agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Pasangan Sex Maniak
Pasangan Sex Maniak

Pasangan Sex Maniak

CERITA DEWASAKU – Namaku pendi 40 thn, sudah beristri dan memiliki seorang anak. Karir pekerjaanku sangat baik dan saat ini memimpin sebuah perusahaan yg respected di Indonesia.
Aku mulai kisah tentang sisi gelapku dengan menceritakan bahwa aku dan istriku (susi) adalah pasangan gila sex yg menjalani kehidupan sex liar. Aku berani menceritakan hal ini dengan persetujuan istriku. Istriku juga seorang eksekutif yg berhasil di perusahaannya. Kami berpendidikan tinggi, namun ternyata pendidikan tinggi bukanlah penghambat bagi keliaran kami dalam dunia sex.

Kami menikah lebih dari 10 tahun. Pernikahan kami lancar dan secara umum tdk ada masalah. Aku memang tipe pria yg suka bertualang dalam hal sex. Secara terbuka aku mengakui bahwa aku sering melakukan hubungan sex dengan wanita lain. Sekretaris, rekan kerja, klien, terapis spa, wanita panggilan, pramugari, bahkan tetanggaku! Aku aktif secara sexual, dalam pengertian melakukan hubungan sex, sejak umur 12 tahun. Dalam kesempatan lain, aku akan menceritakannya.
Petualangan sex ini sudah dimulai jauh sebelum bertemu dengan susi dan jauh sebelum menikah. Namun rahasia ini selalu tersimpan dengan rapi dan terbungkus rapat.

Bahkan dalam masa pacaran pun, aku tdk melakukan hubungan sexual dengan susi; walaupun aku tetap aktif melakukan hubungan sex dengan wanita lain, termasuk teman-teman susi.
Kami baru melakukan hubungan sexual pada malam pertama pernikahan kami. Semua lancar. Pada malam ini pertamapun, istriku sudah berhasil mencapai orgasme. Suatu hal yg jarang terjadi pada pengantin baru. Mungkin banyak orang yg akan menygka bahwa hal ini karena aku sudah lebih dahulu memiliki segudang pengalaman sexual. Namun saya yakin, bahwa hal itu tdk berarti banyak jika istriku tdk dapat mengimbanginya.

Susi bukanlah tipe wanita yg malu-malu dalam sex. Dia sangat mudah terangsang. Ketika melakukan foreplay, dapat dipastikan dalam waktu kurang 5 menit, dia pasti sudah terangsang hebat. Kebetulan susi adalah tipe wanita yg memiliki memek yg basah. Cairan memek yg muncul ketika terangsang sangatlah banyak, hingga pada kondisi tertentu dapat sampai mengalir hingga ke paha. Karena itu, sangatlah mudah bagiku untuk melihat apakah dia sudah terangsang atau belum. Kami sama sekali tdk membutuhkan pelumas memek.

Ketika melakukan senggamapun, dia termasuk wanita yg cepat mencapai orgasme. Dalam waktu 5 menit setelah penetrasi, pada umumnya dia akan mencapai puncak yg pertama. Biasanya dalam satu kali senggama selama 20-30 menit, dia berhasil mencapai multi orgasme – 2 sampai tiga kali. Dia juga tipe wanita yg ekpresif, termasuk dalam mengekspresikan orgasmenya.

Kehidupan sex dengan istriku sebenarnya selalu berjalan lancar. Namun memasuki usia pernikahan kelima, frekuensi hubungan sexual kami berkurang hingga pada suatu saat aku tersadar bahwa kami hanya berhubungan sex satu kali dalam sebulan. susi tdk pernah mengeluh apalagi complaint. Mungkin itu juga sebabnya aku tdk menyadari menurunnya frekuensi tersebut. Hal ini bukanlah disebabkan karena kesibukanku atau kesibukkannya bekerja. Sama sekali bukan, karena pada saat ini aku justru hampir tiap hari melakukan hubungan sex dengan wanita lain.

Entah dari mana, aku tiba-tiba tersadar bahwa hal ini tdklah wajar. Akan wajar bagiku jika aku ‘bermain’ dengan istriku setiap hari namun sekali-sekali ‘jajan’ di luar dan bukan aku rajin ‘bermain’ dengan wanita lain dan sekali-kali ‘jajan’ dengan istriku. Untuk itu aku kemudian mengatur sebuah liburan ke Bali yg aku katakan sebagai bulan madu kedua.

Aku mempersiapkan semuanya; mulai akomodasi sampai hal-hal yg aku bayangkan dapat memicu gairah sexual kami dengan lebih dahsyat. Aku belikan sebuah bikini minim buat susi, lebih minim dari g-string sehingga sebenarnya hampir tdk ada fungsi penutup. Terlebih lagi bagi susi yg memiliki payudara yg cukup besar dan rambut kemaluan yg lebat, bahkan bisa dikatakan sangat lebat.

Baca Juga : Cinta Lokasi

Aku menyewa sebuah kamar di sebuah resort mewah yg dikelola oleh international chain hotel di daerah Ubud. Kamar ini dilengkapi dengan kolam renang semi privat. Dikatakan semi privat, karena secara visual kolam renang ini masih dapat terlihat dari luar walaupun dibatasi dengan dinding pembatas setinggi kurang lebih 150 meter. Penggunaannya saja yg privat, karena hanya diperuntukkan untuk penyewa kamar. Aku menyewanya selama 4 malam.

Pada hari pertama setelah check in, aku segera mengajak susi untuk berenang. Pada saat itulah aku serahkan hadiah bikini hitam dariku. Aku tdk tahu apakah dia mau mengenakannya atau tdk. Betapa senangnya aku, ketika dia tdk keberatan untuk mengenakannya. Mungkin karena dia merasa bahwa privacynya dalam kamar dan kolam renang ini terjaga. Kami kemudian berenang dan bersenda gurau dalam kolam.
Jika tdk salah ingat, waktu itu sekitar jam 4 sore. Kemudian aku mulai memberanikan diri untuk melepas penutup dadanya. Dia tdk berkeberatan. Selang beberapa lama kemudian, aku melepas celana renangku dan aku berenang telanjang (dengan k0ntol yg sudah mulai ereksi). Tampak kekagetan dia sejenak melihat aku melepas celana renangku, namun hanya sebentar.

Selang beberapa lama waktu kemudian, aku berinisiatif untuk melepas bikini g-stringnya. Tdk ada keberatan apapun dari dia! Sore hari itu kami akhiri dengan berhubungan sex di pinggir kolam renang. Malam itu kami habiskan di kamar, tanpa sehelai benangpun. Malam itu kami masih mampu untuk melakukan hubungan sex 2 kali lagi sebelum kami tertidur pulas sekitar jam 12 malam dalam keadaan telanjang bulat.
Sejak hari itu, kami selalu bertelanjang bulat di kamar. Kami matikan air conditioner dan kemudian bertelanjang bulat. Praktis semua pakaian yg kami bawa hampir tdk terpakai dan masih tersimpan rapi di kopor dan lemari pakaian.

Pasangan Sex Maniak

Pada hari kedua, kami memulai aktivitas dengan renang telanjang pada pagi hari. Kami memutuskan untuk tdk sarapan di resto hotel namun memilih untuk in-room breakfast. Pada saat itulah terbersit sebuah rencana nakal yg terbit dari fantasi dan pengalaman sexualku yg liar. Renang telanjang ini jelas membuat nafsu sexual kami berdua memuncak. Pada titik tertentu, istriku mengajak kami keluar dari kolam dan ‘bermain’. Pada saat ini aku katakan kepada istriku ,
” … lebih baik kita pesan makanan dulu ya, sehingga selesai kita main, makanan sudah siap. Kita pasti kelaparan setelah ‘exercise’, he,he,he…”. Aku tambahkan lagi, “ …. pesan makanan di hotel ini lama dikirimnya, jadi pasti dikirim setelah kita ‘selesai ….”. Padahal aku tahu pasti bahwa layanan di hotel ini tergolong cepat, sehingga kemungkinan besar makanan akan dikirim sebelum kami ‘selesai bermain’. Istriku setuju saja.

Aku sengaja menahan diri untuk tdk melakukan penetrasi. Aku terus melakukan foreplay. Istriku sudah mendesak untuk segera melakukan penetrasi. Jujur, akupun sebenarnya sudah tdk tahan lagi. Tapi aku tetap berusaha menahan….. sampai akhirnya bel di kamar kami berbunyi, tanda bahwa petugas room service datang mengantarkan makanan. Aku pernah menginap di resort ini sebelumnya, jadi aku tahu dengan pasti bahwa petugas room service di pagi hari adalah petugas wanita sedangkan untuk sore hingga malam, dimulai dari jam 5 sore, petugas prialah yg akan bertugas.

Tepat sebelum penetrasi, bel berbunyi. Aku katakan kepada istriku,
“…. gua ambil dulu ya makanannya supaya kita tenang bermainnya”. Istriku menampakkan tampang yg sebal karena merasa diganggu, namun tdk ada pilihan lain.
Aku segera bangkit dari cabana di pinggir kolam renang tersebut dan berjalan menuju pintu. Aku berjalan dengan TELANJANG BULAT, tanpa sehelai benangpun. Berjalan dengan k0ntol tegak perkasa yg juga basah karena lendir memek istriku. Aku berjalan dengan perlahan, menunggu reaksi istriku. Aku menanti istriku berteriak memperingatkanku bahwa aku telanjang. Namun hal itu tdk terjadi. Aku mencoba melihat istriku dari cermin yg ada di dinding, dan tampak istriku duduk dengan menatap ke arah pintu kamar, sambil mengangkangkan kakinya. Sekilas aku melihat tangannya mempermainkan clitorisnya; mungkin untuk menjaga nafsu sexualnya. Jadi jelas bahwa istriku melihat dan sadar bahwa aku telanjang bulat.

Akhirnya sampailah aku ke pintu kamar. Aku mengintip dari lubang pengintip pintu, dan benar dugaanku, seorang petugas wanita membawakan makanan. Dengan cepat aku buka pintu kamar, sehingga petugas wanita itu dapat melihat tubuhku yg telanjang dengan k0ntol yg ‘berdiri’. Aku berani melakukan hal ini, karena di Bali petugas hotel sudah lebih terbiasa dengan ketelanjangan tamunya. Tampak wajah kaget dan rona wajah yg memerah dari wanita itu, namun dia dengan segera bisa menguasai diri dan tampil profesional. Aku mengambil baki makanan itu dan menandatangani billnya.

Setelah pintu ditutup, aku kembali berjalan menuju ke cabana. Tetap aku melihat istriku duduk dan melihat ke arah aku berjalan. Jadi aku yakin benar bahwa istriku juga melihat bahwa ada seorang wanita yg melihat tubuh dan k0ntol suaminya yg sudah siap ‘tempur’. Namun tdk ada komentar apapun yg keluar dari mulutnya. Dia tetap ‘bermain’ dengan wajar. Sementara kami bersenggama (kali ini dengan doggy style yg menjadi favoritku), otakku berputar dan bertanya, mengapa istriku tampak tdk bermasalah ketika suaminya dilihat oleh wanita lain dalam kondisi telanjang bulat dan k0ntol menegang. Senggama kami berlangsung dengan kepuasan yg luar biasa bagi aku dan istriku. Hari itu kami lanjutkan dengan pergi jalan-jalan menikmati Ubud dan restoran-restoran favorit kami di Ubud. Kami pulang setelah makan siang.

Waktu beberapa jam berjalan-jalan di Ubud, tampaknya membuat tubuh kami lebih segar. Nafsu pun mulai terkumpul. Begitu kami kembali ke kamar hotel, kami langsung bertelanjang bulat dan menonton televisi bersama di ranjang; tentunya dengan tetap bertelanjang bulat. Di sore hari sekitar jam 5, kami kembali melakukan ‘ritual’ renang telanjang. Dan sekali lagi hal ini membuat nafsu sex kami berdua membuncah.
Sampai saat ini, aku belum bisa melupakan kejadian pagi harinya dan masih selalu bertanya. Bertelanjang di depan wanita, bukanlah hal yg asing bagiku. Jangankan memperlihatkan k0ntol yg sedang ereksi, bahkan berhubungan sex di depan orangpun aku sudah terbiasa. Dalam salah satu business trip ke Bangkok, aku bahkan pernah mencoba untuk menjadi aktor pertunjukan sex. Di sana aku melakukan hubungan sex di panggung dengan ditonton banyak orang.

Bukan untuk mencari uang namun sensasinya. Yg menjadi pertanyaan bagiku adalah mengapa istriku tdk keberatan. Pertanyaan ini membuatku ingin mengujinya sekali lagi dengan perspektif yg berbeda.
Aku mengulangi lagi skenario pagi hari. Aku memesan makanan setelah kami keluar dari kolam dan akan memulai ‘permainan’. Kali ini aku tahu dengan pasti, bahwa petugas room service yg akan melayani adalah petugas pria. Aku kembali menahan diri untuk tdk penetrasi, sambil menunggu bel pintu kamar berbunyi. Dan akhirnya ….. berbunyi. Kali ini aku berkata kepada istriku,
‘….. Sa, lu deh yg ambil makanan, gua mau kencing dulu …..’.
“…. Oke”, jawab istriku.

Aku segera masuk ke kamar mandi; yg dalam kamar hotel ini terletak di sisi kolam renang dan setengah terbuka. Aku masih bisa melihat ke kamar dan pintu kamar. Dari dalam kamar mandi aku mengamati. Betapa kaget ketika melihat istriku berjalan ke pintu dengan TELANJANG BULAT.
Seperti yg aku ceritakan sebelumnya, istriku memiliki rambut kemaluan yg lebat dan carian memek yg berlebih sehingga pada situasi terangsang, seringkali cairan itu sambil mengalir di paha. Dan aku yakin, bahwa sebelum aku berdiri tadi, cairan itu sudah mulai mengalir di pahanya.

Di depan pintu, susi melihat dari lubang pengintip. Aku sudah berpikir bahwa ketika dia melihat bahwa petugas tersebut adalah pria, maka istriku akan berlari ke belakang memanggilku atau paling tdk mengambil handuk menutupi tubuhnya. Betapa terkejutnya ketika aku melihat istriku dengan tenang membuka pintu kamar dan menerima baki makanan. Aku tdk dapat melihat reaksi petugas room service, namun yg jelas dari suaranya, petugasnya tersebut adalah petugas pria. Tak ada rasa malu dan jengah dari istriku ketika seorang pria tak dikenal melihat tubuhnya, memeknya, rambut kemaluannya, dan cairan memeknya yg menandakan bahwa dia dalam kondisi terangsang hebat.

Aku keluar dari kamar mandi dan berpura-pura bahwa aku tdk melihat hal itu. Istrikupun tdk berkomentar apapun. Jujur, aku makin terangsang melihat istriku berani menunjukkan ketelanjangan di depan umum. Permainan kami lebih seru dari sebelumnya, dan untuk pertama kalinya aku mencapai orgasme ketika istriku baru mengalami satu kali orgasme.

Malam itu kami tidur, tetap dengan telanjang bulat. Istriku tertidur pulas, namun jujur pikiranku berputar terus. Wow, istriku ternyata lebih berani daripada yg aku bayangkan. Membayangkan istriku berani menampilkan ketelanjangan di depan orang lain, membuatku berfantasi (atau berharap) bahwa istriku dapat menjadi mitraku dalam kehidupan sex liar yg aku jalani selama ini. Membayangkan hal itu saja, membuat k0ntolku menegang. Aku tdk tega membangunkan istriku, sehingga aku memutuskan untuk bermasturbasi saja.

Aku keluar dari kamar dan di dalam gelapnya malam aku bermasturbasi di teras kecil kamar hotel tersebut dengan bertelanjang bulat; sebuah aktivitas yg sering aku lakukan sejak kecil. Selesai dengan kegiatan sex mandiri ini, aku masuk dan tidur kembali. Istriku masih tertidur pulas. Aku tertidur dengan memikirkan rencana esok pagi. Sebuah test yg terakhir buat istriku ……..

Esok paginya kami bangun terlambat dari biasanya. Kami bangun sekitar jam 8 pagi. Setelah ‘nyawa terkumpul’ dengan menikmati secangkir kopi, kami kembali melakukan ritual ‘renang telanjang’. Tak seperti hari sebelumnya, kami hanya renang selama 10 menit. Nafsu kami sudah tak tertahankan. Di sini rencanaku mulai berjalan. Kali ini aku mengajak istriku untuk ‘bermain’ di ranjang dalam dan bukan di pinggir kolam atau cabana seperti biasanya. Yg tdk diketahui istriku adalah bahwa aku telah memesan sarapan pagi pada malam sebelumnya dan aku sudah minta untuk dihantarkan pada jam 9 pagi.

Dalam nafsu yg memuncak, kami segera melakukan foreplay. Berbeda dengan hari sebelumnya, dimana aku menahan diri untuk penetrasi sebelum bel kamar berbunyi, kali ini aku tdk menahan diri lagi. Aku melakukan penetrasi segera setelah istriku ‘siap’. Aku tetap memperhitungkan bahwa permainan ini tdk boleh berakhir sebelum jam 9 pagi. Aku berhasil memperlama permainan. Kira-kira jam 9 kurang 5 menit, bel kamar berbunyi. Istriku kaget. Aku katakan,
” …. itu sarapan pagi kita … tenang aja….” Aku mencabut k0ntolku dari memek istriku, dan dengan tenang aku membuka pintu. Kali ini, aku melakukan hal yg lebih berani.

Aku meminta petugas room service wanita tersebut untuk menata makan pagi kita di cabana samping. Aku sengaja meminta hal ini, karena dengan demikian maka petugas ini akan terpaksa masuk ke kamar dan melewati ranjang tempat permainan kami. Aku mau melihat reaksi istriku ketika ada seorang wanita asing yg melihat kami berdua telanjang dan mengetahui bahwa kami sedang melakukan hubungan sex.
Walaupun petugas wanita itu tampak sungkan, namun dia tetap masuk ke kamar dan menuju ke cabana untuk menata sarapan pagi. Dia tampak terkejut ketika melewati ranjang dan melihat istriku sedang telanjang, mengangkangkan kami dan memperlihatkan memeknya. Istriku juga tampak terkejut sejenak, namun kemudian biasa lagi. Tdk tampak usaha sama sekali dari istriku untuk menutupi tubuhnya. Melihat hal itu, aku makin terangsang.

Tiba-tiba muncul ide gila dariku, aku segera menghampir istriku dan tanpa basa-basi segera memasukkan kembali k0ntolku ke memeknya. Luar biasa ….. istriku juga menyambutnya dan tdk merasa jengah karena petugas wanita itu jelas dapat melihat dan mendengar desahan istriku dari cabana. Tampak dengan jelas, istriku juga terangsang lebih hebat dengan situasi tersebut. Kami mencapai orgasme nyaris bersamaan… dan dengan cepat…. bahkan sebelum petugas wanita itu menyelesaikan tugasnya menata sarapan.

Setelah petugas itu keluar, kami segera menuju ke cabana dan menikmati sarapan kami dengan telanjang bulat, dengan lendir memek dan cairan mani yg masih melekat di k0ntol dan memek istriku. Pikiranku terus berputar tentang istriku. Tdk tahan dengan pertanyaan ini, akhirnya aku bertanya kepada istriku tentang kejadian dan ‘test’ selama dua hari ini. Dalam percakapan yg sangat terbuka ini, untuk pertama kalinya kami terbuka pada kehidupan sex kami, fantasi, kesukaan dan perilaku sex kami. Ternyata selama ini, aku tdk tahu tentang kehidupan sex istriku.

Demikian juga istriku juga tdk mengetahui tentang diriku. Dalam percakapan ini, semua topeng kami terbuka. Saya mengakui semua petualangan sex liar yg saya lakukan sebelum dan sesudah pernikahan kami. Istriku juga mengakui, bahwa setelah pernikahan dirinya merasa bahwa kekangan sex sudah berakhir.
Sebelum menikah, sebenarnya dia memiliki kecenderungan sex yg bebas dan fantasi sex yg liar. Namun terikat tradisi dan nilai keperawanan, membuatnya tdk bebas untuk mewujudkannya. Setelah menikah, maka dia mulai berani bereksperimen dan melakukan sex bebas. Beruntung kami berdua selalu menjaga diri dengan melakukan sex yg aman. Namun kami berdua mengakui bahwa semua perilaku sex bebas itu adalah murni hanya untuk kesenangan. Sex just for the sake of sex. Sama sekali tdk melibatkan cinta dan keterikatan emosional.

Pembicaraan pada makan pagi itu adalah pembicaraan yg sangat terbuka dan membebaskan. Semua hal yg kami tutupi selama ini terbuka. Dalam pembicaraan tersebut kami akhirnya bersepakat bahwa kami tetap boleh melakukan perilaku sex bebas ini, selama kedua belah pihak saling mengetahui, tdk melibatkan perasaaan cinta dan tdk melibatkan uang (artinya kami tdk boleh melakukan hal ini untuk mendapatkan bayaran).
Inilah awal yg baru dari petualangan sex-ku.

Kali ini aku mendapat mitra yg luar biasa yaitu istriku sendiri. Tak disangka dan tdk diduga bahwa selama ini aku memiliki mitra sex yg luar biasa. Lima tahun yg seolah tersiakan. Dan kami merasa tdk perlu membuang waktu lagi untuk menikmati petualangan sex bersama…. dan hal itu tdk perlu menunggu lama. Hari keempat bulan madu kami yg kedua, adalah hari yg pertama kami menikmati petualangan sex liar sebagai suami istri. Inilah awal dari kisah-kisah gelap berikutnya ……..

Komentar Anda

comments