agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Cerita Dewasa Umum » Mitos dan fakta sex 2

Mitos dan fakta sex 2

Informasi tambahan: Ini mungkin lebih diarahkan untuk para cewek. Betul nggak kalo aku bilang, setelah bersenggama, cewek suka banget dipeluk mesra, dibelai rambutnya, dicium lembut di kening dan mata, diberi pujian ringan (tapi nggak ngegombal) mengenai kulitnya, matanya, bibirnya, rambutnya atau bentuk tubuhnya. Apalagi kalo senggamanya atas dasar cinta dengan suami atau pacar seriusnya. Yang aku sebutin itu mungkin hanya sedikit dari begitu banyaknya variasi seks (sebelum, selama maupun setelah senggama) yang disukai cewek.

Sebaliknya, memuncratkan mani di mulut atau di buah dada adalah variasi seks yang sangat disukai oleh cowok. Emang antara cowok dengan cewek beda banget. Bagi kalian (cewek) mungkin keberanian cowok untuk menjilati vagina dan menghisap lendir vagina nggak ada artinya dibanding kesadaran untuk melakukan sentuhan-sentuhan lembut yang kupaparkan di atas tadi. Tapi bagi kami (cowok) keberanian cewek menerima muncratan mani di mulut, apalagi menelannya, sangat berarti dan sangat disukai. Bagi yang bersenggama atas dasar cinta, tindakan ini bisa mempertebal cinta si cowok terhadap si cewek, dengan dasar pikiran, “Gile, ni cewek begitu percaya dan begitu cintanya ama gue, sampe mau nelen mani gue! Gue jadi makin cinta aja ama doi!”

Jadi, ini sih saran aja, mau diikutin mau enggak, ya terserah.. belajarlah menikmati variasi seks yang agak brutal ini. Awalnya mungkin agak mengejutkan, tapi lama kelamaan bisa dinikmati kok. Sama aja kayak senggama. Pertama emang sakit. Tapi lama-lama nikmat dan ketagihan ‘kan?

*****

6. Cowok kamu bilang, “Itu bukan anakku! Emang kita sering senggama, tapi aku kan selalu pake kondom! Jadi nggak mungkin aku ngebuntingin kamu!”

MITOS!
Senggama pake kondom TIDAK menjamin si cewek nggak akan hamil! Kondom sangat efektif mencegah kehamilan dan penularan penyakit kelamin, tapi nggak seratus persen. Kalo dibaca dengan seksama di kotak atau booklet yang ada dalam kotak kondom, selalu (aku belum baca semua merek sih, tapi kuasumsikan semua begitu, untuk menghindari tuntutan dari konsumen) ada pernyataan bahwa kondom ini nggak seratus persen mencegah kehamilan dan penularan penyakit. Ada yang memberi pernyataan bahwa “Pada percobaan laboratorium, 97% tidak pecah dan tidak sobek” atau ada juga yang lebih halus dengan menggunakan kata-kata “efisien dalam melindungi..” atau “sangat efektif sebagai alat pencegah..” Kata-kata “efisien” dan “efektif” itu adalah pernyataan halus bahwa kondom yang kalian pake ini nggak sempurna melindungi 100%. Nggak mungkin ada yang berani menyatakan “pasti melindungi..” atau “100% sempurna mencegah..” atau yang sejenis itu.

Berkaitan dengan ini, nggak ada alat kontrasepsi jenis apa pun yang 100% sempurna mencegah kehamilan. Baik itu pil, spiral, suntik, susuk. Apa pun!

*****

7. Cowok kamu bilang, “Kita kan nggak sampe senggama. Aku cuma gesek-gesekin penisku di luar vaginamu, sampe akhirnya maniku muncrat tumpah ruah di atas vaginamu. Kok kamu bisa bunting sih?”

FAKTA!
Emang bisa. Makanya hati-hati. Walaupun kalian nggak sampe senggama, dalam arti nggak sampe masukin penis ke dalam vagina, tapi kalo mani si cowok dimuncratin di vagina si cewek (walaupun hanya di luarnya), tetep aja ada kemungkinan ada sel-sel sperma yang selamat dan berhasil berenang masuk ke dalam bibir vagina, terus melalui liang vagina sampai masuk ke rahim dan ketemu ama sel telur yang kebetulan udah nunggu di sana.

Harap dicatat bahwa kemungkinan ini tidak kecil! Selemah-lemahnya sel sperma itu, tapi ada aja yang cukup kuat untuk bertahan dan mencari jalan hingga mencapai bagian yang cukup basah dan lembab untuk menunjang kehidupan dan perjalanannya menuju rahim. Apalagi kalo dalam gairah yang ditimbulkan itu vagina si cewek sampe basah banget, dalam arti cairan vaginanya sampe keluar dari bibir vagina, maka sel sperma si cowok akan dapat kesempatan yang cukup besar untuk bisa selamat dan berenang ke dalam vagina.

Satu catatan lagi, ini juga tetap bisa terjadi walaupun si cewek masih perawan. Sebab selaput dara cewek itu bukan merupakan selaput utuh yang menutupi seluruh liang vagina. Selaput ini ada lubangnya di tengah (biasanya bentuknya bergerigi). Logis aja, kalo nggak ada lubangnya, gimana caranya darah menstruasi bisa keluar dari rahim ke mulut vagina?

Jadi hati-hati kalo melakukan heavy petting (bermesraan yang sangat bergairah) walaupun nggak sampai senggama.

*****

8. Cewek kamu bilang, “Aduuh, kita kan udah pake sistem kalender. Kok aku masih bunting juga sih?”

FAKTA!
Bagi yang belum tahu, sistem kalender maksudnya hanya melakukan senggama di tanggal-tanggal “aman” yaitu sekitar 3 hari sebelum dan sesudah menstruasi si cewek. Tanggal-tanggal ini “dianggap” aman karena pada saat itu “seharusnya” dalam rahim si cewek tidak ada sel telur yang hidup dan siap dibuahi.

Tapi ya itulah. Kehamilan tetap bisa terjadi. Sebab seperti kuberi penekanan di atas, tanggal-tanggal ini memang tidak pasti aman. Kenapa gitu, kan nggak ada sel telur yang hidup? Nah, di sinilah letak kesalahannya. Emangnya siapa yang tahu pasti bahwa saat itu nggak ada sel telur yang hidup? Pembentukan sel telur, ketahanan hidupnya dan jadwal matinya sel telur kalo nggak kunjung dibuahi, sangat variatif dan nggak tentu, tergantung kondisi tubuh si cewek. Soalnya semua itu diatur oleh hormon-hormon dalam tubuh si cewek. Sementara aktivitas hormon sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikis si cewek, antara lain kesehatannya, tingkat emosinya, stres atau enggaknya si cewek, makanannya, dan masih banyak faktor lainnya. Jadi metode ini sangat nggak bisa ditebak.

Bahkan, penelitian menyatakan, senggama yang dilakukan saat si cewek menstruasi pun masih bisa menimbulkan kehamilan. Padahal saat itu kan sel telur jelas-jelas udah mati dan dibuang bersama lapisan dinding rahim. Emang betul, tapi sel sperma yang masuk saat ejakulasi ternyata ada yang sanggup bertahan walau dalam kondisi berat penuh pendarahan seperti menstruasi. Jadi saat menstruasi selesai, masih ada sel sperma yang selamat di liang vagina, mulut rahim atau di dalam rahim. Jadi saat sel telur terbentuk, udah ada sperma yang siap membuahinya.

Senggama saat menstruasi juga sangat tidak disarankan karena alasan lain. Gesekan-gesekan antara penis dengan vagina bisa menimbulkan iritasi (lecet) pada dinding vagina. Sebenernya ini umum banget terjadi, tapi di sebagian besar waktu, hal ini nggak terlalu dirasain ama si cewek. Nikmatnya aja yang terasa. Kadang-kadang terasa juga vaginanya agak perih, tapi dicuekin. Nah, berkaitan dengan menstruasi, kalo terjadi iritasi pada dinding vagina saat darah kotor sedang keluar deras melewati vagina, iritasi itu akan menjadi infeksi dan sangat mudah terjangkiti penyakit.

*****

9. Jangan sering-sering masturbasi. Entar jadi mandul lho!

MITOS!
Nggak ada hubungannya masturbasi ama kemandulan. Logikanya, masturbasi dengan senggama hanya beda metode. Yang satu pakai tangan untuk mengocok penis, yang satu penisnya dimasukkan ke dalam vagina. Lalu hasil akhirnya sama, penis mengalami ejakulasi. Apa terus kalo cowok sering senggama akan jadi mandul? Enggak ‘kan?

FAKTANYA: Hubungan paling dekat adalah masalah psikologis, dan ini pun bukan mengakibatkan kemandulan. Paling mungkin mengakibatkan ejakulasi dini. Kenapa gitu? Masturbasi banyak dilakukan remaja usia muda, lebih umum pada cowok. Biasanya dilakukan secara diam-diam. Kalo keadaan lokasi kurang aman (misalnya di rumah), akan ada rasa takut ketahuan oleh anggota keluarga lain, terutama orang tua. Jadi masturbasi dilakukan dengan terburu-buru dan ingin cepat selesai (cepat keluar). Ini bisa mengakibatkan ejakulasi dini yang bisa terus terbawa sampai dewasa. Akhirnya saat senggama, baru setengah menit dikocok oleh vagina (yang jauh lebih nikmat daripada tangan sendiri), udah muncrat ke mana-mana tu mani!

*****

10. Nggak ada cara senggama, dengan perlindungan atau metode apa pun, yang 100% aman dari risiko kehamilan.

FAKTA!
Dari pembahasan-pembahasan di atas, jelas memang, nggak ada cara apa pun yang “dengan pasti” akan mencegah kehamilan. Pokoknya kalo senggama, pasti ada kemungkinan hamil. Terus gimana dong, biar nggak hamil? Ya gampang aja, jangan senggama!

Hubungan seks itu banyak variasinya dengan berbagai tingkat kenikmatan. Dari saling menggenggam tangan, sampai oral sex (jilat vagina atau hisap penis). Kalo emang belum siap, pake aja dulu cara-cara lain selain senggama. Kalo emang udah siap nanggung risikonya, ya silakan bersenggama. Siap di sini artinya, melakukan semua usaha pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain, pake kondom, atau minum pil KB, atau pake sistem kalender, atau cara-cara lainnya, atau gabungan dari cara-cara itu. Tapi kalo ternyata hamil juga, ya siap menghadapinya. Artinya, bagi yang tabu melakukan aborsi, ya siap melahirkan dan mengurus bayi itu, apa pun risikonya. Bagi yang tidak takut melakukan aborsi, mungkin pilihannya bisa menggugurkan kandungannya.

Intinya, semua itu adalah pilihan dan keputusan masing-masing. Soalnya, melakukan senggamanya juga merupakan pilihan dan keputusan kalian sendiri ‘kan? Maka, menghadapi konsekuensi dan akibat yang timbul dari senggama itu harus juga merupakan pilihan dan keputusan kalian sendiri.

*****

Tuntas dulu obrolan kita kali ini. Mungkin lain kali, aku akan tulis lagi pengetahuan umum yang dibutuhkan untuk hubungan seks anak-anak muda. Selamat menikmati hubungan seks yang aman dan nikmat! Kalo ada yang mau kalian tanyain berkenaan dengan seks, silakan e-mail aku. Kali-kali aja bisa kujawab. Kalo nggak bisa juga, mungkin aku bisa ngasih saran, tanya ke mana yang mungkin tahu.

Have a safe and enjoyable sex! Thanks for reading!
Oleh: [email protected]

Komentar Anda

comments