. Ke-2 mataku memandang ke bawah kedalam mata bibi yang tengah meram melek dengan sayu.

Dari mulutnya tetaplah terdengar nada mendesis-desis. Selang sesaat sesudah terasa tentu kalau bibi sudah bisa kutaklukan, saya berhenti dengan kegiatanku. Sesudah mencabut penisku dari dalam kemaluan bibi, saya berbaring 1/2 tidur di samping bibi. Samping tanganku mengelus-elus buah dada bibi terlebih di bagian putingnya,

“ Eghhhh… Ssss… Ahhh… Don… mengapa anda kerjakan ini pada bibimu ini Don..! ” desah diiringi ucapnya padaku,

Sebelumnya menjawab saya menarik tubuh bibi menghadapku serta memeluk tubuh mungilnya dengan hati-hati, namun lengket ketat ke tubuh. Bibirku mencari bibinya, serta dengan gemas kulumat habis. Awalilah saat ini bibi menyongsong ciumanku serta lidahnya turut aktif menyongsong lidahku yang menari-nari di mulutnya. Selang sesaat kuhentikan ciumanku itu. Sembari melihat segera kedalam ke-2 matanya dengan mesra,

Baca Juga : Berselingkuh Dengan Istri Karyawanku

“ Bii.. sesungguhnya saya begitu sayang sekali sama Bibi, Bibi begitu cantik lagi ayu..! ”
Ucapku sedikit memujinya,

Sambil berkata itu kuciumi bibirnya selintas serta meneruskan perkataanku,

“ Setiap saat lihat Bibi bermesrahan dengan Paman, saya kok terasa begitu cemburu, seolah-olah Bibi yaitu milikku, jadi Bibi janganlah geram yaa kepadaku, ini kulakukan lantaran tak dapat menahan diri menginginkan mempunyai Bibi sepenuhnya. “ ucapku pada Bibi,

Usai berkata itu saya menciumnya dengan mesra serta dengan tak terburu-buru. Ciumanku kesempatan ini begitu panjang, seolah-olah menginginkan hirup napasnya serta belahan jiwanya masuk kedalam diriku. Ini kulakukan dengan perasaan cinta kasih yang setulus-tulusnya. Rupanya bibi bisa pula rasakan perasaan sayangku kepadanya, hingga pelukan serta ciumanku itu dibalasnya dengan tak kalah mesra juga. Sebagian lama lalu saya hentikan ciumanku serta saya juga berbaring telentang di samping bibi, hingga bibi bisa lihat keseluruhnya tubuhku yang telanjang itu.

“ Wahhh.., gede banget barang anda Don..! Itu penyebabnya tadi Bibi terasa begitu penuh pada tubuh Bibi. ” tuturnya, mungkin saja punyaku semakin besar dari miliki paman,

Lantas saya mulai memeluknya kembali serta mulai menciumnya. Ciumanku dari mulai mulutnya turun ke leher serta selalu ke-2 buah dadanya yang tidaklah terlalu besar namun padat itu. Di bagian ini mulutku melumat-lumat serta mengisap-hisap ke-2 buah dadanya, terlebih pada ke-2 ujung putingnya bertukar-ganti, kiri serta kanan. Sesaat aksiku tengah berjalan, tubuh bibi menggeliat-geliat kesenangan.

Dari mulutnya terdengar nada mendesis-desis tak hentinya. Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar serta mulus. Maklum, bibi belum pernah melahirkan. Bermain-main sebentar di sini lalu turun semakin ke bawah, menuju tujuan paling utama yang terdapat pada lembah diantara ke-2 paha yang putih mulus itu. Di bagian kemaluan bibi, mulutku dengan cepat melekat ketat pada ke-2 bibir kemaluannya serta lidahku bermain-main kedalam lubang vaginanya. Mencari-cari serta pada akhirnya menyapu dan menjilat gundukan daging kecil di bagian atas lubang kemaluannya. Selekasnya merasa tubuh bibi bergetar dengan hebat serta ke-2 tangannya mencengkeram kepadaku, menghimpit ke bawah dibarengi ke-2 pahanya yang menegang dengan kuat.

“Oohh.., Don.., oohh.. eunaakk.. Don..! ” Desah nikmat panjang keluar dari mulutnya,

Sembari masihlah selalu dengan kegiatanku itu, perlahan kutempatkan posisi tubuh hingga sisi pinggulku ada sejajar dengan kepala bibi serta dengan 1/2 berjongkok.
Posisi batang kemaluanku persis ada di depan kepala bibi. Rupanya bibi maklum bakal hasratku itu, lantaran merasa batang kemaluanku dipegang oleh tangan bibi serta ditarik ke bawah. Saat ini merasa kepala penis menerobos masuk diantara daging empuk yang hangat. Saat ujung lidah bibi mulai bermain-main di sekitar kepala penisku, satu perasaan nikmat mendadak menyebar dari bawah selalu naik ke seluru tubuhku, hingga dengan tak merasa keluar erangan kesenangan dari mulutku.

Dengan posisi 69 ini kami selalu bercumbu, sama-sama hisap-mengisap, jilat-menjilat seolah-olah berlomba menginginkan memberi kenikmatan pada keduanya. Sebagian waktu lalu saya hentikan kegiatanku serta berbaring telentang di samping bibi. Lalu sembari telentang saya menarik bibi ke atasku, hingga saat ini bibi tidur tertelungkup di atasku. Tubuh bibi dengan pelan kudorong agak ke bawah serta ke-2 paha bibi kupentangkan. Ke-2 lututku serta pantatku agak kunaikkan ke atas, hingga dengan merasa penisku yang panjang serta masihlah begitu tegang itu segera terjepit diantara ke-2 bibir kemaluan bibi. Dengan satu desakan oleh tanganku pada pantat bibi serta sentakan ke atas pantatku, jadi penisku segera menerobos masuk kedalam lubang kemaluan bibi. Amblas semuanya batangku.

“ Uhhhh… Sss. Ahhhhh… Ouhhh… Aahh…! ” Desah panjang kesenangan keluar dari mulut bibi lagi,

Saya selekasnya menggoyang pinggulku dengan cepat lantaran terlihat kalau bibi telah ingin klimaks. Bibi lebih semangat juga turut menyeimbangi dengan menggoyang pantatnya serta menggeliat-geliat di atasku. Kulihat berwajah yang cantik, matanya 1/2 terpejam serta rambutnya yang panjang tergerai, tengah ke-2 buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku. Saat kulihat pada cermin besar di almari, terlihat pinggul bibi yang tengah berayun-ayun di atasku.

Batang penisku yang besar sebentar tampak sebentar hilang saat bibi bergerak naik turun di atasku. Hal semacam ini membuatku jadi semakin terangsang. Mendadak suatu hal menekan dari dalam penisku mencari jalan keluar, hal semacam ini menyebabkan satu perasaan nikmat pada semua tubuhku.
Lalu air maniku tanpa ada bisa ditahan menyemprot dengan keras kedalam lubang vagina bibi, yang ketika berbarengan juga merasa berdenyut-denyut dengan kencangnya dibarengi tubuhnya yang ada di atasku bergetar dengan hebat serta terlonjak-lonjak. Ke-2 tangannya mendekap tubuhku dengan keras. Ketika berbarengan kami berdua alami orgasme dengan dasyat. Pada akhirnya bibi tertelungkup diatas tubuhku dengan lemas sembari dari mulut bibi tampak senyuman senang.

” Don.., terima kasih ya Don. Anda sudah memberi Bibi kenikmatan sejati..! ” ucapnya Sesudah memperoleh Orgasmenya,

Lalu kami berbarengan ke kamar mandi serta sama-sama bersihkan diri keduanya.
Sesaat mandi, kami berpelukan serta berciuman dibarengi ke-2 tangan kami yang sama-sama mengelus-elus serta memijit-mijit keduanya, hingga dengan cepat nafsu kami terbangkit lagi. Dengan 1/2 membopong tubuh bibi yang mungil itu serta ke-2 tangan bibi menggelantung pada leherku, ke-2 kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku serta dengan meletakkan satu tangan pada pantat bibi serta menghimpit, penisku yang telah tegang lagi menerobos kedalam lubang kemaluan bibi.

“ Uhhhh…. Ahhhh… Sss… Ahhhh… sungguh mengagumkan … Ahhhh…! ” Desah rintihan bibi uar dari mulutnya,

Akupun menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sembari menghimpit ke atas. Dalam posisi ini, di mana berat tubuh bibi seutuhnya tertumpu pada kemaluannya yang tengah terganjel oleh penisku, jadi dengan cepat bibi meraih klimaks.

”Aaduhh.. Don.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Don..! ” dengan desah panjang dibarengi tubuhnya yang mengejang,

Pada akhirnya bibipun meraih orgasme lagi, serta selang sesaat terkulai lemas dalam gendonganku. Masihlah dengan penisku masihlah ada didalam lubang kemaluan bibi, saya selalu membopongnya. Saya membawa bibi ke tempat tidur. Dalam kondisi badan yang masihlah basah kugenjot bibi yang sudah lemas dengan begitu bernafsu,

“ Plok… Plok… Plok… Plak… Plak… Plak… Ohhhhh…. “ nada sentuhan kulitku dengan kulit bibi,

Dengan power yang penuh akupun mengenjot Penisku dengan amat cepat dalam Vagina Bibi. Pada akhirnya Selang sebagian menit Peniskupun merasa tak kuat menahan Spermaku yang kelihatannya bakal keluar, dan….

“ Crot… Crot… Crot… Crot… Ahhhhhhhhhhhh … Ohhhhhhh… “ desahku nikmatku,

Pada akhirnya kudapatkanlah Orgasmeku serta terbanjirilah Vagina Bibi oleh spermaku. Lalu Akupun menghimpit kuat-kuat pantatku Sembari kupeluk tubuh bibi erat-erat sambil rasakan Spermaku yang tumpah dengan deras kedalam lubang kemaluan bibi. Sungguh Jalinan Seks yang begitu mengagumkan yang kurasakan berbarengan Bibi.

Komentar Anda

comments