sbobet88
Home » Cerita Sex » Muridku Yang Masih Perawan Menjadi Simpananku
Muridku Yang Masih Perawan Menjadi Simpananku

Muridku Yang Masih Perawan Menjadi Simpananku

CERITA DEWASAKU – Tahun 2004 saat umurku 38 tahun, aku pindah mengajar ke kota C,tujuannya agar lebih dekat dengan rumahku.Saat pindah ke C aku jadi Wali kelas di kelas 3 SMP A. Kebetulan pula menjabat sebagai pejabat penting disekolah tersebut. Selain itu aku tetap mengajar.

Ada seorang siswa dari kelas 3.3. yang sangat cantik, tubuhnya tinggi besar dengan badan padat berisi nampak kontras dengan umurnya yangg masih 15 tahun,betisnya yg bak padi bunting benar-benar sekal,sementara wajah dan tubuhnya benar-benar mirip Revalina S. Temat. Bahkan tahi lalat di pipinya persis tepat seperti Reva. Saking miripnya,teman2nya menyebutnya Reva.
Setiap dia tersenyum,manisnya minta ampun, sehingga aku dibuatnya pusing tujuh keliling.

Aku sangat menyukai anak tersebut,namun anaknya sangat tertutup dan pendiam. Bahkan dia jarang keluar kelas walau sedang istirahat,untuk jajan saja ia selalu menyuruh temannya yg membelikan.
Semakin lama kuperhatikan,anak ini terlihat bermasalah,sering bolos,jarang masuk,dan sangat tidak bertanggungjawab. Suatu hari orangtuanya kesekolah dan meminta bantuan untuk menangani masalah anak ini,menurut mereka, sebut saja anak ini Julia,ternyata sering pergi dari rumah,kadang beberapa hari menginap dirumah temannya,atau diam dirumah mengurung diri, tanpa mau berangkat sekolah dengan tanpa alasan samasekali. Orang tuanya bingung,mau dikerasi takut malah lari dari rumah,tidak dikerasi malah semau gue,ditanya baik2 dengan halus tidak pernah mau terbuka.

Sebagai wali kelas, aku punya kewajiban untuk meluruskan Julia,maka kupanggil anak itu,tapi ketika datang,ia selalu ditemani temannya dan tidak mau diinterogasi sendiri. Sampai 3 kali aku panggil,dia tetap seperti itu,sampai yg ke 4 kalinya terpaksa dengan agak keras temannya disuruh keluar ruangan.
Dengan lembut dan ber empati, aku berusaha mengorek keterangan tentang masalah yg dihadapinya,namun ia benar2 tertutup. Yang dilakukaknya cuma mengangguk dan menggeleng,sehingga terpaksa kuhentikan.
Berikutnya aku panggil lagi pada hari yg lain,dan nampak mulai ada perubahan,ia tidak lagi ditemani temannya,namun tetap masih tertutup,bedanya mulutnya mulai terbuka,”ia” dan “tidak”.
Pada pertemuan ke 6 ia sudah agak berbeda,mulai memberi alasan,dan sedikit terbuka,dan setiap kali dia tersenyum aku jadi blingsatan sendiri menatap mata dan senyum manisnya itu,sungguh senyum yg amat manis,dan suara tawanya benar2 merdu ditelingaku. Aku sudah mabuk kepayang dengan anak ini.

Kucoba mengunjungi rumahnya,sebuah rumah besar,dengan peralatan lengkap dan serba bagus, serta sebuah mobil memberinya fasilitas yg baik bagi dia dibanding teman2nya yg lain.
Orang tuanya sangat gembira dengan kehadiranku,dan cerita banyak,bahwa sejak Julia ngobrol dengan Pak “D” ia mulai berubah walau tidak terlalu banyak,dan sering cerita tentang baiknya Pak “ D “ katanya. Aku Cuma tersenyum,dan ngobrol ngalor ngidul,sehingga keadaan keluarga itu dan Julia semakin kuketahui.
Setiap bertemu,baik sebelum mengajar ataupun berpapasan dijalan,aku selalu menyapanya dan pura2 menanyakan sesuatu,sehingga ia menjadi dekat dan akrab denganku. Nampak mulai berani membuka diri.
Sehingga pada panggilan ke 7, aku berusaha menjadi anak seusianya dan mengikuti alur hidup mereka,dan dengan bahasa mereka aku mulai mengorek kembali keterangan tentang penyebab ia bermasalah,dan terbukalah…,bahwa penyebabnya adalah rasa kecewa Julia terhadap orangtuanya yg membeda2kan kasih sayang diantara anak2 mereka.
Orangtua Julia ternyata meninggalkan Julia sejak kecil sendiri disini bersama nenek kakeknya,dan yg menemuiku atau yg ada dirumahnya sewaktu aku berkunjung adalah kakek neneknya,sementara ke dua Orangtuanya di Jakarta bersama adik dan kakaknya,sehingga Julia merasa terbuang. Sebagai protesnya,ia berbuat semau gue,temperamental dan bersifat menguasai.

Dalam pertemuan inilah,aku menasihati Julia,bahkan tanpa sadar mengucapkan bahwa sayang jika orang secantik Julia hidupnya harus hancur tanpa masa depan,gara2 Drop Out,bahkan Bapak saja mau melakukan apa saja untuk mendapatkan Julia ,ujarku waktu itu.
Julia jadi bertanya sambil tersenyum.
“ Bohong…gak mungkin..,apa ia “ tanyanya kaku.
“ Ia,benar sekali,kamu cantik banget,sayang kalo bodoh dan gak tamat SMP kan ?” tanyaku berbalik.
Julia Cuma tersenyum,lalu ia menyanggupi untuk berubah,aku meminta nomor Hpnya dan memberikan nomor Hpku. Ia setuju,dan sejak saat itu kami sering berhubungan via sms,sekedar bertanya kabar,dimana,sedang apa.

Lama-lama aku kadang iseng,menyampaikan kesukaanku padanya dengan bahasa yg puitis tapi nggak berlebihan,rupanya Julia senang,ia menyambutku. Dan ketika aku memanggilnya untuk ke 8 kalinya,Julia benar2 terbuka,ketika kutanya suka padaku atau nggak,Julia menunduk dan menggangguk sedikit sementara pipinya memerah,aku segera menetralisirnya dengan mengungkapkan semua tentang hal2 positif Julia sebagai siswa,dan sebagai anak bagi kakek neneknya.
Semenjak itu kami mulai smsan,seperti layaknya sepasang kekasih.
Ternyata Julia orangnya sangat romantis walau tertutup,namun sangat keras dan tidak mau didikte.

Baca Juga : Tante Bunga Yang Seksi

Pada saat disekolah hubungan kami biasa saja,sebagai guru dan murid,hanya pada saat sms kami menjadi sangat dekat dan romantis. Julia tk ragu2 sms begini.
“ Hai Pa D,kamu dimn? Julia Syaaank… bgt ma Pa D. “
Aku jadi kaya ABG,menanggapinya dengan penuh antusias dan tentu saja senang bukan main.
Julia semakin dekat denganku apalagi setelah pada saat ulang tahunnya,didalam kelas dan didepan sahabat2nya,aku mempersembahkan sebuah lagu ciptaanku diringi keyboard yg isinya tentang persaanku padanya dan tentang dia,dia nampak sangat bahagia. Ketika dia meniup lilin,tanpa kuduga Julia mencium pipiku sambil mengucapkan terimakasih.

Muridku Yang Masih Perawan Menjadi Simpananku

Add Pin BBM Vivian : D8791633

Lalu sambil memotong kue ulangtahunnya,ia berkata …
“ Julia suka banget lagunya,..Gw banggeeeet lho..” katanya padaku,aku senang dengan keberhasilanku. BGT menjadi semakin lengket.
Pada suatu saat ada kegiatan keluar dari sekolah menngunakan bis,dan sebagai wali kelas aku adalah pembimbing kls 3.3. Pada saat berangkat ( kebetulan jalan malam ),menjelang pertengahan jalan nampak Julia menangis disamping NN teman dekatnya,aku mencoba mengetahui apa yg terjadi,tapi tak mendapat keterangan apa2.
Kucoba melalui hp sms menanyakannya,namun tak ditanggapi.
Akhirnya aku beranikan diri,meminta NN untuk pindah duduk,dan aku disamping Julia,awalnya Julia menolak keras,dengan marah mengusirku,sifat temperamennya benar2 keluar,tak peduli aku guru,bahasanya sangat ketus dan kasar,tapi setelah aku menenangkannya dan NN juga menyarankan curhat,Julia menerimaku di samping tempat duduknya.

Anak2 di bis itu sangat riuh rendah berteriak kesana kemari sambil bercanda2 denagn temannya. Namun mereka tidak acuh dengan yg kulakukan,karena beberapa orang guru juga duduk berdampingan dengan beberapa siswa atau siswi lainnya. Mungkin mereka anggap itu hal biasa,sekedar hubungan guru dan murid.
Ketika aku duduk disisi kanan Julia ia tidak bereaksi,ketika kutanya dengan hati2, ia tidak menceritakan apa2 tentang penyebabnya menangis,ia hanya menyenderkan kepalanya kepadaku sambil menutupinya dengan jaket. Jujur saja,aku bahagiaa….dunia akherat he.he.he.. wangi tubuhnya menusuk2 hidungku,sehingga tanganku memeluk tubuhnya,dan tangan kiriku mengusap2 bahu kirinya sambil terus memberinya nasihat.
Ia mulai tenang dan semakin menyenderkan tubuhnya,hingga akhirnya kepalanya luruh dipangkuanku. Tanganku menjadi turun mengelus punggungnya,namun sial…kaus yg dipakainya ternyata sangat pendek,sehingga tanganku menyentuh kulit punggungnya yg halus dan empuk. Tak ayal jantungku berdebar tak menentu mersakan sesuatu yg lembut di tanganku,darahku seperti mendidih,dan terasa tubuhku menggigil.

Rupanya Julia menggunakan pakaian model sekarang,kaus pendek dan celana yg atasnya pendek . Julia membiarkanku melakukan itu,nampaknya dia juga menikmatinya,namun ia pura2 tertidur. Karena ketika tangan kiriku bergerak kebawah,menyentuh dan meremas pantatnya,terasa hela nafasnya memburu. Aku semakin berani,sementara darahku semakin mendidih,tubuhku terasa panas dan kuturunkan tubuhku sehingga menjadi setengah telentang dijok tersebut.
Tanganku sedikit2 bergerak kedepan,mengelus perutnya,terasa jantungnya berdebar dipahaku,ia tak bergerak,bahkan tangan kirinya yg melintang bersidakep didadanya,semakin keatas seolah memberi ruang agar aku bergerak lebih leluasa. Aku semakin nekat,tangan kiriku bergerak naik,dari perut mengelus makin keatas dan ketika menemukan gundukan daging yg terbungkus BH,kucoba meremasnya,terasa…Julia menghela nafas dalam2,tanganya yg tertutup jaket semakin naik.

Maka dengan dada berdebar debar, kuberanikan memasukan tangan kiriku ke balik Bhnya,Nyeerrrr….aku terhenyak,ketika tangan kiriku menemukan gundukan daging lembut yg sangat kencang dengan puting yg teracung. Sementara,kudengar Julia mendesis tertahan sambil tetap pura2 tertidur.
Anak2 disekitarku mulai sepi,mereka mulai tertidur karena jauhnya perjalanan. Aku semakin sibuk meremas2 payudara Julia kiri kanan dan memuntir2 putingnya yg semakin mengeras dengan lembut,Bhnya sudah terangkat tak lagi menutupi payudaranya.
“ Hhhhhhhhh….hhhhhh….hhhhhh” Julia menghela nafas tertahan,terasa semakin tak teratur,tangan kanannya yg semula menyilang didadanya,sekarang memeluk paha kiriku,terasa jarinya meremas dengkulku tiap kali kuremas payudaranya. Hal itu semakin membuatku berani, maka sedikit demi sedikit,dengan pelahan kuturunkan tanganku mengelus perutnya,turun kebawah mengelus bawah perutnya,nafas Julia semakin memburu,tanganya semakin erat meremas dengkulku.

Ketika tanganku sampai ke gundukan daging yg terbungkus celana dalamnya, nafas Julia semakin tidak keruan,namun celanannya menyulitkanku untuk bergerak. Terpaksa aku mengelus2nya dengan susah payah. Namun,karena terlihat BGT menikmatinya,aku nekat,kubuka kancing dan resleting yg celananya dengan perasaan berdebar karena takut sementara kemaluanku terasa semakin besar,mempersempit celanaku. Tapi Julia tetap tak bereaksi.
Akhirnya,dengan nafas lega..kuelus bawah perut Julia dengan leluasa, dan dengan mudah jariku masuk kedalam celana dalam Julia…Serr…darahku naik ke ubun2…ketika gundukan daging Julia yg lembut sepenuhnya dalam genggamanku,ternyata kemaluan Julia tidak berbulu samasekali. Berdenyutlah kemaluanku dan semakin mengeras memenuhi celanaku. Sekarang kedua tangannya memeluk pahaku,dan meremas dengkulku semakin keras.

“ HHhhhhh…HHH…hhhhh…” nafasnya semakin tertahan tahan,namun semakin memburu. Dan ketika kucoba menguak celah vaginanya, Julia tak lagi mampu menahan birahinya, ia mulai mendesis desis,sementara sikutnya menekan nekan kemaluanku seperti tidak sengaja,aku menjadi semakin menikmati pekerjaanku,kemaluanku semakin terangsang.
J ariku semakin masuk menggelitik Vagina Julia,terasa vagina Julia benar2 basah,semakin ku kucek2 kelentitnya semakin kencang desisan Julia. Aku perhatikan sekeliling,dalam bis yg sepi anak anak telah benar2 tertidur,suasana remang2 membuatku semakin leluasa. Cuma sesekali sinar lampu jalan menyinari kami.
Melihat situasi ini,tangan kananku bergerak cepat,membuka resleting celanaku,dan dengan susah payah keluarlah kontolku yg sudah berleleran lendir karena menahan nafsu.

Kuangkat kepala Julia tepat diperutku,sehingga kemaluanku sekarang berada diantara kepala dan pangkal tangan kanaanya. Namun Julia tidak melakukan apa2,ia hanya menyentuh2kan pangkal lengannya seolah tidak sengaja,namun itupun membuatku merasa nikmat,ketika kulit lenganya menyentuh2 kepala kontolku,seolah aku dikocok2.
Aku semakin leluasa mengocek2 vagina Julia karena cairannya semakin banyak,maka kucoba menyusupkan jari telunjukku semakin dalam. Julia mendesis tertahan sambil merenggangkan pahanya ,dan …cluuupppp….masuklah seluruh jariku kedalam vaginya
“ MMMhhhh…ooookkkhhh…hhhh…..” desis Julia dibawah kurungan jaket. Namapaknya,nafsu sudah sangat menguasainya. Maka kuberanikan diri mendorong kepalanya agar menyentuh kontolku,kupegang tanganya untuk menggengam batangku yg teracung2. Julia mengeluh kenikmatan,ketika batangku sepenuhnya dalam genggamannya. Aku berani bertaruh,ini adalah pertama kalinya dia menyentuh kontol laki2.
Namun tanganya cuma menggenggam batangku dan sesekali setiap ada guncangan mobil ia meremas kontolku pura2 tak disengaja,sehingga terpaksa kubantu menggenggam tangannya dan menaik turunkan tangan itu agar mengocok kemaluanku. Ia menurut,dan mulai mengocok kontolku…aduuhhh nikmatnya dikocok anak SMP yg badannya sesuai kriteriaku,cantik dan baru mengenal kontol…wah sensasinya tak ada duanya…

Sekarang lengkap sudah,aku mencolok2 vagina Julia sambil menikmati kocokan dikemaluanku…rasanya seperti terbang…nikmat tak terkatakan.
Lama kami berbuat begitu,kontolku semakin basah,demikian pula vagina Julia,terasa jariku basah kuyup didalam lubang vaginanya. Terasa ada desakan yg menuju ke ujung batangku…darahku semakin mendidih..dan aku mendesah desah tertahan…
“ SSssshhhh….teruuusss sayang…..terusss….” desisku sambil terus mengocok vagina dan kelentit Julia,nampak pantat Julia bergerak naluriah,mulai menyambut setiap colokan jariku di Vaginanya. Julia sudah dibawah kendaliku,maka kupajukan kepalanya,kupegang tanganya yg menggenggam dan mengocok kemaluanku,lalu kuarahkan kemulutnya…
“ Isap sayang…please isap ya..” bisikku ditelinganya. Nampak ia penasaran,kuarahkan kontolku makin dekat dan sambil menekan pantat keatas kutarik tanganya dari kontolku, dan nyerrr….darahku bergolak,dengkulku benar2 terasa lemas ketika hangat mulut anak SMP yg cantik itu,mengemut kontolku. Namun aku kaget stengah mati ketika dia mengeluarkanya tiba2.

“ Kenapa..? “ tanyaku dongkol.
Ia membuka jaket yg menutup kepalanya lalu menatapku.
“ Asin….” Jawabnya pendek. Aku jadi nyengir mendengar suara yg baru pertamakalinya keluar dari mulut anak kecil itu sejak aku merogoh2 vaginanya.
“ Gak apa,ntar juga nggak..” jawabku sambil kembali menyumpalkan kontolku yg tadi hampir muncrat ke dalam mulutnya,lalu kembali kututupi jaket.
“ Addduhhhh…ssshhhh…” lenguhku menahan nikmat yg menyelimuti batang kontolku saat kontolku kembali dikulum hangat. Julia ia mulai mengeluar masukan kontolku dimulutnya walaupun Cuma sepotong. Ada rasa ngilu dikepala bonggolku setiap dia mengulumnya,namun akhirnya rasa nikmat itu kembali.
Kami kembali asik saling mengocok,dan tangan kananku sekarang meremas2 pauyadaranya, Julia semakin merintih2. namun kocokannya menjadi terganggu. Akhirnya kepalaku masuk kebawah jaketnya dan dengan susah payah aku berhasil menemukan bibirnya,kulumat bibirnya yg berbau pejuhku,ia melenguh…

‘’ Eemmmhhhh….emmmhhhh….”
Tak lama kemudian ia membalasku ganas sekali,menghisap2 lidahku dengan garangn,tangannya sekarang berbalik memeluk kepalaku.
“ Sssssshhhh….pengggeeennn ppipppiiissss…ssshhhh “ katanya dalam lauapan biarahinya. Maka kupindahkan mulutku ke payudara kirinya,kausnya kuangkat,dan payudaranya yg membusung kencang kulumat habis,sementara tangan kananku meremas2 payudara kanannya. Nafsunya melonjak seketika,mulutnya semakin melenguh lenguh…sedang pantatnya sudah tak lagi malu2 bergoyang naik turun menyambut kocokanku. Aku tahu Julia hampir sampai pada orgasmenya,namun ia tak menegtahuinya.
“ Pipis disini saja sayang…bisikku…” Ia semakin melonjak lonjak,hingga suatu ketika ia meremas rambutku dan menekan kepalaku kuat2 kepayudaranya yg sedang kuhisap,lalu pantatnya menegang keatas berulang2,tubuhnya kelojotan seperti ayam disembelih….segera kumasukan jariku dalam2 dan menekan kelentitnya kuat2,lalu kucium mulutnya dan ia menghisap mulutku kuat sekali sambil melenguh…
‘’ Mmmmhhhhh…….Julia pipppiiiiisss….eennnnaaakkkkhhhhh…..”
Terasa jariku berkedut kedut diremas cincin lubang kemaluan Julia yg sedang berkontraksi,lalu tubuhnya diam tak bergerak,desisannya berhenti hanya helaan nafasnya yg masih memburu. Julia telah mencapai puncak kenikmatan dari sebuah permainan seks dewasa. Tadi Julia merasakan tubuhnya seperti terbang,sementara kemaluannya terasa mengedut nikmat,lalu stelah segala nikmat melanda dirinya,terasa tubuhnya lemah lunglai tak bertenaga. Sebuah hal yg baru dialaminya seumur hidup. Amat nikmat.

Ketika kubuka jaketnya,ia menutup muka dengan kedua tangannya,aku tahu ia malu dengan kejadian barusan.
Lalu sambil mengelus rambutnya,kubisikan sesuatu ditelinganya…
“ Julia,kamu telah orgasme,itu biasa,jangan malu ,nikmati aja…gak apa2,tenang aja ok “ bisikku .
Ia diam. Lalu…
“ Dengerin sayang, nanti kamu akan merasakan yg lebih enak,punyamu akan ku jilat kalu tempatnya enak,pasti kamu suka..jangan malu ya, tenang aja. Sekarang jilat lagi punya ku ya.. “ bisiku pelan. Ia mengangguk.
Maka kuteruskan hajatku yg tertunda,ku genggamkan tanganya di kontolku,dan sekarang ia mulai mengerti,dikocok2nya kemaluanku..lalu dimasukannya kemulutnya….

“ ooooooooooohhhhhhhhhh…… lenguhku panjang saat merasakan kembali hangatnya mulut gadis muda itu mengulum bonggolku..
Lalu ia mulai mengeluar masukan kontolku dengan teratur…
selang beberapa menit,aku tak bisa menahan diri lagi…kemaluanku hampir mencapai puncaknya,namun dalam kenikmatanku yg amat sangat,aku masih berfikir, dimana harus kumuncratkan air maniku..? jika dimulutnya aku takut muntah,sedang diluar takut dia gak ngerti dan dikeluarkan begitu saja..maka kutanya dia…
“ Julia sayang.., boleh keluar dimulut ?’ tanyaku sambil menahan kenikmatan yg sudah diubun ubun.
“ Apa maksudnya…?” ia balas berbisik.
“ Aku ingin merasakan seperti yg tadi kamu rasakan sambil “ ini ” ku tetap dimulutmu “..kataku sambil terkial kial menahan puncratan pejuhku…ia mengangguk…

Maka tak bisa kubendung lagi, sambil menggeram aku menahan kepalanya,dan menekannya kebawah,sedangkan pantatku mnghenjut henjut keatas membuat kemaluanku tertancap dalam2 di mulut gadis itu, dan crrooottt…crrooott…cccrooottt….menyembur nyemburlah lahar dari lubang kencingku memenuhi mulut gadis lugu itu…
“ Hheeeuuuuuuuu……ooooooohhh….” Aku mengejang ngejang merasakan nikmat yg melanda kontolku…
Lalu tubuhku mengelososh lemas. Oooh…betapa nikmatnya puncratan air maniku tadi. Namun belum sempat aku istirahat, Julia nampak bangun dengan mulut monyong2 terbuka,dari bibirnya menetes netes sperma yg tadi kukeluarkan,matanya nampak merah…
” Oooo….ooo….ooo..” benar saja,Julia mau muntah akibat pejuhku, maka segera kututup resletingku dan resletingnya yg masih terbuka. Semua nak yg ada disekitar kami terbangun….dan ribut.

“ Ada apa, siapa yg mabok “ kata mereka riuh rendah…
‘ Si Reva euyyyy…! Huuuu dasar kampungan,gitu aja mabok…kasih kantong plastik biar jadi bubuuurrrr” teriak mereka semakin riuh.
“ Dasar bego “ fikirku dalam hati,” Orang muntah gara2 pejuh,disebut mabok…hehehe…”
Julia benar2 sangat menderita,maka aku lap pejuh dimulutnya dan kusodorkan kantong plastik kemulutnya sambil kupijat pijat lehernya, ia benar2 muntah, matanya mendelik delik…mobil kuminta berhenti ditempat yg ada Wcnya.

Maka ketika berhenti,berhamburanlah anak2 keluar,pada kencing… Kubawa Julia ke WC dengan perasaan bersalah..kusuruh mencucinya mulutnya,lalu dia keluar sambil manunduk nunduk dengan wajah tanpa ekspresi…kusodorkan minuman sprite dan air mineral untuk menghilangkan mualnya..ia minum lahap sekali tanpa kata2.
Setelah kembali ke bis,aku minta maaf. Namun ia tidak marah,Cuma mencubitku keras sekali sambil cemberut..,aku ketawa melihat tingkah lakunya yg lugu.
“ Pokoknya maafin ya, kuganti deh..” janjiku.
“ Bener ya,..awas kalo bohong “ matanya mendelik manja. Aku tersenyum. Kami tiba di tujuan jam 6 pagi. Dan sebuah pengalaman aneh telah kami alami.
Julia…,fhoto2 kita masih kusimpan baik2,masih ingat waktu di gunung ?
Kisah nyata ke sembilan

Sejak kejadian di bis itu,banyak hal yg telah kami alami,Julia sudah bukan Julia yg dulu,sekarang Julia sudah dewasa,mengerti tentang laki2,Julia sudah jadi perempuan. Namun ada satu hal yg tetap terjaga,Julia masih perawan,aku tidak pernah memasukan kemaluanku padanya,hal itu membuat dia sangat percaya dan menyayangiku.
Ketika ujian Nasional beres,nilai Julia sangat bagus,orangtuanya meminta ia sekolah di Jakarta,namun Julia menolaknya mentah2,ia mengadu kepadaku dan meminta bicara kepada kakek neneknya agar gak diijinkan sekolah di jakarta.
Namun sebelum aku kerumah kakek neneknya,mereka sudah datang kerumahku,sambil membawa kain buat bahan pakain yg diberikan kepadaku,mereka minta tolong agar aku membujuk Julia supaya ikut Orang tuanya ke Jakarta. Mereka yakin,aku bisa membujuknya,karena menurut mereka hanya kata2 Pa D yg selalu diturutinya,dia berubah jadi baik dan penurut juga karena Pak D banyak membimbingnya. Begitu kata mereka. Aku merasa bersalah mndengar pengakuan mereka,dan berjanji akan mencoba membantunya.

Ketika kutemui Julia,dengan berat hati ( jujur saja aku gak mau kehilangan dia ) kusampaikan bahwa sebaiknya ia ke Jakarta,ikut orangtuanya,kesempatan untuk mengetahui mereka.
Diluar dugaan,ia marah besar,ia menganggapku menghianatinya,bahasanya menjadi sangat kasar,dan apapun yg kukatakan tak lagi didengarnya. Ia pergi dengan marah sambil menangis.
Aku tahu,satu2nya orang terdekat yg dipercayainya adalah aku,dan sekarang ternyata sama dengan mereka. Julia pasti amat terpukul. Aku berusaha menyusulnya,namun Julia tidak ada dirumahnya,kerumah tem2nnya juga tidak ada. Sampai 2 hari ia menghilang,aku sangat kuatir,begitu pula kakek neneknya. Takutnya bunuh diri,karena Julia memang nekat.

Pada hari ke 3 aku kembali kerumah teman dekatnya NN didaerah CB,Julia masih juga tidak ada,tak ada yg mengetahuinya. Namun aku melihat NN seperti menyembunyikan sesuatu,maka dengan sebuah ancaman hukum, kupaksa NN untuk buka mulut. Ternyata Julia selama itu menginap dirumah NN,keluarga Nn mengetahui situasi keluarga Julia,dan karena kasian serta takut terjadi apa2,maka mereka memilih melindungi Julia.
Kupaksa NN mempertemukanku dg Julia. Ketika aku diijinkan masuk ke kamar NN oleh keluarganya, nampak Julia sedang melamun sambil mendengarkan lagu melalui Handset di Hpnya. Ketika melihatku datang,sejenak ia nampak kaget,lalu segera melemparkan Hpnya dan berhambur memeluku sambil menangis.

Aku sangat terharu melihatnya,sambil kupeluk dan kuusap usap rambutnya,aku minta maaf dan kukatan bahwa aku juga tak ingin dia pergi. Cuma aku ingin dia punya hidup lebih baik,dan ingin orang tuanya juga tenang.
Ketika aku mengajaknya duduk,ia tak malu oleh keluarga NN tetap memelukku,lalu aku menasihatinya dengan lemah lembut,memintanya berfikir dewasa dan tidak terburu2 mengambil keputusan. Dan aku berjanji,jika dia tetap tidak mau ke Jakarta,maka aku akan membantunya agar ia tetap bisa sekolah disini bersama kakek neneknya.
Julia nampak senang dan mau diajak pulang.
Setelah berpamitan pada orang tua NN,aku mengantarnya pulang,ia terus memeluku,dan karena hujan lebat,ditengah sawah sebelum sampai rumahnya,ia menciumku mesra sekali,nampak kerinduan dimatanya,bukan kerinduan seorang anak,tapi kerindun seorang perempuan. Setelah puas minta aku menghubunginya terus via Hpnya.
Akhirnya Julia pulang,kakek neneknya nampak senang menyambut kepulannganya . Setelah kujelaskan,dimana,kenapa,sama siapa,meraka mengerti duduk persoalannya,mereka berterimakasih berulang ulang ats “ kebaikanku” dan akupun pulang.

Besoknya Julia sms minta bertemu,karena kebetulan rumahku kosong,aku membawanya kerumah.
Dirumah dengan sedih ia cerita bahwa ia mau ikut orangtuanya ke Jakarta,namun ia tak mau kehilanganku. Ketika kunyanyikan lagu yg kuciptakan saat ulang tahunnya dulu,ia benar2 menangis sejadi jadinya,nampak anak itu sangat menderita,aku menjadi sangat trenyuh melihatnya,sehingga ketika kuputar lagu kesukaan kami , TERBAIK UNTUKMU….
….ku sadar bahwa kini
kita sudah..smakin menjauh..
Sempat aku berfikir ini,…kau yg menginginkannya…
Lepas dari pelukku …ooooo
( Ooooo…kini kusadari,ini salahku,tak ingin ku terlambat dan sesali…)
ingin kau tetap disini…bersamakuu…jangan pergi….
Akupun terbawa emosi…menangis sambil memeluknya erat2…
“ Aku gak mau kehilanganmu…, akau gak mau kehilanganmu…” isaknya berulang ulang.

Setelah kami puas menumpahkan isi jiwa kami,lalu ku antar dia pulang,dengan janji…kita akan jalan bersama besok,menginap.
Besoknya aku jemput Julia ditempat yg telah kami sepakati,aku kemudian membawanya ke sebuah penginapan di kota B bernama hotel “ S “
Ketika hotel telah kubayar,Julia kuajak masuk,namapk orang2 dan petugas memandang kami seperti menyelidik,aku yakin meraka curiga padaku walau kukatan itu adiku yg mau kujemput sekolah di Jakarta.
Malam itu,kami ngobrol sebentar,namun kemudian Julia nampak banyak berdiam diri,melamun dan tidak konsentrasi. Ketika kutanya ada apa,ia tidak menjawab. Maka aku menyuruhnya tidur. Iapun berusaha tidur walau terlihat sangat kesulitan. Setelah lama kulihat dia masih terjaga,maka kuberanikan diri menciumnya….dia diam saja.
Kucium lagi..dia mengeluh….

“ Mmmmmhhh……” namun masih tak bereaksi,dan aku mersa mendapat angin,maka segera kulumat lumat bibirnya dan lidahku menusuk nusuk langit2 mulutnya,ia mendesah merasakan nikmat dirongga mulutnya dan mulai beraksi….lidahnya membelit lidahku..dan aku menghisap2nya lembut.
Segera aku menindihnya,namun ia nampak kuatir…
“ Ada apa..?” tanyaku, ia menggeleng. Otaku berputar belum memahami fikirannya,hingga suatu saat ia kutanya…
“ Kamu takut aku merusak “ini“ mu yank ..?” tanyaku hati2…ia mengangguk.

Aku mengerti,ternyata ia gelisah karena itu,antara ingin dan takut…
“ Dengar Julia sayank..jika mau aku sudah lakukan dulu2, jadi jika kamu gak mau,maka aku tak akan melakukanya..faham.” kataku meyakinkan,ia mengangguk.
Maka ketika kucium lagi bibirnya ia mulai membalas dengan bernafsu…kuremas payudaranya…” OOOhhh….” ia pun melenguh…
Akhirnya kubuka pakiannya dan pakaianku,ketika tubuhku menindihnya..ia menutup matanya sambil menggigit bibir…maka kulumat kembali bibir yg terkatup itu sehingga mendesis desis…tanganya memeluk kepala dan punggungku.
Tanganku mulai meremas2 payudaranya yg sudang mengeras,sementara bonggolku yg tak mau kompromi,sudah teracung mengangguk angguk dan menempel diperut Julia membuat Julia semakin bernafsu….
Kuturunkan kepalaku dan mulai melumat dan menjilat payudara kananya,sedang yg kiri kuremas2 dengan lembut,putingnya yg mencuat kujilat2 dan diselipkan diantara gigiku,sementara kemaluanku menggesek2 belahan pahanya ….

“ Sssshhhh…ooooohhhhh…ssshhh…eennnakkk….” rintihnya berulang,badannya nampak menggigil tubuhnya terasa panas sekali,sementara nafasnya memburu…
Setelah agak lama aku mulai turun kebawah,menjilat jilat perutnya,turun lagi kebawah,menjilat jilat bawah perutnya…ketika tiba di vaginanya yg gundul itu…Julia mengangkat kepalaku…disela sela desahanya yg tak henti henti, ia berkata parau….
“ Jangannnn…belum dicucciii….” Mana peduli aku,sedangkan aku tengah khusuk2nya menikmati memek gundul yg empuk pada tubuh mulus itu.
Maka kuangkat kedua kakinya sehingga nampaklah lubang vagina perawan itu merah kecoklat coklatan….kubenamkan kepalaku di belahan kemaluan BGT….ia bergetar hebat….mulutnya meracau tak karuan…
‘’’ Ooouuuuhhhkkk….sssshhh…eennnnakkkk bangeeettt…” rintihnya,pantatnya menyembul nyembul menyambut jilatan 2ku dikelentitnya.

Aku semakin bersemangat mengisap dan mengenyot2 vagina Julia, aroma vaginanya yg khas menusuk2 hidungku dan sangat merangsang berahiku…
“ Ssshhh…terruuusss….tteeerrruuusss….” rintihnya sementara kepalanya bergerak kekiri kekanan dengan mulut mendesis desis setengah terbuka. Matanya nampak merem melek merasakan kenikmatan yg melanda vaginanya.
Setelah puas,aku berdiri berbalik dan mengangkanginya….kemaluanku tepat diatas mulutnya,maka ketika kuturunkan,Julia segera mengulumnya blleesss..amblaslah kemaluanku dimulut gadis itu,
Aku Cuma mampu melenguh sambil mendongakkan kepala saking nikmatnya…
“ Ooooouhhhhh…..sayang….enak banget. “ perasaan hangat menjalar dari ujung kepala kontolku keseluruh tubuhku dan aku merasa seperti hendak kencing tetapi nikmat sekali,lidah gadis itu manyapu nyapu lubang kencingku dengan teratur.

Segera kuangkat kedua kaki Julia kearahku,dan kedua pahanya kujepit dengan kedua ketiakku,maka terpampanglah tempat terindah seorang perempuan…sebuah vagina yg terbuka lebar tanpa bulu dimana dibawahnya terdapat lubang dubur berwana kecoklat coklatan yg mengempot empot kembang kuncup.
Segera kubenamkankepalaku disela pahanya,kumasukan lidahku kemulut vagina Julia yg terbuka lebar, ia berhenti sejenak mengulum batangku,sambil mengeluh panjang tubuhnya melengkung merasakan nikmat yg mendera kemaluannya….
“ Ooooohhhhhhhhhh………”

Maka kujilat jilat dengan rakus kelentitnya sambil ku colok colok lubangnya dengan lidahku..Julia bergetar getar menikmati birahi yg dirasakannya. Tubuhnya terasa semakin panas,nafasnya semakin cepat dan tersengal sengal…aku semakin rakus menjilat bahkan kubuka seluruh mulutku menghisap dan menjilat semua isi kemaluan
Julia,sehingga ia semakin menggigil merasakan nikmatnya .
‘ Oohhhh…Pa D,…eennnnakkk bangeetttt….sssshhh…ooohhh…”
Untuk menambah rangsangan birahinya,kumasukan jari kiriku kedalam kemalunya,terasa sempitnya masih menggigit seperti kemarin,maklum aku tidak pernah menyetubuhinya…Julia meronta…pantatnya bergoyang kian cepat…kemaluanku terasa semakin nikmat dimulutnya karena giginya sesekali menggigitku ketika dia merintih atau melenguh akibat isapanku di vaginanya.

Aku semakin bernafsu,maka kuangkat sedikit tubuhku untuk menjangkau lubang dubur yg kuncup mekar itu…lalu kujilat lubang duburnya…dalam nafsu dan nikmat yg melanda duburnya…Julia masih berusaha menahanku,mungkin agak risih….
“ Jangaaannnn…..jangannn…ssshhhh…oookhhh…” tapi aku terus menjilat duburnya dan semakin menekan pantatnya keatas. Julia semakin meliuk liuk merasakan sensasi yg berbeda akibat jilatanku di duburnya…
Ini pertama kali kulakukan padanya,setelah cukup lama dia kuberi pelajaran baru…kembali kelentitnya kujilat jilat dengan cepat hingga pantatnya semakin tersembul sembul…
Tangan kanan ku kucoba menyentuh lubang duburnya,Julia diam saja,maka kuteruskan menekan nekan lubang itu dengan telunjukku sambil tetap menjilat jilat kemaluannya sementara jari kiriku masih keluar masuk di vaginanya…efeknya luar biasa, Julia berkelojotan sambil mendesis desis tak karuan….

“ Ooohhhhhh…sssshhh…terussss…teeerrruuusss……oohhhh..”
Kujilat jari kananku sejenak,dan sambil tetap menjilat kelentitnya kumasukan sedikit demi sedikit jariku ke lubang duburnya….Aku merasakan rasa hangat dan lembut menyerang jariku…jepitan lubang duburnya mencengjaram jariku kuat2….ooo nikmatnya.
Julia Cuma mengeluh kegelian….kukeluarkan sedikit,kumasukan lagi,kukelurkan lagi,kumasukan lagi, lalu kutekan lagi hingga seluruh telunjukku tengelam dilubang dubur Julia…ia mangeluh panjang…badannya bergetar…..
Ketika tanganku masuk seluruh dubur Julia,terasa cincin rektumnya mengeggam kuat jariku dan aku merasa seolah kontolku ada disana…dalam jepitan dubur itu…maka terasa hulu dan bonggolnya semakin nikmat menerima tiap kuluman Julia yg terus keluar masuk….
Selang beberapa saat,Julia semakin cepat menggerakan pantatnya,aku mempercepat isapan dan jilatan di keletitnya…aku tahu Julia hampir mencapai orgasmenya….dan dalam sebuah jeritan panjang…Julia mengejang,tubuhnya melengkung lengkung seperti udang, tangannya menekan kepalaku kuat2 ke vaginanya, matanya yg sayu mendelik delik merasakan vaginanya mengedut ngedut nikmat…

‘ Oh hheeeuuuuhhhhhkkkk….aku kkeellluuuaarrrrr.” erangnya panjang,tubuhnya bergetar dan bergidik sejenak…lalu lemas.
Ketika dia menjerit,aku menghentikan gerakanku dan menyedot seluruh kelentitnya kuat2 sambil menekannya dengan lidahku…
Terasa kedua jariku diremas remas oleh vagina dan pantat Julia,sementara kemaluanku diisapnya kuat2 hingga terasa sebagian giginya mengenai batangku… lalu cairan hangat merembes dari vaginanya menyentuh lidah dan mulutku….dan tubuh Julia mengeloso nampak lemah sekali..kontolku keluar dari mulutnya yg berhenti bergerak…
Tadi Julia kembali merasakan kenikmatan sempurna dan amat hebat akibat ransangan dikedua lubangnya,antara perasaan ingin kencing dan ingin beol membuatnya malah menjadi nikmat tak terhingga…
Melihat kondisi tubuhnya yg benar2 lemah,aku kasian,maka kubisikan sesuatu…ia nampak kaget…

“ Maksudnya dibelakang ?“ Tanyanya heran.
“ Ia sayang…boleh ya, kan kamu tetap perawan ok? “ tanyaku penuh harap…
“ Mmmhhh….mmmhhh…ia deh .” katanya pasrah.
Aku memintanya untuk menungging,ketika dia menurut dan aku menghadapi pantatnya,nafsuku langsung mengegelegak melihat indahnya dubur Julia..ingin segera kumasuki ruang sempit itu…oooo pasti nikmat,kontolku semakin keras terangguk angguk.
Namun aku harus sabar,karena ini pertama kalinya bagi dia. Maka kumajukan mulutku dan menjilat jilat duburnya yg sangat terbuka itu,lalu kujilat kemaluannya…ia mendesis..rupanya ia kembali merasakan nikmat di dubur dan vaginanya…
Namun aku sudah tak sanggup menahan diri lagi,maka dengan hati hati dan badan gemetar,kuarahkan kemaluanku kedubur Julia,…dadaku berdebar keras ketika merasakan hangatnya lubang dubur perawan kecil itu menyentuh bonggolku….

Lalu kucoba menekan pantatku kedepan sambil memeluk pantatnya,namun terasa sempit sekali…sulit aku menembusnya…
“ Oohkkk…ssaakittt…” rintih Julia sambil menarik pantatnya…
“ Tenang sayang,nanti nggak, aku jilat dulu biar licin “ bisikku dengan nafas memburu ditelinganya…lalu kembali kujilat2 duburnya hingga basah kuyup…
Kuarahkan lagi dan dengan hati hati kutekan…masuk ujung kepalanya..rasanya diriku melayang ketika nikmatnya jepitan dubur Julia menjepit kepala batangku…
“ Oooooouhhh ssssaayayyanggg… “ rintihku parau…lalu kugerakan lagi sedikit…masuk lagi setengahya,Julia nampak meringis2 namun tetap menungging…oh tuhanku nikmatnya gak bisa dilukiskan kata2..ketat sekali jepitan duburnya…

“ Ooohhhhh…….ttttaaaahhannnn yyyaaa… “ bisiku dengan nafsu diubun2…terasa hendak muncrat kontolku menahan nikmat yg tiada taranya…
Kutekan kembali dengan pelahan…dan…bllesss….amblaslah seluruh batang kemaluanku menembus dubur Julia…
“ Oooohhh…….” Julia merasa sesuatu menggajal perutnya dan seperti hendak membongkar seluruh isi perutnya sehingga dia merasa mual dan pengen eek…
namun ia merasakan geli geli yg nikmat di duburnya….maka ia membiarkan batangku menembus dasar duburnya….
“ OOOkkhhhhhhhhhhh….” Aku hanya mampu merintih panjang ketika seluruh kemlaunku menbus dubur Julia dan menacap seteguh teguhnya di dubur Julia,terasa dengkulku lemas ,kepalaku tak sadar mendongak kebelakang sedang tubuhku bergetar menahan nikmat yg membuntu kan otakku…sementara tanganku semakin erat memegang pinggangnya yg empuk dan lembut…

“ Sakit sayang ?…kalo sakit mau dicabut…” bisiku ditelinganya..
“ Sekarang gak…terusin aja…Cuma pengen eek..” jawab Julia polos.
Aku segera mendorong kembali batangku duh…nikmatnya,menariknya lagi..duhhh…mendorongnya lagi….aku benar2 tak sanggup lagi bertahan..hanya 3 kali tarik dorong….badanku langsung mengejang dan…crreettt..creeett..crreeeeettttt…air maniku tumpah memenuhi dubur Julia.
Sementara kemaluanku menancap sedalam dalamnya di dubur Julia,
“’ Ooooohhhh… akhuu gakk kuatt….hheeeuuukkhhh…jeritku sambil mngedut ngedut…tubuhku benar benar melayang merasakan nikmatnya kedutan kedutan kemaluanku yg dijepit amat ketat oleh dubur Julia,sehingga tubuh Julia tergontai gontai menerima hujaman hujaman kemaluanku yg dalam dan keras seperti hendak menghancurkan seluruh duburnya…
Entah berapa banyak air mani yg kutumpahkan dianus Julia,dan Julia merasakan hangatnya semburan air maniku menyemprot nyemprot dinding anusnya membuatnya merasa nikmat.

Lalu kuturunkan pantatnya dan aku memeluknya tanpa mengeluarkan kemaluanku diduburnya,ia nampak menikmati saat saat aku menikmati sisa sia kenikmatan yg sedang kurasakan.
Setelah agak lama,kemaluanku mengecil dan keluar sendiri dari dubur Julia,aku menciumnya…ia cuma tersenyum.
Malam itu Julia orgasme sampai 4 kali,sedang aku Cuma 2 kali tapi sangat hebat dan sempurna. Tapi yg penting, Julia masih perawan.

Komentar Anda

comments