agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Karena Tuntutan Hidup
Karena Tuntutan Hidup

Karena Tuntutan Hidup

CERITA DEWASA -Lidya (nama samaran) gadis yang malang penuh dengan siksaan dan paksaan orang tua, yang akhirnya terjun kedunia hitam jadi bulan- bulanan nafsu sex para lelaki hidung belang. Lidyah tidak tahu kemana lagi mengadukan nasipnya, hanya di benaknya bagaimana bisa makan dan tidur. Tony coba-coba ingin merubah nasip menjual diri di caf?-caf? dengan. Hal ini Tony menceritakan kisahnya pada penulis. Di suatu malam yang sangat dingin, hujan grimis mengguyur tubuh penulis yang saat itu melintas di ruas Jalan Marelan tiba-tiba tidak di sengaja terlihat seorang gadis yang menggunakan gaun tembus pandang. Tubuhnya yang mungil dan cantik di terpa angin yang kencang.

Sekali-sekali dirinya menggigil menahan dinginnya cuaca malam itu. Penulis yang masih terus penasaran melihat tindakan gadis tersebut. Terlintas juga dalam benak penulis “gadis cantik seperti itu lagi ngapain di muka cafe ? sementara di dalam caf? pengunjung sepi ” inilah yang terlintas dalam benak penulis. Akhirnya penulis mencoba memberanikan diri menyapa gadis yang memakai baju warna putih tembus pandang. “HalO lagi ngapain mbak ? dia mejawab dengan Tony ” ngga ada, cuman nongkorong doang.” Selanjutnya penulis mengenalkan diri pada gadis cantik tersebut mengaku namanya “Tony”.

Kurang lebih limabelas menit dimuka caf?, penulis mengajak gadis itu kedalam caf?. Sesampainya dalam caf? penulis menanyakan “Tony minum apa ? ” dijawabnya terserah apa aja bang. Pelayan caf? juga tiba di muka kami, yang tidak kalah sexsi dan cantiknya dari Tony memakai rok mini di atas lutut. Pelayan caf? sangat Tony juga genit, sekali-sekali tangannya suka menggoda dan merabah-rabah paha pengunjung. Hujan grimis masih membasahi jalan raya, cuacapun semakin dingin, pengunjung caf? sudah kosong, tinggal kami berdua dan dua orang pelayan caf?, saat itu jam 1.30 Wibb.

Tony yang dari tadi hanya tertunduk sepertinya butuh perhatian, sekali-sekali Tony menebarkan senyum yang menggoda. Panjang lebar cerita hujanpun tidak kunjung berhenti, minuman Jus sudah habis, pemilik caf? menyhiapkan barang-barangnya untuk tutup. Tony mulai buka cerita dengan sifat yang agak malu- malu, sambil mengatakan “bang cafenya sudah maututup kita cek in yo? ” mendengar ajakan Tony penulis terdiam sejenak. Tony sepertinya tidak habis pikir, kenapa saya tidak mau menjawabnya.

Tony bertanya lagi ” bang ayo donkO! aku mau cerita lebih jauh lagi ama abang. Akhirnya aku kabulkan ajakan Tony karena penuh dengan harapan akan mendapat cerita dari Tony. Akhirnya kami bergegas mau pergi, pemilik caf? langsung menegur “abang mau pulang ? aku jawab ia tante. Nanti sakit, inikan masih hujanO! Aku jawab “kayaknya hujannya ini lama tante”. Kami pulang tante ? di jawabnya iaO! Hati- hati di jalan licin bang. Aku jawab lagi ia tante. Kami langsung menuju ke arah Simalingkar salah satu caf? and bar dekat Hotel Royal Sumatera.

Sewaktu dalam perjalanan Tony memeluk aku sangat kencang sepertinya takut kehilangan. Dalam perjalan itu aku bertanya “Tony kamu cantik, kok maunya kerjaan seperti ini ? ” Jawab Tony “bang kalau masih ada kerjaan yang lebih hina dari sini akan kurjakan walaupun itu pahit. Maksud Tony gimana ? Tony juga tidak mau kerja ini tapi orang tua Tony sendiri menghancurkan masa depan Tony. Tony tidak diterima dilingkungan keluarga lagi bang.

Kalau kuceritakan kehidupan aku mungkin satu malam ini belum selesai. Tapi itupun kalau abang mendesakku nanti ada waktunya bang, Tony akan ceritakan semuanya buat abang. Kamipun sampai dalam tujuan, aku kaget Tony rupanya sudah dikenal dicaf? tersebut. Sesampainya dicafe Tony langsung didekati seorang laki-laki separuh baya yang notabenya om-om. Yang pasti aku tidak tahu persis apa cerita orang itu, hanya melihat Tony dipeluk silaki-laki tadi dengan erat sambil mencium bibir Tony di tengah-tengah lampu yang samar-samar. Lanjut cerita gadis malang itu mulai bergegas mau pergi bersama silaki-laki yang kehausan nafsu dengan kondisi setengah mabuk.

Sebelum pergi Tony mendekatiku sambil mengatakan “bang Tony mau pergi, pokonya besok aku hubungi abang, ok bang ?” aku mengiyakannya. Tony langsung pergi menaiki mobil laki-laki itu untuk meninggalkan caf?. Akupun tidak tinggal diam untuk melacak mangsa tulisanku luput sampai disitu. Kupanggil pelayan caf? untuk membayar minuman. Tapi lain jawaban pelayan “bang minumannya sudah dibayar om tadi”.

Baca Juga : Istri Ustad Diperkosa Perampok

sebelum pergi meninggalkan caf? kuberikan tip sama pelayan caf? yang menemaniku untuk pamitan pulang. Sampai dimukan caf? kuperhatikan mobil laki-laki itu kemana arahnya. Kuikuti dari belakang sampai mobil itu belok kesalah satu tempat penginapan yang berkelas di Simalingkar. YaOkutinggalkan setelah dapat kepastian mereka menginap di hotel tersebut. Sesampainya di simpang kampus Universitas Sumatera Utara (USU) aku berhenti di satu caf? kecil minum (TST) Teh Susu Terlor

Selama satu jam aku di caf? itu, tiba-tiba ponselku bunyi dengan nada panggilan. Kuangkat poselku kulihat nomornya sepertinya tidak aku kenal. Aku sempat kaget tengah malam kegini siapa lagi yang menghubungiku terlintas dalam benak aku. Ponsel berbunyi terus kubiarkan sampai tiga kali panggilan baru kuangkat. Sangat kaget mendengar sautan dalam posel itu terdengar suara perempuan baru kukenal. Menjawab pertanyanku dengan manja sambil mengajak aku untuk menginap.

Mendengar ajakan ini aku tidak percaya bahwa Tony mau menginap bersamaku, sementara dianya masih bersama laki-laki barusan 2 jam kutinganggalkan. Tony mengatakan kalau laki- laki tadi tidak bisa menginap sampai pagi, karena takut ketahuan sama istri dan anaknya. Aku tanya ini no HP siapa ? Tony jawab om tadi kupinjam. Kutanya lagi berarti dia masih ada di ruang kamar ? Tony menjawab ia, tapi dia udah mau pulang bang, abang datang ya ? aku tunggu Tony tidak ada kawan, cepat donk bang. Desakan ini aku tidak mudah terpengaruh, karena takut ada kejadian yang tidak di inginkan nanti. Kurang lebih 30 menit hari hampir pagi jam 4.23 Wibb aku menghubungi Tony melalui ponselnya. Tony mengangkat dengan nada kesal “abang dimana kok ngga datang ?. cepat donk aku tidak ada kawan nihO!. Akhirinya aku beranikan diri balik lagi kehotel tersebut.

Kuperhatikan mobil silaki-laki setengah baya yang tadi kutinggalkan di tempat parkir, memang tidak ada. Aku tanya langsung pejaga hotel, menjawabnya sudah pulang bang, abang itu tiap menginap di hotel ini sampai jam 3.00 Wib saja bang. Abang mau ngapain ? kujawab dengan nada yang Tony dan sopan “aku barusan di hubungi cewek kawan bapak tadi. belum habis aku ngomong langsung penjaga itu potong Tony bang ? katanya, ia bang. Ada di kamar 19, masuk aja bang, ngga apa-apa itu disini bisa kita jaga kemanan.

Ok bang terimakasih yang bang, aku balik jawab. Langsung menuju kekamar no 19 kuketuk pintu kamar langsung di buka gadis seorang diri dengan mengenakan gaun tidur tembus pandang. Sepertinya Tony tidak memakai BH als pembalut buah dada, hanya segi tiga transparan yang nampak. Mulai dari ujung rambut kuperhatikan sampai ujung kuku serta seisi dalam kamar itu sebulum masuk.

Karena Tuntutan Hidup

Diperselakan masuk sambil menarik tanganku kedalam, “kok takut-takut masuk donk bang, ngga apa-apa kok”. Tanggan Tony yang nakal hampir membuat aku jadi tidak terkontrol. Tony memang cantik, putih dan seksi tidak di temui satupun bekas luka ditubunya. Tangannya yang mulus, lembutnya belain penuh dengan rasa sayang.

Aku tertunduk sejenak di pinggir tempat tidur sambil mengisap rokok Sampoerna, sementara Tony tidur dipagkuan aku sambil memeluk pinggangku. Rokok sudah habis aku ambilkan tas kecilku yang di dalamnya ada alat perekam suara, langsung kuhidupkan. Tony memang nakal, mau tahu aja apa isi dalam tas aku. Dia mengambilnya dan mengeluarkan tipe rekamannya, memutar balik isi kaset.

Baru Tony tahu mulai dari perteman tadi dianya ngomong aku rekam. Saat itu juga gadis yang seksi, manja mencubitku dengan kesal. “abang kok tega kali merekam suara Tony, untuk apa bang ?, abang wartawan ya ? jahat abang, aku ngga mau lagi cerita ama abang. Rupanya abang wartawan pantasan abang mulai dari tadi ngebutkali mendengar kisah Tony kenapa terjuan kedunia malam”. Tony yang dari tadi nakal, kontan langsung terdiam dan membelakangi aku. Sementara radio rekamannya dia pegang, aku minta dia ngga kasih. Bahkan dia mengatakan “abang puas ya menanyai Tony hanya untuk kesenangan abang, malunya untuk Tony, berarti abang ikut donk menghancurkan Tony dan mempermalukan Tony di muka umum”.

Aku berusaha meyakininya dengan rasa sayang, kukecup pipinya yang menandakan aku bukan untuk mempermalukannya. Tapi aku ingin mengangkat kisahnya untuk membantu sakit hati Tony yang selama ini dipendam seperti bara yang sangat merah dan panas. Tony kupeluk, kusayang, akhirnya Tony mengalah memberikan rekamannya. Tony yang marah akhirnya bisaku redahkan kemarahannya. Sampai setengah jam Tony tidak mau cakap, Tony diam dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur yang empuk tanpa menghiraukan aku.

Aku termenung sejenak memikirkan cara apa lagi kubuat untuk mengajak Tony ceritakan kisahnya. Dengan ide yang cemermalang terlintas di benakku untuk merayu dengan posisi yang sama. Akhirnya pertahaan Tony kandas juga, Tony membalikkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap aku. Dia senyum sambil memelukku sambil bertanya. Apasih gunanya abang muat di koran kisah Tony ? abang jahat kali ya ? apa memang wartawan seperti itu ? sukanya memberitakan kesusahan orang lain. Aku jawab dengan nada yang Tony serta menebar senyuman yang memikat hati Tony agar ianya dapat yakin dan percaya. Tony yang manja dan seksi akhirnya luluh tersenyum dengan iklas meceritakan kisah hidupnya sampai terjun ke dunia hitam untuk memuaskan nafsu lelaki hidung belang.

Tony bercerita pajang lebar tentang kisah hidupnya pada penulis pada pukul 4.30 Wib sampai pukul 7.30 pagi. Berawal dari ceritanya gadis cantik ini sangat lugu takut dengan laki- laki, bahkan banyak sekali kawan-kawan Tony yang mengejeknya kampungan. Tapi itu semua tidak pernah dia masukkan dalam hati hanya dianggapnya sebatas kuping saja. Waktu itu Tony masih duduk di bangku SMA Swasta kelas dua di Medan. Dengan keluguan Tony banyak sekali para lelaki satu lokalnya menaruh hati sama aku.

lain orang lain tingkah lakunya beratus teori yang di buat cowok-cowok keren yang mendekatinya, yang namanya cinta belum juga ada di benaknya. Suatu waktu yang tidak di sangka Tony ketemu dengan seorang pemuda yang baik hati ianya Ricky (nama samarannya) berhasil memikat hati Tony. Penuh dengan rayuan dan kemesrahan yang berjalan cukup lumayan sampai kejenjang penikahan. Awal dari kesukaan Tony pada Ricky penuh dengan kejujuran dan kebaikannya di mata Tony membuatnya tergila-gila dengan Ricky. Saat yang di nanti-nantikan Ricky mulai berani bercanda mengajak Tony jalan-jalan ke salahsatu tepat perbelanjaan.

Ajak ini tidak disangkah Ricky kalau Tony langsung menyetujuinya. Perjalananpun dilanjutkan kesebuah plaza dengan mesra Ricky memberanikan dirimemegang jari tangan Tony yang lembut dan halus. Sentuhan itu membuat hati Tony berdebar-debar seperti baru terkena strum listrik. Padahal menurutnya banyak cowok yang jahil menyentuh tangannya, satupun belum pernah ia rasakan detak jantung seperti ini. Tony membalas sentuhan tangan Ricky sampai pada gemgaman yang gemas sama-sama dilakukan. Ricky menarik tangan Tony sambil mengecup kulit tangan Tony yang halus penuh dengan arti dan kasih sayang yang tidak bisa dituturkan.

Sesampai plaza Tony mengajak Ricky keliling-keling di dalam plaza. Aku mulai sudah lelah Ricky juga kelelahan. Aku kasihan melihat Ricky aku ajak dia pulang kerumahku, sesampainya kami dirumah ternyata kedua orang tuaku bekum juga pulang kerja, yang ada adik aku barung pulang sekolah. Kami melanjutkan ngobrolnya di ruang tamu sambil nonton TV Flim Sinetron yang di bintangi Rano Karno sema menjalin cinta remaja di bangku sekolah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 Wibb Ricky dengan sopan berpamitan sama aku. Dengan kesopanan Ricky juga membuat aku terus bertambah sayang dan cinta sama dia. Tanpa kami sadari Tiga bulan sudah berjalan hubungan aku dengan Ricky. Hubungan baik itu melalui telepon atau ketemu disekolah terus berlanjut. Ricky sudah mengenalkan aku pada orang tuanya, dan aku sudah mengenalkan Ricky pada kedua orang tuaku. Semula kedua orang tuaku tidak pernah mempersoalkan hubunganku dengan Ricky sampai kami naik kelas tiga. Sewaktu hari libur kawan-kawan aku mengajak rekreasi dipantai kasan. Ricky menyetujuinya, aku senang karena Ricky mau ikut bersama-sama. Kami berangkat tiga pasangan yang semuanya pacaran, ongkos kami kumpul- kumpul bersama. Tiba waktunya aku pun menunggu angkot berjanji jumpa di sipang Amplas.

Pukul 9.30 wibb sudah kumpul semuanya, langsung menaiki mobil bersama-sama kepemandian. Sesampainya di sana masing-masing pasangan berpencar menyewa gubuk yang ada dipinggir pantai. Ricky masih malu-malu untuk menyewa gubuk buat kami berdua yang di luar. Dia menatapku dengan penuh kasih sayang aku mengkedipkan mata agar Ricky berani menyewakan gubuk buat kami. Akhirnya Ricky mengajak aku menyewa gubuk pas dipinggir pantai.

Cuaca mulai mendung kami ganti baju untuk sama- sama berenang. Satu jam penuh berenang perut mulai mulas dan terasa nyeri menahankan lapar. Setenga jam kemudian kami dengan bersama-sama berhenti mandi untuk makan di tepi pantai Kasan. Mandi sudah, makanpun sudah tinggal istrihat dulu baru nunggu sore baru mandi lagi siap mandi baru pulang. Kebetulan siap makan hujan grimis pun tiba, kami sangat khawatir kalau pantai ini akan meluap nantinya. Tapi kekawatiran ini hilang begitu saja sesaat aku berdua dengan Ricky di dalam gubuk.

Hujan makin lebat, Ricky menutup pintu gubuk, suasana makin dingin Ricky menatapku dengan lembut. Saat aku menggeser posisi dudukku Ricky menarik tanganku, sambil merangkul bahuku. Aku terkejut dengan napas yang agak kencang, jantungku berdebar-debar ada rasa benci dan suka. Ricky tidak menghintakan jemarinya di bahuku, tangannya mulai menjulur ke pinggangku meletakkan tangannya di atas pahaku yang di balut dengan celana renangku yang basah kuyup.

Ricky mencium leherku dan kupingku, aku meronta dengan kecil sambil mengatakan jangan bang, nanti kalau kita sudah kawinkan abang bisa melakukannya. Ricky tidak mendengar keluhanku bahkan ia merayuku dengan kata-kata dan gombalan sambil mengatakan “aku mau bertanggung jawab untuk mengawinimu, aku sumpah demi tuhan” kebetulan Ricky beragama Islam aku keristen. Kutanya Ricky lagi apa orang tua abang mau menerimaku ” dia jawab aku sudah bilang sama orang tuaku mereka setujuh, terserah pilihan aku ” akhirnya pertahananku kandaslah sudah.

Aku pasra Ricky menciumi aku mulai dari ujung rambut sampai kakiku, dengan penuh rasa sayang dan menikmati keindahan tubuhku. Aku tidak tahan perlakuan Ricky, membuat aku macam cacing kepanasan sambil membalas cubuan Ricky. Melihat perlawanku Ricky semakin semangat sambil berusaha membuka baju dan celana renangku, dengan sekejap baju dan celanaku sudah lepas dari tubuhku. Tubuhku yang putih mulus hanya di balut segi tiga dan BH. Melihat kemontokan tubuhku Ricky sempat terpelongo sejenak melihat pemandangan yang tidak pernah dilihatnya secara langsung selain dengan menonton fliim biru. Dengan secepat kilat Ricky melepaskan seluruh pakaiannya yang melekat di tubuhnya.

Aku terkejut dan malu melihat Ricky telanjang bulat di hadapanku, dadanya yang kekar ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku teringat kata-kata kawan aku, kalau ada bulu tubuh di dada pria nafsunya tinggi, mengingat ini akau gemetar. Tanpa di komandoi tangan Ricky yang lincah membuat aku kehilangan konstrasi. Aku gelagapan menyeimbangi jamahan dan ciuman yang di lakukan Ricky samaku. Aku hampir lemas dengan cumbuan Ricky yang membuatku tidak sadar diri sumua pembalut tubuhku telepas sudah seperti anak yang baru dilahirkan tanpa sehelai benangpun yang menghalanginya. Ricky mulai meningkatkan serangannya maaf pembaca “dengan menjilat milikku yang paling berharga”.

Aku tidak tahu apa lagi yang dilakukan Ricky yang jelas membuat aku menggelinjang- gelinjang. Ricky menindihku sambil membuat ancang-ancang diatas tubuhku sambil mengarahkan basokanya sambil menciumi leherku dan telingaku. Saat tubuh Ricky peling bawah menekan milikku terasa nyeri dan sakit. Mendengar jeritanku Ricky merasa kasihan dan menghentikan aksinya sebentar.

Sambil mempermainkan buah kembar milikku, selang beberapa minit Ricky mengulangi aksinya sambil menekan dengan pelan-pelan, tapi sangat luar biasa sakitnya. Aku baru kali itu di cium laki- laki, apalagi untuk di gitui. Ricky mulai tidak sabar menikmati milikku, akhirnya dia menekannya dengan keras, aku menjerit kesakitan. Ricky berhasil membongkar pintu milikku yang kian lama kujaga, Ricky tidak bergerak dia membiarkan miliknya didalam miliku.

Sekali-sekali Ricky mengangkat tubuhnya dengan lembut, aku mulai merasakan nikmat bercampur sakit kurang lebih lima belas menit Ricky mengerang dan terkulai lemas di sampingku. Aku memaki diriku sambil menangis, kenapa aku segampang itu mengikuti godaan setan yang menimpahku. Aku mau duduk terasa sakit di selangkanganku, Ricky kulihat dengan senyum sambil memeluk aku. dia meyakinkan aku bahwa dirinya tidak akan menyia-nyiakanku sampai kapanpun dia tetap bertanggungjawab katanya padaku. Dengan kata-kata bang Ricky membuat aku tidak ada apa-apanya dimuka dia aku tertunduk dan patuh pada perintahnya.

Komentar Anda

comments