agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Cerita Dewasa Daun Muda » Ngewek Dengan Anak SMP Yang Masih Perawan
Ngewek Dengan Anak SMP Yang Masih Perawan

Ngewek Dengan Anak SMP Yang Masih Perawan

CERITA DEWASA –¬†Sebelumnya saya perkenalkan seseorang yang saya kentot, namanya Lia. Lia yaitu yang termasuk imut serta manis untuk gadis seusianya. Tak tahu mengapa, saya menginginkan sekali bersetubuh dengan Lia, saya menginginkan nikmati rasa-rasanya lubang kelamin Lia, yang kubayangkan pastinya masihlah begitu sempit. Ahhh.. nafsuku semakin membara lantaran pikirkan hal semacam itu. Saya coba mencari akal, bagaimana langkahnya supaya keperawanan Lia dapat kudapatkan serta kurasakan. Kutunggu saja saat tepatnya dengan sabar. Tak merasa, selesailah film panas yang tengah kami lihat. Nada Lia pada akhirnya memecahkan keheningan.

Oom, tuh tititnya berdiri lagi. kata Lia sembari menunjuk ke arah batang kemaluanku yang sedang tegang. Iya nih Lia, namun biarin saja deh, bagaimana dengan filmnya? jawabku enjoy. Bagus kok Oom, sama seperti apa yang ayah serta ibu kerjakan, serta Lia terdapat banyak pertanyaan buat Oom nih. Lia kelihatannya menginginkan bertanya suatu hal. Pertanyaannya apa? tanyaku. Mengapa sih, jika berolahraga gituan mesti masukin titit ke apa tuh, Lia ngga ngerti? bertanya Lia. Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau dimaksud juga lubang memek, tentu ayah Lia juga lakukan hal semacam itu ke ibu kan? jawabku menjelaskan. Iya benar Oom, ayah tentu masukin tititnya ke lubang yang ada pada memek ibu. Lia membetulkan jawabanku. Tersebut seninya berolahraga beginian Lia, dapat dikerjakan sendiri, dapat pula dikerjakan berdua, berolahraga ini spesial untuk dewasa. kataku berikan keterangan ke Lia. Lia telah bisa ngga Oom.. lakukan berolahraga seperti itu? bertanya Lia lagi.

Ouw.. berikut yang saya tunggulah.. basic rezeki.. senantiasa saja datang sendiri. Bisa sih, dengan satu prasyarat janganlah katakan sama ibu serta ayah. jelasku. Jelas saja saya membolehkan, sebab tersebut yang kuharapkan. Lia mesti tahu, bila Lia lakukan berolahraga beginian bakal terasa capek sekali namun akan rasakan enak. tambahku. Masa sich Oom? Namun sepertinya ada benarnya juga sih, Lia saksikan sendiri ibu juga kelihatannya terasa capek namun juga terasa keenakan, hingga menjerit-jerit lho Oom, terlebih terkadang seperti ingin nangis. Lia yang polos rupanya telah mulai tertarik serta kelihatannya menginginkan tahu bagaimana rasa-rasanya. Memang gitu kok. Ee, mumpung masihlah siang nich, ibu Lia juga masihlah lama pulangnya, jika Lia memanglah menginginkan berolahraga beginian, saat ini saja bagaimana? saya telah tak sabar menginginkan lihat pesona kemaluannya Lia, pastinya mengagumkan.

Ayolah! Lia mengiyakan. Memanglah rasa menginginkan tahu anak gadis seusia Lia sangat besar. Ini yaitu hal baru untuk Lia. Selekasnya saja kusiapkan semua sesuatunya di otakku. Saya menginginkan Lia rasakan apa yang belum pernah dirasa terlebih dulu. Kaos singlet yang melekat di badanku sudah kulepas. Saya telah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras serta tegang. Baru pernah seumur hidupku, saya telanjang dihadapan seseorang gadis belia berusia 12 th.. Lia cuma tersenyum-senyum memandangi batang kemaluanku yang berdiri dengan megahnya. Mungkin saja lantaran rutinitas lihat ayah serta mamanya telanjang bulat, hingga melihatku telanjang bulat adalah hal yg tidak aneh lagi untuk Lia.

Kusuruh Lia untuk buka semua bajunya. Awalannya Lia memprotes, namun sesudah kuberitahu serta kucontohkan mengapa ibu Lia telanjang bulat, serta mengapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memanglah telah demikian semestinya. Pada akhirnya Lia ingin melepas bajunya satu persatu. Saya lihat Lia melepas bajunya dengan mata tak berkedip. Pertama sekali, lepaslah baju sekolah yang dipakainya, lantas rok biru dilepaskan juga. Saat ini Lia tinggal kenakan kaos dalam serta celana dalam saja. Dibalik kaos dalamnya yang cukup tidak tipis itu, saya telah lihat dua tonjolan kecil yang mencuat, pastinya puting susunya Lia yang baru tumbuh. Barusan saya berpikiran seperti itu, Lia telah buka kaos dalamnya itu serta seperti apa yang kubayangkan, puting susu Lia yang masihlah kuncup, membenjol tampak dengan terang di ke-2 mataku. Puting susu itu demikian indahnya. Lain sekali dengan yang umum kulihat serta kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka telah merekah serta masak, sedang ini, saya cuma dapat menelan ludah.

Payudara Lia memanglah belum terlihat, sebab lantaran aspek umur. Walau demikian puting susunya telah mulai memperlihatkan akhirnya. Membenjol cukup besar serta mencuat menantang untuk di nikmati. Warna puting susu Lia coklat kemerahan, saya lihat puting susu itu menegang tanpa ada Lia menyadarinya. Lantas Lia melepas juga celana dalamnya. Kembali saya dibuatnya begitu bernafsu, kemaluan Lia masihlah berbentuk garis lurus, seperti umumnya punya anak-anak gadis yang kerap kulihat mandi di sungai. Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu juga, masihlah gundul. Saya sungguh-sungguh lihat panorama yang mengagumkan ini. Terbengong-bengong saya dibuatnya.

Baca Juga : Ibu Tiriku Juga Ku Kentot

Oom, telah semuanya nih, telah siap nih Oom. Saya tersentak dari lamunan demikian mendengar Lia bicara. Oke, saat ini diawali yaaa? Kuberi sinyal ke Lia agar tiduran di sofa. Pertama sekali saya memohon ijin ke Lia untuk menciuminya, Lia mengijinkan, rupanya lantaran begitu menginginkan atau lantaran Lia memanglah telah mulai menuruti nafsunya sendiri, saya kurang tahu. Yang utama bagiku, saya rasakan liang perawannya serta menyetubuhinya siang ini. Saya ciumi kening, pipi, hidung, bibir serta lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin saja. Lia cuma diam seribu bhs, nikmati sekali apa yang kulakukan padanya. Sesudah senang saya menciuminya, Lia, bisa ngga Oom netek ke Lia? tanyaku memohon. Namun Oom, tetek Lia kan belon sebesar seperti miliki ibu. kata Lia sedikit memprotes. Ngga apa-apa kok Lia, tetek segini terlebih lebih enak. kilahku memberikan keyakinan Lia. Ya deh, terserah Oom saja, seandainya ngga sakit saja. jawab Lia pada akhirnya memperbolehkan. Ditanggung deh ngga sakit, terlebih Lia bakal rasakan enak serta nikmat yang tidak ada tara. jawabku lagi.

Selekasnya saja kuciumi puting susu Lia yang kiri, Lia terasa geli serta menggelinjang-gelinjang keenakan, saya rasakan puting susu Lia mulai alami penegangan keseluruhan. Setelah itu, saya hisap ke-2 puting susu itu bertukaran. Lia melenguh menahan geli serta nikmat, saya selalu menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedang puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir. Oom, kok enak banget nihhh oohhh enakkk desah Lia keenakan. Lia selalu merancau keenakan, saya begitu suka sekali. Sesudah demikian lama saya menyusu, saya bebaskan puting susu itu. Puting susu itu telah memerah serta begitu tegangnya. Lia telah terasa mabuk oleh kesenangan. Saya bimbing tangannya ke batang kemaluanku.

Lia, kocok dong tititnya Oom Agus. saya memohon Lia untuk mengocok batang kemaluanku. Lia mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan tak teratur. Saya menyadarinya, lantaran Lia masihlah amatir, hingga pada akhirnya saya malah terasa sakit sendiri dengan kocokan Lia itu, jadi kuminta Lia untuk menghentikannya. Setelah itu, kuminta Lia untuk mengangkangkan ke-2 kakinya lebar-lebar, tanpa ada ajukan pertanyaan Lia segera saja mengangkangkan ke-2 kakinya lebar-lebar, saya terpana sebentar lihat vagina Lia yang merekah. Semula kemaluan itu cuma sejenis garis lurus, saat ini dihadapanku tampak dengan terang, buah klitoris kecil Lia yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ada ditumbuhi rambut sedikit juga, serta yang terlebih, lubang kemaluan Lia yang masihlah begitu sempitnya. Bila kuukur, cuma seukuran jari kelingking lubangnya.

Saya kerjakan seks dengan mulut, kuciumi serta hisap kemaluan Lia dengan lembut, Lia kembali melenguh. Lenguhan yang begitu erotis. Meram melek kulihat mata Lia menahan nikmatnya hisapanku di kemaluannya. Kusedot klitorisnya. Lia menjerit kecil keenakan, hingga tak berapakah lama. Oom, enak banget sih, Lia suka sekali, terussinnn pinta Lia. Saya melanjutkan mengisap-hisap vagina Lia, serta Lia makin mendesah tak karuan. Saya meyakini Lia nyaris meraih puncak orgasme pertamanya sepanjang hidup. Oommm ssshhh Lia ingin pipis nich.. Lia rasakan ada suatu hal yang menekan menginginkan keluar, seperti menginginkan kencing. Tahan dikit Lia tahan yaaa sembari saya selalu menjilati, serta mengisap-hisap kemaluannya. Telah ngga tahan nich Oommm aahhhTubuh Lia mengejang, tangan Lia berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masihlah ada diantara selangkangannya.

Lia nyatanya telah tiba pada klimaks orgasme pertamanya. Saya suka sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Tersebut cairan mani enaknya Lia. Oohhh Oom Agus Lia terasa lemes serta enak sekali apa sih yang baru saja Lia alami, Oom? bertanya Lia pada sadar serta tak. Tersebut puncaknya Lia.., Lia sudah meraihnya, pingin lagi ngga? tanyaku. Iya.. iya.. pingin Oom jawabnya segera. Saya rasakan bila Lia menginginkan merasakannya lagi. Saya tak segera mengiyakan, kusuruh Lia istirahat sebentar, kuambilkan sejenis obat dari dompetku, obat dopping serta kusuruh Lia untuk meminumnya. Lantaran sebentar lagi, saya bakal menembus lubang perwannya yang sempit itu, jadi saya menginginkan Lia dalam kondisi fresh bugar.

Tak berapakah lama, Lia kulihat sudah kembali fit. Lia tadi Lia telah meraih puncak pertama, serta masihlah ada satu puncak lagi, Lia menginginkan meraihnya lagi kan..? bujukku. Iya Oom, ingin dong Lia mengiyakan sembari manggut-manggut. Ini kelak bukanlah puncak Lia saja, namun juga puncak Oom Agus, ini finalnya Lia kataku lagi menerangkan. Final? Lia mengerutkan dahinya lantaran tak memahami maksudku. Iya, final.., Oom menginginkan memasukan titit Oom ke lubang memek Lia, Oom jamin Lia bakal rasakan suatu hal yang lebih enak lagi dibanding yang tadi. pada akhirnya saya katakan final yang saya maksudkan. Ooh ya, namun.. Oom.. apa titit Oom dapat masuk tuh? Lubang memek Lia kan sempit begini sedang tititnya Oom.. gede banget gitu Lia sembari menunjuk lubang enaknya. Pelan-pelan dong, nanti tentu dapat masuk kok.. cobain ya..? pintaku lagi. Iya deh Oom Lia dengan cara automatis sudah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Lia yang masihlah super sempit itu. Demikian menyentuh lubang enaknya, saya terasa seperti ada yang menggigit serta menyedot kepala kemaluanku, benar-benar sangat susah untuk memasukkannya. Sesungguhnya mungkin kupaksakan, namun saya tidak mau Lia rasakan kesakitan. Kutekan sedikit untuk sedikit, kepala kemaluanku dapat masuk, Lia mengaduh serta menjerit lantaran terasa perih. Saya menyuruhnya menahan. Dampak dari obat dopping itu tadi yaitu untuk sedikit meredam rasa perih, setelah itu kutekan kuat-kuat. BlusssLia menjerit cukup keras, Ooommm tititnya sudaaahhh masuk kkaahhh? Telah sayang tahan ya kataku sembari mengelus-ngelus rambut Lia.

Saya mundurkan batang kemaluanku. Lantaran begitu sempitnya, nyatanya bibir kemaluan Lia turut menggembung lantaran tertarik. Kumajukan lagi, lalu mundur lagi perlahan-lahan namun tentu. Sekian waktu, Lia juga kelihatannya telah rasakan enak. Sesudah cairan mani Lia yang ada di lubang perawannya makin membanjir, jadi lubang kesenangan itu telah sedikit merekah. Saya menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali nyatanya. Hisapannya memanglah tidak ada duanya. Saya terasa keringat sudah membasahi badanku, kulihat juga keringat Lia juga telah sedemikian banyak.

Sembari kuterus berpacu, puting susu Lia kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Lia saya pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Saya rasakan Lia telah keluar sekian kali, sebab saya terasa kepala batang kemaluanku seperti tersiram oleh cairan hangat sekian kali dari dalam lubang surga Lia. Saya ubah posisi. Bila tadi saya yang diatas serta Lia yang dibawah, saat ini berbalik, saya yang dibawah serta Lia yang diatas. Lia seperti kesetanan, seperti cowboy menunggang kuda, oh enak sekali rasa-rasanya di batang kemaluanku. Naik turun didalam lubang surga Lia.

Demikian lama saat berlalu, saya terasa puncak orgasmeku telah dekat. Kubalik lagi posisinya, saya diatas serta Lia dibawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lantas saya peluk erat sekali badan kecil dalam dekapanku, kubenamkan semua batang kemaluanku. Saya menegang hebat. Crruttt crrutttCairan maniku keluar sangat banyak didalam lubang kemaluan Lia, sedang Lia telah rasakan kelelahan yang sangat begitu. Saya cabut batang kemaluanku yang masihlah tegang dari lubang kemaluan Lia.
Lia kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa ada merasa, Lia segera tertidur, saya bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yang perlahan-lahan merembes keluar, kukenakan kembali semuanya bajunya, lantas kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Saya rebahkan badan mungil yang terkulai capek serta tengah tertidur ditempat tidurnya sendiri, lalu kucium keningnya. Terima kasih Lia atas kenikmatannya tadi. Malam juga tiba.

Esok harinya, Lia mengeluh lantaran masihlah terasa perih di vaginanya, untungnya Tante Linda tidak paham, Hari berlalu selalu. Kerapkali saya lakukan berolahraga senggama dengan Lia, pastinya tanpa ada sepengetahuan Oom Joko serta Tante Linda.

Komentar Anda

comments