agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Ngewek Dengan Tetangga Kosan
Ngewek Dengan Tetangga Kosan

Ngewek Dengan Tetangga Kosan

CERITA DEWASAKU – Aq Herry 34 thn berkerja sebagai debtcollector di dalah satu perusahaan kartu kredit.. cerita sex ku ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan pekerjaanku hanya kebetulan saja dan terus terjadi hehe… aq berdomisili di Semarang karena bukan asli semarang aq tinggal di tempat kost di pinggiran kota Semarang (murah meriah breyyy)

Tempat kost ku berpetak-petak cocok untuk orang yang sudah berkeluarga, bahkan ada kelebihan tanah belakang yang bisa untuk tempat mencuci dan menjemur pakaian tapi aq membuat khusus untuk tempat olah raga (fitnes rakitan hahahaha…). Dihalaman belakang tempat kostku tiap petaknya dibatasi pagar bambu setinggi dada jadi semua aktifitas tetangga kost sebelah bisa terlihat jelas bahkan jadi tempat untuk bergosip.

Aq suka sekali olahraga fitnes selain sehat juga mendukung kerjaku yang membutuhkan penampilan yang sangar garang. Hingga pada suatu sore ketika lagi istirahat habis push up aq disapa oleh tetangga kostku mbak Dinny seorang ibu rumah tangga beranak dua yang terkenal dengan penampilannya yang centil terkesan genit biang gosip dilingkungan tempat kostku.
“Lagi istirahat ya mas?” tanya mbak Dinny sambil bersnadar dipagar bambu

“Iya ni mbak..” jawabku
“Mas Herry orangnya kuat yah… ototnya besar-besar” katanya centil sambil melirik nakal seakan menelanjangiku dengan tatapannya.
“Kenapa mbak nggak suka ya sama yang besar-besar?” tanyaku sambil memainkan otot dadaku (obrolan sudah mulai menjurus)
“Ihh dada mas Herry kok bisa gerak-gerak gitu aq jadi geli liatnya”
‘Owh kayakanya bisa makan daging mentah lagi nih..’ kataku dalam hati.. aq pun melangkah mendekatinya dengan langkah yang dibuat jantan gitu sambil menatapnya dengan tajam sampai dada ( kalau kaki nggak kliatan breyyy terhalang pagar pembatas hehe…) ‘hmm montok juga nih ibu-ibu kataku dalam hati… merasa diperhatikan mbak Dinny jadi salting..

“Iiihhh mas Herry apa-apaan sih ngeliatnya sampai segitunya aq jadi takut” katanya centil kayak abg sambil nyubit genit dadaku “Waow dadanya keras banget gede lagi” sambungnya sambil gigit kecil bibirnya (nafsu kayaknya)
“Kenapa mbak, nggak suka ama yang keras + gede ya?” tanyaku semakin menjurus sambil memainkan otot dadaku dan menatap wajahnya
“Aaw digerak-gerakin lagi” katanya genit sambil meremas gemas dadaku. “kalau keras + gede pasti aq suka doong!” jawabnya genit sambil meremasremas dada dan lenagnku..

“Wah kalau gitu mas Teguh (suami mbak Dinny) pasti keras + gede ya soalnya mbak Dinny mau jadi istrinya” kataku memnacing lagi..
“Ihh mas Herry ngejek ya.. masak orang kurus kayak gitu di bilang keras + gede” jawabnya sambil nyubit pelan.
“Bukan tubuhnya mbak tapi anunya sambil ku kepal dan kuacungkan tanganku hehehehehe” kataku sambil tertawa..
Mendengar celotehku bukanya marah malah mbak Dinny ikut tertawa sambil mencubitku lagi.
“Ahh mas Herry ngejek ya punya mas teguh sih sesuai dengan orangnya kurus kecil dan cepat letoy” jawabnya sekenanya (wah kayaknya udah mulai kena nih)

Ngewek Dengan Tetangga Kosan

“Kalau letoi kasih minum obat kuat supaya josssss” kataku sambil melirik belahan dadanya yang nyembul dari balik dasternya
“Ihh mas Herry liatin apa sih?”
“Ya sama mbak aq juga suka ngeliatin yang gede-gede” sambil melirik lagi buah dadanya yang montok itu.
“Masa sih mas punyaku gede” sambil melirik buah dadanya sendiri (sekalian juga ngintip breyyy) “ihh masa sih mas Herry suka sama nenen ibu-ibu beranak 2 gini sih?” sambungnya.
“Biar beranak dua mbak Dinny bodynya masih bohay.. rahasianya apa sih?” gombalku.

Baca juga : Merasakan Kenikmatan Dengan Ibu Tiriku

“Ya Minum jamu dong biar singset luar dalam” jawabnya promosi
“Kalau begitu mas Teguh kasih jamu juga biar nggak letoy” kataku sambil melirik buah dadanya lagi.
“Udah sih setiap mau main mas Teguh minum jamu dulu.. ya memang sih tahan lama tapi masih ada yang kurang” katanya.
“Kurang apa sih mbak?” tanyaku.
“Kurang gede.. emm kalau mas Teguh anunya gimana pasti sesuai bodi toh” bisiknya tanpa malu-malu.
Hahayy jadi makan daging mentah nih iblis sudah menari-nari.
“Wah kalau punyaku sih barang barang impor mbak” kataku dengan ekpresi songong.

“Waow.. impor jadi kayak difilm-film xxx itu ya gede, panjang dan keras” bisiknya.
“Yaa seperti itulah.. kenapa mbak penasaran kaan..!” pancingku
Mbak Dinny terdiam berpikir sejenak.
“Bisa liat nggak?” bisiknya dengan suara bergetar nakal.
“Wah kalau cuma diliat rugi bandar mbak” kataku sambil memandang buah dadanya.
Sepertinya mbak Dinny tau maksudku sambil tersenyum genit mbak Dinny mendekatkan wajahnya.

“Kalau sesuai harapan nanti aq kasih bonus deh” jawabnya.
“Hehe gitu dong mbak” kataku sambil melorotkan celana oendekku dan tererettt! penisku langsung mencuat dengan gagahnya karena memang sudah tegang mengeras dari tadi gara-gara obrolan menjurus dan lihat buah dada gratis(kalu pas dirumah aq jarang pakai celana dalam breyy dingin-dingin gimana gitu)

“Aahh..” mbak Dinny diam terpaku matanya terbelalak melihat penisku yang memang ukuranya diatas rata-rata (ehemm)
“Gimana mbak Dinny dengan barang impor ku” aq memecah keheningan.
“Duhhhh mantep banget” katanya sambil tanganya permisi lompat pagar memegang batang penisku. “Keras gini mas gede dan panjang lagi.. kok panas mas penisnya” tanyanya tanpa berkedip.
“Ya iyalah panas udah cari lawan dari tadi” kataku sambil memaju mundurkan penisku di genggamannya.

“Mbat Dinny pun tersenyum sambil gigit bibir bawahnya mbak Dinny pun mengelus dan kadang meremas penisku membuatku medesah…
“Mas Herry kalau begini posisinya susah terhalang pagar. katanya.
Mendengar keluhan mbak Dinny tanpa ba bi bu kupatahkan 2 batan pagar bambu yang menghalangi nafsuku.
“Duhh mas Herry kuat sekaliii… sini mas cepat penisnya ku kulum” pintanya sambil berjongkok menanti penisku menyebrangi pagar bambu yang sudah ku jebol dan happ!! dengan lincah mbak Dinny menangkap penisku dengan mulutnya sambil tanganya menyebrang menggenggam pelerku..

clepp.. clepp.. clepp ouwhh mbak Dinny mengocok penisku dengan mulutnya.. terburu-buru penuh nafsu dia mencium, menjilat, mengigit pelan dan di kulumnya penisku dalam mulutnya. Tangan mbak Dinny meremas lembut dan keras pelerku, kadang jari tengahnya menusuk-nusuk pantatku membuatku mengerang tertahan (gelisah campur nikmat breyy soalnya masih terang takut ada yang liat) aq seperti kesetrum tubuhku menmpel rapat di pagar bambu.

Kemudian mbak Dinny menghentikan kulumanya membuatku bisa bernafas
“Wow mas penismu bener-bener hebat kalau mas Teguh baru 4 hisapan udah keluar” katanya dengan nafas terngah-engah dia melorotkan celana dalamnya lalu membelakangiku sambil menoleh kearahhku dengan ekspresi wajah binal dia tersenyum

“Ini bonus buatmu mas” dia pun membungkuk di hadapanku dengan kursi palstik jadi pegannganya sambil membuka lebar kakinya dia mulai mundur pelan-pelan tangan kanannya menggenggam batang penisku dan perlahan dia mundurkan pantatnya terasa kepala penisku menyentuh kemaluannya yang sudah basah itu dan slebb!
“Ogghhhhhh” desah kami berdua, tubuhku bergetar sensasinya sungguh luar biasa breyyy (mungkin karena tajut ketahuan orang juga) mbak Dinny yang bermain dia menusukkan batang penisku pelan seakan ingin menikmati senti demi senti batang penisku menusuk lubang kemaluannya yang memang rapet dan basah itu (mpott-mpott breyy) tubuh mbak Dinny bergetar.

“Aaghhh mas penismu… oghhh.. gede banget masss…mmhhh kerasss arrrrgghhhh… panas massss” katanya pelan dan terbata-bata, nafasnya terengah-engah tak beraturan apalagi saat batang penisku masuk semua di lubang kemaluanya yang berbulu itu hingga mentok.. dia terdiam kemaluannya berdenyut-denyut meremas batang penisku aq merem melek dibuatnya, dia sepertinya sedang menghayati meresapi penisku yang terbenam di dalam lubang kemaluannya.. tak lama kemudian dia menoleh kebelakang dengan mata sayu dia menatapku.

“Mas Herry pegangan pagar ya biar aq yang goyang” aq pun mengikuti perintahnya sambil kurapatkan tubuhku ke pagar agar lebih dalam batang penisku masuk ke lubang kemaluannya dan slekk.. slekk.. slekk.. ouwhh dia sudah mulai bergoyang maju mundur pelan kepalanya mendongak ke atas.
“Oghh.. oghhh.. aghhhh” desahnya pelan, aq hanya bisa mengigit bibir sambil clingkukan kekanan dan kekiri memantau sikon..
Slekk.. slekk.. slekk… slekkk.. goyangan mbak Dinny mulai cepat kakinya pun makin dilebarkan

“Oghhhhh… nikmatt… nikmatt massss Herry… oouugghhhhh… penismuu nikmat massss” teriaknya tanpa sadar dengan nafas terengah-engah aq hanya bisa berdengus berusaha mengimbangi goyanganya… Clokk..clokk.. clokk.. clokkk.. bunyi kemaluan kami beradu.
“Ooohhhh…ouugghhh..yeshh.. yeshh.. ooohhhh.. ohh” desahnya seperti pemain bokep jepang profesional.. kemaluan mbak Dinny becek sekali dan batang penisku terasa sakit apalagi setiap dia menggoyang memutar pinggulnya sepertinya pertempuran ini masih jauh.. tiba-tiba,
“Aduuhhhhh masss Herryi… aaahhhhh” tubuhnya diam bergetar hebat tanganya menggenggam kuat kursi paltik di depannya dengan nafas yang tak beraturan. “Duuhhhh mas Herryiii aq keluaarr masss” sambungnya lirih.. dia menoleh dengan tatapan sayunya dan tersenyum puas.
“Kamu benar-benar hebat mas Herry” pujinya, sedangkan aq hanya bisa mengambil nafas panjang lututku ngilu.

“Makasih mbak Dinny.. tapi mbak aq belum keluar nih” kataku datar, mbak Dinny tersenyum dia lalu jongkok di hadapanku dan kembali memainkan batang penisku dengan mulut dan lidahnya, mataku merem melek nafasku tertahan saat dia menghispak penisku dengan penuh nafsu.
“Ogghhhhhh mbakkkk aq mau keluarr mbakk!” rintihku, mbak Dinny mengocok dan memompa penisku semakin cepat dan seketika itu mbak Dinny berdiri membelakangiku dan langsung menungging memasukkan batang penisku kembali ke dalam lubang kemaluannya dan kembali memompa.

“Ooogghhhhh!!” aq mengerang hebat dan Crett.. crett.. crett!! aq menyemburkan pejuhku didalam kemaluannya aq merasakan penisku seperti dipijit lembut kemaluannya.
“Jangan di keluarkan dulu penisnya sayang biarin aja mengecil didalam” katanya manja sambil menatapku sayu.
“Ternyata mbak Dinny manis juga apalagi dengan wajah yang penuh peluh dia semakin merangsang” kataku dalam hati..
Tak lama kemudian kami berbenah aq melihat pantatnya merah mungkin karena benturan dengan pagar, aq tersenyum,
“Apa sih mas senyum-senyum” tanyanya centil.

“Nggak.. kamu manis” jawabku ngeles, sambil mencubitku dia lalu mengenakan CD nya kembali sambil berbisik.
“Pejuhmu banyak juga mas untung aq udah KB kalau nggak bisa hamil” katanya manja..
“Tapi aq masih nanggung mbak” kataku pelan.
“Haaaaah belum kering sudah minta lagi.. woww hebattt!” katanya dengan expresi takjub.
“Buka itu mbak aq kalau ngesex suka sambil nenen gitu.. tapi kalau mbak mau ronde dua tiga atau empat ayoo”

“Idiiihhhh sabar ya sayang kita lanjutin besok aja sikonnya lagi nggak bagus nanti kalau kita kehotel aja lebih bebas aq mau apakan terserah” katanya sambil mengedipkan matanya dan meremas sendiri buah dadanya.
Kemudian mbak Dinny pun berlalu meninggalkan ku mematung melihat bayangnya yang sensual itu.

“Aahh sialan aq on lgi” omelku dalam hati..
Waktu sudah menujukkan pukul 6 sore dan yang membuatku heran tetangga kost yang lain pada kemana ya kok sepi… hehehehe.. emang rejeki nggak lari kemana!.

Komentar Anda

comments