agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Ngewek Dengan Istri Bos
Ngewek Dengan Istri Bos

Ngewek Dengan Istri Bos

CERITA DEWASAKU – Pada kesempatan kali ini saya akan menceNancykan sebuah ceNancy yang diambil dari pengalaman nyata. CeNancy ini adalah pengalaman yang terjadi pada diri saya sendiri. Kejadian ini terjadi pada saat saya masih bekerja pada bos saya di rumahnya. Semua nama di ceNancy ini adalah nama samara untuk melindungi orang yang terlibat dalam ceNancy ini.

Pengalamanku ini terjadi pada saat aku masih bekerja sebagai penulis di rumahnya. Saya adalah seorang penulis yang bekerja pada seorang agen penulisan, sebutlah nama samara bosku adalah Supriyanto. Bosku Supriyanto menggunakan salah satu kamar rumahnya untuk

dijadikan kantor tempat bawahannya bekerja. Saat ini Supriyanto hanya memiliki satu orang bawahan, yaitu saya sendiri.

Pekerja Supriyanto yang lain telah keluar karena perlakuan Supriyanto yang tidak adil. Supriyanto sering kali memotong, bahkan tidak membayar pekerjaan bawahannya. Namun Supriyanto tetap tidak belajar dari pengalamannya, Supriyanto tetap tidak membayar hasil kerja dari pekerja terakhirnya ini.

Tidak hanya itu, Supriyanto memiliki sifat yang suka berselingkuh. Saya sering kali disuruh menginap di rumahnya untuk menyelesaikan banyak pekerjaan yang sering kali tidak dibayar. Sebenarnya, saya sendiri sudah ingin keluar saat itu. Namun, saat itu aku masih memiliki uang di bosku yang tidak bisa kutinggalkan begitu saja.

Setelah sekian banyaknya pekerjaanku yang tidak dibayar, aku mulai berpikir untuk memanfaatkan keadaan. Istri bosku adalah seorang wanita yang cantik, sebutlah namanya Nancy. Hampir semua orang yang datang ke rumah Supriyanto, datang karena istrinya. Namun, sayang Supriyanto adalah tukang selingkuh.

Malam-malam selama aku menginap selalu dipenuhi oleh pertengkaran suami istri di tengah malam. Supriyanto biasanya pergi pada pagi atau siang hari dan pulang tengah malam setiap hari. Setelah pulang, Supriyanto mulai bertengkar di tengah malam dan mengganggu siapapun yang mendengarnya. Saat malam, istrinya selalu tidur menunggu Supriyanto pulang tengah malam.

Pada suatu malam, aku sedang menginap di rumah Supriyanto untuk mengeprin beberapa buku. Jam sepuluh malam Supriyanto belum pulang ke rumah. Aku tahu Supriyanto sedang meniduri selingkuhannya atau sedang dalam perjalanan pulang. “Ngapain sih selingkuh? Istri sudah cantik seperti Nancy disia-siakan seperti itu, sedang hamil pula!” Pikirku sambil menunggu mesin prin di depanku. Pada saat itu aku tersadar dan berpikir “Benar! Sia-sia sekali istri secantik itu dibiarkan begitu saja! Kukerjai saja dia sebagai ganti upah kerjaku yang tidak Supriyanto bayar.” Aku mulai memikirkan rencana untuk megerjai istri Supriyanto, bosku sendiri. Aku tahu kalau pintu yang memisahkan tempat kerjaku dan rumah utama telah macet dan tidak bisa dikunci.

Aku bisa mengerjai istri Supriyanto dengan bebas, aku hanya perlu berhati-hati saat melakukannya agar tidak ketahuan. Aku berusaha mendengarkan dari balik pintu suara tidur di rumah utama. Setelah yakin bahwa tak ada suara tanda-tanda aktivitas di dalam rumah utama, aku memberanikan diri untuk membuka pintu.

Pintu itu cukup didorong sedikit agar bisa terbuka karena kuncinya sudah rusak. Aku mendorongnya perlahan agar tidak menimbulkan suara keras. Satu desakan lembut, dan pintu tersebut terbuka. Aku mengintip sedikit memastikan bahwa istri Supriyanto tertidur pulas.

Matanya tertutup, nafasnya teratur, saatnya bersenang-senang. Aku merangkak dan mendekat perlahan-lahan dengan jantung berdetak keras dan nafas memburu. Rasa takut ketahuan dan terangsang bercampur, sungguh campuran perasaan yang menarik dan menyenangkan.

Setelah dekat, aku memandang tubuh Nancy dengan takjub. Kulit putih yang yang tampak sangat halus. Tubuh yang indah dengan wajah yang cantik ini telah membuat banyak pria ingin menidurinya. Perutnya membuncit karena dia sedang hamil lima bulan, “Kejam sekali Supriyanto, istri sedang hamil dia malah selingkuh dengan perempuan lain.” kataku dalam hati. “Well kalau Supriyanto tidak mau istrinya, sebaiknya untukku saja.” pikirku, lagipula aku selalu penasaran dengan wanita hamil.

Nancy tidur dengan posisi membelakangiku dengan kaki terbuka. Baju dasternya yang berwarna biru tua tersingkap hingga memperlihatkan kaki indahnya yang berwarna putih. Celana dalamnya yang berwarna krem terlihat dengan jelas, aku yakin tindakanku ini benar-benar di luar dugaan mereka. Aku menyingkapkan daster Nancy untuk melihat tubuhnya lebih banyak lagi.

Terlihatlah seluruh pantat Nancy di depan mataku. Pelan-pelan aku mengelusnya dari paha hingga ke pantatnya, agar Nancy tidak terbangun. Aku sangat takut Nancy tiba-tiba terbangun dan melihat perbuatanku padanya, aku akan berada dalam masalah besar. Aku menciumi pantat Nancy dan terkadang menjilatnya sedikit.

Saat aku sedang menikmati pantat Nancy, tiba-tiba aku mendengar suara motor mendekat. “Supriyanto pulang!” pikirku dengan panic. Aku merapikan daster Nancy dan segera kembali ke ruangan tempat kerjaku. Mesin prin masih terus mengeprin buku yang seharusnya aku awasi. Setelah menanyakan pekerjaanku, Supriyanto dan Nancy kembali melakukan rutinitasnya bertengkar di tengah malam.

Keesokan paginya Supriyanto mengizinkan aku untuk pulang sebentar dan tidur dan tidur beberapa jam. Siangnya aku ditelepon untuk datang lagi ke rumah Supriyanto dan meneruskan proses mengeprin buku. Tak lama kemudian, Supriyanto pergi dengan alasan akan pergi ke beberapa penerbit.

“Padahal tak usah berbohong karena baik aku ataupun istri Supriyanto sudah mengetahui Supriyanto akan pergi ke tempat selingkuhannya.” pikirku dalam hati. Setelah pertengkaran yang cukup hebat dengan istrinya, pergilah Supriyanto dari rumah.

Sekali lagi, seperti biasa, Supriyanto meninggalkan istrinya serumah dengan pria lain. Jam setengah sepuluh malam rumah sudah sepi, hanya suara mesin prin yang sedang bekerja. “Saatnya aku beraksi” pikirku sambil menyiapkan kertas yang banyak di mesin prin. Aku mendorong pintu dan masuk ke kamar tidur Nancy.

Nancy sedang tidur nyenyak dengan pakaian yang tersingkap hingga mencapai dadanya. “Wow! Kemarin aku puas menciumi pantatnya, sekarang ke payudaranya ah!” pikirku. Aku menaikkan dasternya lebih tinggi lagi, hingga seluruh payudaranya terlihat. Aku meremasnya perlahan dan menciuminya.

Kemudian, aku tertarik untuk melihat putting payudaranya. Aku menarik BH Nancy ke bawah perlahan-lahan. Aku takut Nancy terbangun saat aku sedang melucuti pakaiannya. Ternyata puting Nancy sangatlah lucu, mirip dengan puting payudara anak-anak. Puting payudara Nancy ukurannya kecil, berwarna coklat gelap, lingkaran sekelilingnyapun tidak besar.

Aku tidak tahan lagi, aku ingin menghisap payudaranya, walaupun aku takut Nancy terbangun. Aku membuka mulutku dan bersiap menghisap puting coklat Nancy. Mulutku menutup dan puting Nancy berada dalam dalam bibirku. Aku berhenti sebentar dan memperhatikan wajah Nancy, takut Nancy terbangun. Aroma puting Nancy sangat wangi, seperti wangi vanilla, kusadari dia sedang hamil dan payudaranya sedikit basah. Kemudian aku menghisapnya perlahan-lahan dan selembut mungkin.

Ngewek Dengan Istri Bos

Beberapa lama aku menghisap putting payudara Nancy yang wangi dan lezat. Aku mulai lupa diri dan ingin menusukkan penisku ke vagina Nancy. Aku kemudia memposisikan tubuhku agar dapat mensetubuhi Nancy. Walau aku takut Nancy terbangun, aku ingin mencoba terlebih dahulu. Aku menarik celana dalam Nancy dari belakang dengan perlahan. Tak lama kemudian aku berhasil melihat belahan pantatnya. Kemudian diikuti dengan lubang pantatnya dan lubang vaginanya.

Baca Juga : Pecah Perawanku Karena Dosen Biadab

Lubang pantat Nancy berwarna coklat gelap, bergerak-gerak mengikuti irama nafas Nancy, Kadang lubang tersebut berkedut-kedut beberapa kali, aku tidak tahu mengapa. Kemudian aku mulai memposisikan tubuhku untuk menyetubuhi Nancy. Aku menempelkan kepala penisku ke vagina Nancy untuk melihat reaksinya. Nancy terlihat masih tidur dan belum terbangun sama sekali, tampaknya Nancy kalau sudah tertidur sulit untuk bangun.

Aku menjadi semakin berani untuk menyetubuhi Nancy. Aku menekan penisku ke dalam vagina Nancy lebih dalam dengan perlahan. Aku sempat merasakan sempitnya vagina Nancy dan panas tubuhnya di sekeliling penisku. Namun, tiba-tiba Nancy melenguh keras dan menutup kakinya hingga penisku tertarik keluar. Aku kaget setengah mati, kukira Nancy akan terbangun dan memergokiku sedang menyetubuhinya. Penampilanku sekarangpun sudah tidak bisadisangkal, dengan penis tegang keluar dari celana. Pakaian Nancy-pun sedang dalam posisi hampir terbuka.

Aku segera merapikan pakaian Nancy dan pergi dari kamar tidurnya. Kemudian melanjutkan pekerjaanku mengawasi mesin prin. Tak lama kemudian, Supriyanto pulang dan menanyakan pekerjaanku. Setelah bertengkar, Supriyanto dan Nancy tidur, meninggalkan aku sendirian di tempat kerjaku.

Aku mulai berpikir untuk mengerjai Nancy dengan lebih cepat dan tidak perlahan-lahan. Terlalu banyak waktu terbuang hanya untuk berhati-hati dan takut ketahuan. Supriyanto keburu pulang dan resiko ketahuan yang besar menjadi pikiranku selama beraksi.

Kemudian aku mendapat ide untuk menggunakan obat tidur. Aku segera mencari di internet untuk membeli obat tidur. Setelah memesan, obat tidur tersebut datang tiga hari kemudian. Aku menyusun rencana untuk menggunakan obat tidur tersebut pada Nancy.

Malamnya Supriyanto sedang pergi dan Nancy sedang menonton televisi di ruang tamu. Kemudian aku segera membuat alasan untuk membuat kopi agar dapat masuk ke rumah utama. Begitu Nancy lengah aku memasukkan obat tidur cair ke minumannya dan kedua anaknya yang masih kecil. Aku masuk kembali ke ruang kerjaku. Setelah kutunggun lama suara televisi masih menyala, namun tidak terdengar suara Nancy ataupun anak-anaknya.

Aku memberanikan diri untuk masuk dan membuka pintu dengan cara normal. Setelah aku masuk ternyata Nancy dan kedua anaknya masih berada di ruang tamu. Nancy tertidur di kursi dan anaknya tertidur di lantai masih memegang mainan yang sedang dimainkannya. Aku menggelengkan kepala, tidak percaya bahwa aku akan memperkosa wanita hamil yang sedang tidur.

Aku kemudian menguji apakah Nancy sudah sudah benar-benar tertidur atau belum. “Teh Nancy, teh Nancy bangun” kataku sambil menepuk dan menggoyangkan tubuhnya. Nancy tidak juga bangun dan masih tertidur pulas. Untuk meyakinkan aku meremas payudaranya perlahan, kemudian aku meremasnya dengan keras untuk melihat reaksinya. Ternyata Nancy tidak juga terbangun, nampaknya obat tidur tersebut benar-benar berfungsi dengan baik.

Kemudian aku menyeret tubuh Nancy ke kamar tidurnya. Aku tak punya banyak waktu karena Supriyanto akan segera pulang, dan aku tak ingin dia memergokiku sedang memperkosa istrinya. Aku cepat-cepat membuka bajunya dan bajuku sendiri. Kuciumi seluruh badannya dengan penuh nafsu, karena aku tahu kini apapun yang kuperbuat Nancy takkan terbangun.

Kuposisikan tubuh Nancy dengan posisi terlentang hingga aku bebas menjamah seluruh tubuhnya. Perutnya yang sedang hamil tampak membusung ke atas. Kemudian aku menghisap putting payudaranya, tidak seperti beberapa hari lalu, malam ini aku menghisapnya dengan keras.

Kuremas payudara Nancy yang satu lagi, satu kuremas, satu kuhisap terkadang bergantian. Setelah beberapa lama, kurasakan tanganku basah di payudara Nancy, dan hanya ada satu penjelasan, ini air susu Nancy. Setelah terpana sebentar, aku mulai menjilati air susunya. Ternyata rasanya cukup enak dan wangi. Aku masih belum puas merasakan air susu Nancy dan masih ingin terus meminumnya.

Aku menghisap air susu Nancy dari putting payudara, kuremas kemudian setelah susunya keluar aku hisap hingga habis, terus seperti itu. Setelah beberapa saat aku tahu teknik untuk mengeluarkan air susunya tanpa harus meremasnya dengan tangan. Setelah aku merasa enek, enek karena air susu yang seharusnya untuk bayi, lucu sekali.

Karena aku merasa sudah cukup puas dengan payudaranya, aku ingin melakukan hal yang lain. Aku melihat bibir Nancy yang indah dan jadi sangat ingin menciumnya. Aku mendekatkan wajah dan mencium bibirnya. Rasa mulut Nancy jujur saja rasa mi instan, sepertinya di baru makan mi instan.

Aku mengeluarkan penisku dan mendekatkannya ke wajah Nancy. Setelah menggosokkannya ke bibir Nancy, aku menekan penisku ke dalam mulut Nancy. Setelah memasuki mulut Nancy aku mulai menggerakkan penisku keluar masuk. Mulut Nancy dipenuhi penisku dan becek karena liurku. Kemudian Nancy bergerak secara reflek berusaha mengeluarkan penisku dari mulutnya. “Sayang sekali…” pikirku dalam hati.

Aku mengganti tergetku pada vaginanya, yang belum kusentuh dari tadi. Aku membuka kedua kaki Nancy hingga posisinya kini mengangkang, siap dimasuki penisku. Aku tidak ingin melakukannya dengan pelan, aku ingin melakukannya dengan keras dan kasar, toh Nancy takkan terbangun kali ini.

Kugosokkan penisku di bibir lubang vagina Nancy agar tak meleset saat kumasukkan. Setelah letaknya tepat aku segera bersiap untuk memasukkan penisku ke vagina Nancy. Dengan satu hentakan keras, BLESSS aku menusukkan penisku ke dalam vagina Nancy sekuat tenaga. Nancy tetap diam saja, hanya ekspresi wajahnya yang sedikit mengerut.

CeNancy Dewasa 2016 Birahi Tinggi Istri Bosku – Aku mendiamkan sebentar penisku di dalam vagina Nancy, mencoba meresapi panas tubuhnya dan gerakan di dalam vaginanya. Vagina Nancy seakan bernapas dengan jepitan yang mengeras dan mengendur di sekeliling penisku. Penisku mulai kukeluarkan dan kuhentakkan kembali dengan keras. Aku melakukannya beberapa kali karena setiap kali melakukannya vagina Nancy berkedut-kedut di bagian dalam.

Setelah melihat jam, ternyata sudah lewat setengah jam sejak aku mulai bermain dengan tubuh Nancy. Aku mulai menggenjot badan Nancy dengan cepat dan kuat. PLOK PLOK PLOK PLOK suara paha kami saat bertemu karena genjotanku. Sambil terus kugenjot, aku menciumi seluruh permukaan tubuhnya. Lenguhan-lenguhan kecil keluar dari bibirnya yang indah. Payudara dan seluruh dadanya kujilati, kuremas, dan kuhisap dengan rakus. Perutnya yang membusung kupeluk dan kuciumi pula, aku ingin merasakan dengan jelas kalau aku sedang memperkosa wanita hamil dan berjilbab pula.
Sekarang yang membuatku bingung adalah apakah aku harus mengeluarkan maniku di luar atau di dalam. Setelah hampir setengah jam menggenjot tubuh Nancy, aku merasakan maniku sudah siap keluar. Pada saat merasakan sudah mencapai puncaknya, aku memutuskan untuk mengeluarkan maniku di dalam vagina Nancy. Kutekan keras penisku ke dalam vagina Nancy agar maniku keluar di tempat paling dalam di tubuh Nancy.

CROT CROT CROT maniku akhirnya keluar di dalam vagina Nancy. Aku dapat merasakan maniku keluar dan membanjiri vagina Nancy. “Oh, oh, oh yeah,” kataku tak kuasa menahan nikmat orgasme yang membuat seluruh tubuhku menegang. Setelah kulepaskan penisku dari vagina Nancy, air maniku sedikit menetes dari vaginanya.

Aku berpikir, “Bagaimana dengan bayi di dalam rahimnya ya?” karena aku baru saja memasukkan sperma dalam jumlah besar. Aku pernah mendengar kalau seorang wanita akan keguguran kalau diperkosa pada saat mengandung. Tapi kemudian aku berpikir lagi, “Memang aku peduli? Aku rasa tidak! Lebih baik aku teruskan, karena bagaimanapun sudah terlambat menyesal sekarang.”

Setelah tenagaku pulih, aku siap untuk bermain dengan tubuh Nancy minimal satu kali lagi. Tubuh Nancy kuposisikan agar menungging, karena aku ingin memperkosanya dari belakang. Kunaikkan pantatnya ke atas dan menciumi pantatnya. Pada saat sedang asyik menciumi, aku melibat lubang anusnya. Aku terpana dengan gerakannya yang seakan mengundangku untuk melakukan anal seks padanya. Namun, aku terpaksa harus menolak, karena jika ketahuan ada bekas anal seks, mereka akan curiga.

Kumasukkan sekali lagi penisku ke dalam vagina Nancy dari belakang. Setelah posisiku mantap, aku genjot vagina Nancy dengan cepat dan kuat. Kini tak hanya terdengar suara paha saja yang terdengar. Kini, suaranya terdengar lebih becek karena banyaknya cairan dalam vagina Nancy.

Setelah puas dengan posisi menungging, kuangkat tubuh Nancy hingga dia berada dalam posisi mendudukiku. Aku harus terus menahan tubuh Nancy agar tak terjatuh. Posisi duduk membuat ukuran perut Nancy yang sedang hamil terlihat dengan jelas. Sambil terus merabai tubuhnya dari belakang, aku terus menggenjot tubuh Nancy.

Perut dan payudara Nancy bergoncang mengikuti gerakan genjotanku. Remasanku pada payudara Nancy semakin keras hingga air susunya memercik ke kasur. Namun, posisi duduk cukup membuat pegal karena aku harus menahan berat tubuh Nancy. Aku mengganti posisi agar aku dapat kembali menikmati tubuh Nancy dengan nyaman.

Kurebahkan tubuh Nancy dengan posisi menyamping dan aku di belakangnya. Kuangkat kaki Nancy yang kanan dan menyelipkan kaki kananku di antara kaki Nancy. Kemudian, kumasukkan penisku kembali ke vagina Nancy yang sudah becek karena cairan dari vaginanya.

Kulanjutkan genjotanku pada Nancy, sambil menciumi seluruh tubuhnya. Tanganku meremas payudaranya yang indah dengan keras. Puting payudara Nancy kupuntir dan kucubit sepuasnya. Setelah beberapa saat aku mulai mencapai puncak kenikmatanku. Aku angkat kaki Nancy agar aku dapat menggenjot vaginanya dengan kecepatan maksimal.

Dengan posisi berlutut aku menggenjot vagina Nancy dengan kencang. Kuangkat bagian bawah tubuh Nancy agar mani yang kukeluarkan langsung masuk dan tak tumpah kemana-mana. Saat mencapai orgasme aku tak kuasa menahan getaran tubuhku. “Oh! Ah! Oh!” aku melenguh karena kenikmatan orgasme yang menguasai tubuhku.

Setelah kucabut penisku, aku tetap mengangkat bagian bawah tubuh Nancy agar air maniku tidak keluar dari vagina Nancy. Setelah beberapa saat, aku membersihkan tubuh Nancy yang penuh air liurku menggunakan kain lapel. Kubersihkan vagina Nancy dari air mani yang menetes.

Kurapikan pakaian Nancy dan kuposisikan seperti orang yang tidur. Kubaringkan kedua anak Nancy di tempat tidurnya. Kemudian aku kembali mengawasi mesin prin yang ternyata kehabisan kertas. Jam setengah satu Supriyanto pulang ke rumah dan menanyakan pekerjaanku. Perbedaannya malam itu tak ada pertengkaran karena Nancy masih tidur dan Supriyanto tidak menyadari apa yang kulakukan pada istrinya.

Kini dengan berbekal obat bius, setiap aku menginap di rumah Supriyanto aku selalu memperkosa Nancy. Nancy dan Supriyanto tidak pernah menyadarinya atau tidak perduli aku tidak tahu. Pernah beberapa kali aku memperkosa Nancy saat Supriyanto sedang tidur di sampingnya. Tentu saja aku harus keluar sebelum ada masalah yang terjadi yang menyebabkanku masuk penjara.

Karena memperkosa Nancy sudah mulai membosankan dan tidak menarik lagi, aku memutuskan keluar dari tempat kerja Supriyanto. Aku keluar dari tempat kerja Supriyanto karena aku sudah muak kerja tanpa dibayar oleh Supriyanto. Beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar bahwa istri Supriyanto telah melahirkan. Saat aku berkunjung ke rumah Supriyanto, aku melihat bayi yang tadinya berada dalam kandungan Nancy.

Anak Nancy ternyata sangat lucu dan sehat tanpa ada cacat sama sekali. Ternyata pemerkosaan yang kulakukan pada Nancy sama sekali tidak berpengaruh pada rahim Nancy dan kandungannya. Sekarang aku keluar untuk selamanya dari tempat kerja Supriyanto karena bosan, sudah tidak ada lagi yang bisa kulakukan di sini.

Komentar Anda

comments