agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Ngewek Dengan Ponakanku Yang Masih Lugu
Ngewek Dengan Ponakanku Yang Masih Lugu

Ngewek Dengan Ponakanku Yang Masih Lugu

CERITA DEWASA – Saya masihlah terbaring dgn mata susah dipejamkan, agak terganggu hatiku hari ini, sore tadi sepulang kerja saya berpapasan dgn Bima, jg waktu makan malam di meja makan berbarengan sama dgn suamiku serta anak-anak, sebagai wanita dewasa, saya bisa dgn terang lihat bagaimana cahaya mata Bima memandangku, bukanlah sebagai tantenya, serta tidak cuma memandangku sebagai wanita yg menarik sebagai object sex, tp kian lebih itu saya lihat cahaya mata seseorang pria yg jatuh cinta pada seseorang wanita.

Hal semacam ini tdk bisa terjadi…. saya mesti bisa merubahnya, saya suka memakai Bima sebagai object yg menarik untuk melampiaskan serta memperoleh kenikmatan dalam bercinta, tp tdk bisa kian lebih itu serta pria muda lugu berusia 20 th. itu menanggapiku sangat jauh. -foto sex- Otakku selalu berputar membuat langkah serta gagasan dan kiat yg mesti kulakukan. Saya pulang cepat hari ini, tadi saya pernah menelpon ke handpone Bima ajukan pertanyaan jam berapakah kuliahnya usai.

Narasi seks paling baru, Rumah dalam kondisi sepi, Bibik tengah ‘dipinjam’ oleh sepupuku menolong istrinya mempersiapkan hidangan untuk arisan mereka, serta anak – anak jg dibawa lantaran sepupuku jg miliki anak sebaya dgn anak anakku serta mereka cukup akrab, sesaat suamiku belum bakal pulang sampai tengah malam kelak.
“Tante mandi dahulu ya Bim…” kataku tersenyum waktu lihat Bima telah di rumah, Terlihat fresh dgn kaos serta celana jeans, tampak bila ia baru usai mandi..

“Duduklah Bim…., Tante menginginkan bicara” kataku sesudah usai mandi serta duduk di sofa di ruangan keluarga, siang ini saya cuma kenakan daster denga kancing didepan, serta untuk satu serta lain sebab, saya tidak kenakan apa pun lagi dibaliknya.
“I.. iya tan.. ” jawab Bima serta duduk disofa dihadapanku…
“jangan duduk disitu.. sini…disebelah tante…” kataku memohon yg diturutinya tanpa ada menyanggah.

Baca Juga : Ngewek Dengan Tukang Ojek

“Bim….. Bima.. apa yg berlangsung serta apa yg kita kerjakan, tante begitu berterima kasih…”kataku mengawali pembicaraan. “Sejauh ini kita cuma lakukan.. tanpa ada pernah banyak bicara serta tante begitu menghormati anda tdk banyak ajukan pertanyaan, dapat melindungi rahasia” kataku meneruskan, sesaat pria muda itu cuma berdiam diri dengarkan.
“Tp….. Bim…tante tdk punya maksud mengakibatkan kerusakan saat depanmu, tante tidak punya maksud supaya anda membaktikan diri serta hidupmu pada tante” kataku dgn nada yg agak serak untuk lalu kulanjutkan lagi
“apa yg berlangsung hanya sex semata Bim…., tante menginginkan anda miliki pacar, miliki kehidupan pribadi jg.. jikalau kita lakukan ‘itu’ hanya untuk sama-sama melepas dahaga…atau tepatnya anda menolong tante penuhi apa yg tante kehendaki.., bila anda memikirkan kalau kita bakal sama-sama jatuh cinta.. anda salah…. itu tdk boleh…, tante nikmati dirimu serta anda jg bisa nikmati badan tante…. cuma sampaiu disitu…bagimana..?, bila anda dapat penuhi prinsip yg tante ini, kita mungkin saja masihlah bakal melanjutkan permainan kita, tp bila tdk serta anda sangat memakai perasaan kamu…. tambah baik kita hentikan.., tante tdk ingin anda terluka…” kataku mengakhiri.

“Tp.. Bima sayang pada tante…” jawabnya polos.
“Ehmmm.. itu mesti.. sebagai keponakan pada tantenya…, tp bukanlah sebagai pria pada wanita yg dicintainya…., ”jawabku.
“Bima.. tahu tante.. ”jawabnya lirih
“Mmmm.. terima kasih Bim…”kataku lagi. “
“Tante ambillah minum ya…” kataku sembari beranjak berdiri.
“Biar …Bima yg ambillah tante.. ” tuturnya cepat
“Ssshh…kamu tunggulah disini” kataku cepat sembari mendorongnya kembali duduk… Sembari jalan kedapur saya tersenyum.. serta otakku telah berencana hal-hal lain lagi.

Waktu kembali dari dapur dgn tangan membawa gelas…. serta mengerti penuh bila rumah dalam kondisi kosong, semuanya telah terkunci waktu saya masuk tadi, saya kembali tanpa ada kenakan daster yg tadi kutanggalkan di dapur, dgn telanjang bulat saya jalan ke ruangan keluarga serta lantaran sofa yg diduduki Bima membelakangi pintu dia tidak lihat bila tantenya jalan tanpa ada sehelai benanpun sembari membawa gelas….
“Mmm…mau air putih atau susu Bim…” tanyaku
“Apa saja tante.. yg mudah aja… : jawab Bima masihlah belum melihat.
“Kalau ingin air putih.. ini…tp bila susu anda mesti ambillah sendiri” kataku dgn nada manja.
Tak tahu suaraku atau kata kataku yg bikin Bima melihat.. serta matanya nyaris terlepas waktu ia melihatku……………….

Tidak lama kemudian kami berpelukan serta kurasakan bibirnya menghimpit bibirku, dgn lidah kubuka bibirnya serta lidahku melanjutkan masuk mulutnya semntara tangannya coba meremas payudaraku, tanganku jg tidak tinggal diam bergerak menurunkan retsleting jeans yg dipakainya. Saya lantas melepas diri dari pelukan pemuda itu, duduk disofa serta kusuruh Bima berdiri di hadapanku…dgn sekali tarik kuturunkan jeans yg dipakainya termasuk juga celana dalamnya serta batang penis pemuda itu saat ini berdiri dgn pongahnya menghadap kewajahku.
“Mmmmh.. penismubagus sekali Bim…”kataku lembut, serta Bima tanpa ada diminta melepas kaos yg dipakainya, saat ini dia jg sudah telanjang bulat.. berdiri di hadapanku dgn batang penisnya tegak berjarak sebagian centi dari wajahku.

Kesempatan ini situasi agak tidak sama, kami tdk sangat terburu – buru seperti terlebih dulu serta saya benar benar menginginkan nikmati batang penis pemuda ini sepenuhnya… Dgn lidah kutelusuri batang penis itu dari lubang diujungnya sampai pangkalnya sampai basah dgn cairan liurku, tidak lama kemudian.. cairan bening mulai terlihat di ujung batang penis itu serta lidahku menjilatnya dgn 1/2 mengisap.. hmm.. tahukah bila cairan bening waktu lelaki terangsang itu begitu lezat…?
kepala kemaluan itu saat ini ada pada mulutku serta dgn satu tangan memegang batang yg keras serta penuh otot itu, semantara tangan yg lain memegang buah zakarnya, saya mulai mengulum serta mengisapnya, lidahku berputar di bagian bawah kepala kemaluan itu serta saya mulai memaju mundurkan kepalaku dgn teratur, tanganku jg mengocok selaras dgn gerakan kepalaku serta tanganku yg lain meremas serta menyeka lembut buah zakarnya.

Bima cuma dapat mengerang…melenguh serta berdesis penuh nikmat sampai pada akhirnya dgns etengah berteriak ia berkata “ tante….. tan…. Bima ingin keluar …aduh….. ” Saya melanjutkan gerakanku serta waktu saya terasa batang penis pemuda itu mulai berdenyut makin keras serta merasa kepala kemaluannya jadi membesar kulepaskan dari mulutku, ku pegang serta tetaplah kuarahkan kemulutku.. ”Keluarkan Bim…keluarkan.. serta kukocok makin cepat

“Aaaaahhhhhh………Tante…. aaahhhh……. keluaa aaarrr…” Bima berupaya memegang kepalaku 1/2 mendorong kepalaku supaya kemaluannya ada dalm mulutku lagi tetapi saya bertahan serta ‘sreett’ semprotan pertama keluar segera masuk mulutku yg berjarak kurang dari 5 centi serta terbuka disusul dgn semprotan ke-2 masih tetap dalam mulutku.., semprotan ketiga kuarahkan kedadaku serta kumajukan tubuhku.. batang penis pemuda itu kugosokkan kepayudaraku sampai bekas sperma yg disemprotkannya membasahi dadaku…berkilauan di bawah cahaya lampu.. sesaat yg masuk kemulutku tak tahu mulai sejak kapan telah habis kutelan……….
Saya berdiri, kutarik tangan Bima dank mi mengambil langkah kearah kamar tidur Bima, saya segera telentang ditengah ranjang, serta dgn pinggul kuganjal bantal, Bima merangkak serta menindih badanku, lidahnya menerobos masuk mulutku, lidah kami berpilin, bibir kami sama-sama memagut serta tidak lama kemudian lidahnya mulai mengembara, kepalanya bergerak turun, putting payudaraku jadi tujuan selanjutnya serta dgn satu tangan meremas mulutnya bertukar menjilat serta mengulum putingku ubah bertukar kiri serta kanan, ditengah erangan serta dengusan nafasku yg makin memburu lidahnya merambat lagi kebawah, menelusuri lembut perutku…. selalu kebawah sampai pada akhirnya meraih kemaluanku.

Dgn ke-2 kakiku terpentang lebar Bima peroleh akses seluas luasnya mengexplorasi kemaluanku, lidahnya bergerak, menjilat, mengecup serta masuk lubang memekku, serta sesudah temukan clitorisku, bibirnya mengatup…menghisap serta menyedot lembut clitoris yg begitu peka itu, kepalanya kupegang dgn ke-2 tanganku sesaat pinggulku melonjak – lonjak serta berputar lantaran dorongan rangsangan yg mengagumkan yg kurasakan.
“Bim…………. sssh………. auuuhhh………… ……….. aaaahhh……. ”, lenguhan serta erangan dgn nafasku yg makin cepat membuatnya makin semangat, serta sesudah bibirnya melepas clitorisku.. Bima tidak berhenti…dgn tangan kekarnya pantatku didorongnya keatas serta kakiku jg naik tinggi…dan kurasakan saat ini lidahnya menyerbu anusku, lidahnya menjilat serta saya berteriak keras
“aaah.. Bim…………. aduuuhhhh…sssshhhhh…… …. ”saat lidahnya tidak cuma menjilat bahkan juga menerobos masuk ke anusku s
erta itu masihlah ditambah dgn satu jari yg tiba tiba masuk lubang memekku.
Saya tidak tahan lagi, 1/2 menjambak rambutnya saya menariknya keatas serta saat ini berwajah yg begitu basah dgn cairan dari kemaluanku bertemu dgn wajahku, dgn mata sayu saya cuma berkata lirih….
“masukkan Bim…Tante telah tdk tahan lagi…”, tanganku memegang batang penisnya yg telah keras lagi serta mengarahkan pas kelubang memekku.
Perlahan-lahan serta tentu dgn gerakan lembut tetapi mantap Bima mengutamakan pinggulnya kebawah serta sesudah kepala kemaluannya masuk…batangnya menyusul dgn cepat serta blesss……. semua batang penis selama delapan belas centi itu masuk kemaluanku yg sudah sangat begitu basah sampai buah zakarnya mengenai bibir kemaluanku serta kakiku menjawab dgn menepit pinggang pemuda itu serta waktu ia memompaku.. semua pinggulku turut terangkat naik… serta turun waktu ia menurunkan pinggulnya.

Tak tahu berapakah lama kami dalam posisi ini…dgn gerakan yg makin teratur…batang penis yg besar itu masuk.. keluar…dan masuk lagi dalam kemaluanku.. saya bisa rasakan begitu BimBimg kemaluanku berdenyut serta berkontraksi terima gerakan serta nafas kami makin memburu serta makin cepat……… Waktu batang penisnya ditarik saya rasakan begitu kepalanya seolah menggaruk BimBimg kemaluanku serta waktu ditekan masuk, mulut rahimku yg tersentuh berikan sensasi surprise seperti listrik yg menyetroom ku serta saya mulai tidak tahan..

“Bim.. tante mulai tidak tahan Bim………. aaaah…….. cepat Bim…cepat………cepaaaaat.. ” saya setengat berteriak, 1/2 merintih serta Bima mempercepat gerakannya memompa serta mulai mendengus.. batangnya mulai merasa berdenyut dahsyat…dan “Tante……. Bima ingin keluar…………”
“Keluarin Bim….. penuhi tante dgn sperma kamu……. Bimaoooooooooooo” saya berteriak waktu ia menghunjamkan kemaluannya dalam – dalam serta kakiku menjepit pinggangnya sekuat tenaga serta saya rasakan gelombang kesenangan yg sangat panjang menerpaku serta Bima yg dgn kemampuan pemuda 20 th. tetaplah bergerak cepat serta ……………….. sekali lagi kemaluannya menghunjam dalam diiringi erangan yg jg terdengar begitu keras

“Tante……….. sssh……. keluar…uuuh……… ………….. ” saya meraskan cairan hangat menimpa sisi dalam kemaluanku memberi satu gelombang lagi dalam orgasme yg tengah kurasakan serta batang penis Bima merasa berdenyut serta berdenyut menyemburkan spermanya dalam kemaluanku menembus sampai begitu jauh dalam.
Kami terdiam sebagian lama…. masihlah sembari berpelukan serta waktu Bima berguling dari atas badanku…terdengar nada ‘plop’ saat kepala kemaluannya lepas dari kemaluanku serta untuk sebagian waktu kami terdiam.. berbaring telentang mengatur nafas masing – masing.. Saya berbalik miring.. melihat muka pemuda itu….. kubelai berwajah serta saya berkata lirih..
”Terima kasih Bim….. tante.. senang sekali”
“Ah,.. tante.. Bima yg berterima kasih.. Tante hebat sekali…” jawabnya Saya mengecup matanya serta berupaya bangkit…, waktu bakal kuambil tissue selain ranjang Bima telah bergerak lebih cepat..
”Tante.. agar Bima yg bersihin ya…. ” tuturnya serta tanpa ada menanti jawabanku tangannya bergerak lembut bersihkan kemaluanku dari lendir serta cairan yg memenuhinya.

“Sini.. ubahan.. ” kataku memanggilnya, saya lantas duduk serta kupegang kemaluannya yg masihlah lemas serta begitu basah itu.
Dgn mataku lurus memandang matanya, saya memasukan batang penis yg masihlah lemas itu dalam mulutku, lantas mulai menjilatinya, bersihkan dari cairan lendir, paduan spermanya serta cairan kemaluanku…dan waktu kurasakan kemaluan itu.. mulai berdenyut.. memberikan sinyal bakal ‘hidup’lagi.. saya melepaskannya…, saya tahu saat tidak mengijinkan …anak muda seperti Bima bakal bertahan lama sekali sesudah 2 x keluarkan sperma sejumlah itu.

Bima lantas memelukku lembut serta saya bertumpu didadanya, tangannya menyeka rambutku serta usapan tangan pemuda itu menyebabkan getaran halus serta sensasi yg mengasyikkan.. tetapi saya tahu bila saya mesti konsekwen dgn kata – kataku……

Komentar Anda

comments