agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Perselingkuhan Istri Dengan Mertua
Perselingkuhan Istri Dengan Mertua

Perselingkuhan Istri Dengan Mertua

CERITA DEWASA – Pelukan itu beralih jadi satu ciuman, serta kesempatan ini mereka berdua membiarkan perasaan mereka menunjukkannya, lidah mereka sama-sama melilit serta memukul-mukul keduanya. Emma terasa tali jubahnya mengendur, serta Jack selekasnya rasakan hal yang sama.

“Oh Jack…kita tak boleh” dia menjauh dari kekasihnya sebentar, tak dapat untuk hentikan dianya dari panorama jubahnya yang terbuka cukup lebar untuk lihat ujung penisnya yang tidak terarah jadi membesar di antara pahanya yang kuat.

“Ohh Emma … saya tahu…. namun kita harus” dia menarik nafas panjang, melihat pada perutnya untuk lihat kewanitaannya yang prima, sudah merekah serta keluarkan cairannya. Detak jantung Emma bahkan juga jadi lebih cepat waktu dia saksikan benjolannya menghentak lebih tinggi ke hawa waktu kekasihnya melihat sisi paling intimnya.

“Oh Jack sayang…” desahnya pelan waktu kekasihnya memeluknya, jubahnya terungkap serta dia terpana bakal benjolannya yang begitu besar dibagian bawahnya. Itu kelihatannya berisi dua prem ranum yang membengkak dengan benihnya yang berlimpah. Dia tak dapat hentikan dianya sekarang… dia memikirkan dianya berenang di dalamnya.

“Emma cintaku…betapa lamanya saya menginginkanmu…” tuturnya waktu ia meraih paha Emma. “Oh Jack… kalau saya tahu… setiap saat Paul bercinta denganku saya memikirkan itu yaitu anda yang di dalamku… ayah termanis… apakah saya sangat jahat untuk katakan hal seperti itu? ” “Tidak kekasihku…” jawabnya, mencium lehernya serta turun pada dadanya, serta buka jubahnya lebih lebar lagi untuk supaya tangannya bisa memegang payudaranya.

Mereka berdua menginginkan memakai peristiwa itu… “Apakah anda menginginkan saya disana saat ini? ” “Oh Jack… ya… papa” erangnya lalu mengangkat jubahnya serta tangannya mencapai penisnya. “Aku begitu menginginkannya” “Oh Emma…. kekasihku, apakah ini yang anda menginginkan? ” dia mengerang, memegang jarinya di sekitaran batang berdenyutnya yang begitu besar. “Oh ya papa… penismu… saya menginginkan penis ayah di dalamku”

“Sayangku yang manis…apa anda menginginkannya disini? ” kekasihnya melenguh, menggerakkan jemarinya yang pandai selama celah itu, menggodanya, bikin matanya memejam dengan nikmat. Emma nyaris merintih saat dia memandang mata kekasihnya. “Mmmm penis ayah didalam vaginaku”

“Ahhh anak manisku tercinta” Emma menjilat jarinya serta menggosoknya dengan cara lembut diatas ujung kejantanannya yang terbakar, bikin kekasihnya terasa ngeri dengan keceriaan. “Kamu menginginkan jadi nakal kan pa…kamu menginginkan orgasme di dalamku” Emma menggoda, meninggalkan pembesaran benjolan yang bagus, serta mengalihkan perhatiannya pada buah zakarnya yang membengkak. Saat ini yaitu giliran kekasihnya untuk tutup matanya dengan gairah yang menakjubkan.

“Kamu menginginkan menempatkan spermamu didalam istri putramu… anda menginginkan lakukan itu didalam vagina gadis kecilmu” Dia nyaris menembakkannya bahkan juga saat Emma menggodanya, namun tak tahu bagaimana menahan ombak klimaksnya, serta mengembalikannya pada Emma, keduanya saat ini sama-sama memegang pinggang keduanya.

“Dan anda menginginkan benih ayah didalam kandunganmu kan… dalam kandunganmu yang dahaga… bikin seseorang bayi kecil didalam kandungan suburmu” dia tak dapat makin dekat pada sinyal untuk dia… Emma sudah mengimpikan kekasihnya memberikannya seseorang anak, Emma gemetar serta menggigit bibirnya waktu jari tangan kekasihnya diselipkan didalam saluran basahnya.

“Papa… oh ya… ya… tolong… saya begitu menginginkannya…” Paul belum pernah miliki hasrat mengulas mengenai hal itu… Emma tak betul-betul tahu apakah dia menginginkan seseorang anak, meskipun demikian pemikiran itu jadi satu gairah yang mengagumkan. Bibirnya menemukannya lagi, serta terbenam dalam gairahnya, lidah mereka melilit lagi dengan bebas tanpa ada kendali yang sedemikian manis.

Baca Juga : Keenakan Diperkosa Rame Rame

Emma membiarkan jubahnya terbuka semuanya saat ini, mengutamakan payudaranya dengan cara lembut melawan dada berototnya, perasaan geli bikin cairannya lebih berlimpah. Jantungnya terisi dengan kesenangan serta antisipasi, pada fikiran kalau dia inginkan dirinya…bahwa semua gairah Emma bakal tercukupi dengan selekasnya. “Oh gadis manisku yang jahat ” lenguhnya waktu bibir Emma menggodanya.

“Aku bakal pergi sebentar” dia tersenyum dengan mengundang waktu dia melihat ke belakang dari pintu. “Jangan pergi” Emma mengambil langkah ke lantai atas, jubahnya berkibar di sekelilingnya lagi waktu dia memandangnya. Emma tak perlu terasa kuatir, suaminya tengah ada jauh disana dengan semua egoisme kesibukannya, serta Emma mengetahui bagaimana kebiasaanya.

Jantung Emma dirundung keceriaan lebih saat dia melepas jubahnya serta jalan menuju dia… pada ayah mertuanya… telanjang serta siap untuk menyerahkan dianya semuanya pada kekasihnya. Saat dia mendengar langkah kaki Emma pada tangga, dia lantas keluar dari jubahnya serta saat ini berlutut diatas permadani di depan perapian, menghadapinya saat dia masuk, ereksinya makin besar dalam posisi sekian.

Emma berlutut di depannya, tangannya memegang object keinginannya, yang berdenyut sepintas, lembut serta sekian panas dalam sentuhannya. Matanya terpejam dalam kesenangan murni waktu Emma berlutut serta mencium ujung merah delima itu, matanya terbuka meresponnya, serta kirim sebagian tetesan cairan lezat pada lidah penggemarnya. Kekasihnya mengelus payudaranya serta menggoda puting susunya yang gemuk itu.

“Aku telah siap pa… malam ini sepenuhnya milikmu” “Emma sayang, anda indah sekali…” kekasihnya memujinya serta dia tersenyum dengan bangga. “Oh Papa… kumohon. Saya begitu menginginkannya … saya menginginkan benihmu di dalamku” “Sepanjang malam cintaku…” kekasihnya tersenyum, rebah bertumpu pada sikunya lantas menyelipkan tangannya di antara paha Emma.

“Kita sharing setiap momen” Emma rebahan pada punggungnya, memperlebar lututnya membiarkan jari kekasihnya ada didalam rendaman vulvanya. “Ohh mmm ayah sayang… ” Emma melenguh waktu jari kekasihnya merangsang tunas kesenangannya tanpa ada ampun. “Mmm begitu saya begitu memuja wanita kecilku… ” kekasihnya menggodanya saat berwajah menggeliat di puncak kesenangan. “Ohh papa… rasakan bagaimana basahnya saya untukmu”

“Apa anakku yang manis telah basah untuk penis ayah? Mmmm penis ayah didalam vagina panas gadis kecilnya…. penis besar ayah didalam vagina gadisnya yang panas, vagina basah…” kata-katanya diiringi dengan aksi waktu dia bergerak di antara pahanya, tongkatnya berdenyut dengan bernafsu waktu dia menyiapkan lututnya. “Setubuhi saya pa… masukan penismu ke dalamku” “Sayang… Emma yang nakal… buka vaginamu untuk penis papa” tangan mereka memandu, kejantanannya membelah masuk kewanitaannya. “Papa… seutuhnya untukku kan? ”

“Ya putriku manis… sperma yang penuh untuk kandunganmu… apa anda bakal bikin ayah lakukan itu didalam badanmu? ” “Ahh ya papa… saya bakal membuat kamu memberi semua kedalam badanku… ahh ahh ahh” Emma mulai menggerakkan pinggangnya…takkan hentikan dianya waktu dia memikirkan itu. Mata mereka sama-sama berjumpa dalam satu kesenangan yang prima, mereka bergerak dengan satu maksud, yang diputuskan oleh kata-katanya.

“Papa bakal menyebarkan semua kedalam kandunganmu yang subur… sperma ayah bakal bikin bayi didalam kandunganmu Emma sayang” tangan kekasihnya mengayun pantatnya saat ini waktu dia mulai menusuk lebih dalam, matanya memandang kekasihnya saat dia menarik pantatnya yang berotot, mendorong selanjutnya kedalam badannya… memberikannya hadiah yang begitu bernilai. Penis besarnya menghimpit dalam serta panjang, buah zakarnya yang berat menampar pantatnya waktu dia mendorong kedalam kandungannya.

Dia tak dapat membantu, cuma memandangnya, tiap-tiap gerakan mereka yang menghadirkan nikmat… memikirkan waktunya bakal selekasnya datang… memancar dari kekasihnya… berenang didalam dirinya… membuatnya memiliki kandungan anaknya. Dia menggelinjang waktu kekasihnya menyusu pada puting susunya yang diremas keras, tangan besarnya meremas payudaranya berbarengan waktu dia mengocoknya berkali-kali. Dia berteriak, menambah lututnya setinggi yang dia dapat untuk memaksanya lebih dalam ke sisi terdalam vaginanya.

Kekasihnya menghentak lebih cepat, meremas pantatnya untuk bikin satu lingkaran yang ketat pada vaginanya… peristiwa yang prima mendekat dengan cepat waktu dia memandang mata kekasihnya yang juga dipeluk selimut puncak surgawi. Emma memperlambat gerakan kekasihnya, menenangkannya saat waktunya datang… “Aku menginginkan menahanmu jauh didalam badanku waktu anda keluar…saat anda memompa benihmu kedalam badanku”

“Oh sayang…ya manisku…tahan saya waktu kukeluarkan spermaku kedalam kandunganmu” Dia terasa itu jadi membesar didalam cengkramannya, urat gemuk penisnya siap untuk berejakulasi, serta lalu menghentak dengan liar, serta dengan semasing semburan yang dia rasa pancarannya yang kuat menghantam dinding kewanitaannya, membasahi hamparan ladangnya yang haus kekeringan.

Bibir mereka berjumpa dalam lilitan prima, tangisan Emma membanjiri kekasihnya saat kekasihnya menyembur dengan deras ke dalamnya. Punggung Emma melengkung, mencengkeram penisnya begitu erat waktu ombak kesenangan menggulungnya. Dia menginginkan menahannya disana untuk selamanya… Jantung mereka berdegup begitu keras saat mereka berbaring berbarengan, terengah-engah, hingga mereka dapat bicara. “Oh Emma…aku begitu menginginkanmu…”

Serta untuk sekian hari kedepan, tidak ada sepatah katapun yang mampu menggambarkan peristiwa itu…

Komentar Anda

comments