agen sbobet poker online
agen togel togel online
agen togel togel online
pasang iklan pasang iklan
Home » Cerita Sex » Cerita Dewasa Umum » Sex With Bestfriend – 1

Sex With Bestfriend – 1

Cerita Dewasa – “I miss you Sweetie..”, dipeluknya tubuhku seperti berabad-abad tidak berjumpa. Huh.. sure miss me, tapi dia nikahin juga sialan itu dan dibikin hamil lagi! Sialan. Aku benci bener sama makhluk ini. Tapi mau nggak mau kubalas juga pelukannya sambil mengelus-elus punggungnya. Laki-laki sialan yang pernah kuanggap sahabat, yang ngotot we should be lovers.. eeh, aku udah pura-pura mau.. dia malah nikahin tunangan begonya yang sama-sama Indonesian denganku. Pengkhianat!

Usiaku 28 tahun, menetap di Inggris dan bekerja di sebuah rumah sakit setempat. Wajahku biasa saja, tapi kupikir proporsi tubuhku lumayan karena dua kali seminggu aku mengajar senam di sebuah gym di desa kami, dan sesekali aku juga mengajarkan body language pada teman-teman sesama asian.. Kalau sama bule belum berani karena walau mereka tertarik, tapi di sini body language belum dikenal. Kulitku sawo matang, ukuran dada 34A. Di sini teman-teman menyebutku petite. Dan tambah terlihat petite karena rambutku pendek lebih pendek dari model Demi Moore tahun 90-an.

Aku lumayan tertutup dengan pria.. karena sepertinya kebanyakan either jahat, atau pengennya seks mulu. Kalau disuruh milih malah aku lebih suka menikmati pemandangan perempuan cantik lewat daripada pria yang makin cakep makin brengsek. Apalagi usia belasan aku berkenalan dengan Duncan, yang lumayan tertutup dengan wanita, dengan alasan yang sama. Awal pertemanan kami penuh dengan hina-menghina. Saking bencinya dengan lawan jenis. Tapi akhirnya kami malah berteman dekat sekali.. orangtua dan keluarganya sama sekali ngga keberatan kalau aku menginap di rumah mereka.. sekamar dengan Duncan, apalagi pintu kamar sering kuminta terbuka supaya kalau ortunya lewat, keliatan kami Cuma main video game, waktu itu musim Mortal Combat, sampe malem ribut2.. juga dengan saudara kembarnya.. sampai malah Ibunya yang bakal tutup pintu.. katanya brisik.

Singkatnya dua tahun yang lalu Duncan ngajak pacaran.. berhubung toh ngga minta seks.. aku mau-mau aja.. biar dia seneng.. Lalu setahun yang lalu dia liburan ke Indonesia, aku ngga bisa ikut nemenin. Dua bulan kemudian dia pulang, dan akhirnya cerita he met an Indonesian girl usia 4 years younger than us. Dia juga bilang they had sex and she was a virgin makanya mereka tunangan, dia janji akan nikahin si brengsek. Ya bullshit! Bagiku mana ada lagi cewe usia 23 tahun berani ngajak bule nyasar have sex kalo ngga dasar murahan, kampungan dll dll. Aku marah sekali, marahnya kok masih ada aja perempuan sebangsaku yang ngga ada harga diri! Sejak itu dia ngga pernah nyebut cewe brengsek itu. Hubungan kami berlangsung biasa, walau keluarga dan temennya sering heran, dia udah tunangan kok masih terus jalan denganku. Bagiku, tunangan kek apa kek tetep he’s mine and stayed mine. Waktu akhirnya dia menikah di Indonesia dan membawa istrinya ke sini, aku tau istrinya ngga bakal suka dengan kehadiranku karena dia pernah melarang Duncan tetap bersahabat denganku, tapi tetep aja aku dateng ke rumahnya sebulan setelah dia pulang dengan alasan: bawain makanan Indonesia untuk istrinya yang katanya sedang ngidam. Kebetulan si brengsek lagi dibawa belanja oleh seisi rumah kecuali Duncan, yang aku tau jam-jam segini pasti baru pulang dari kerja. Dia ngga bisa nolak waktu aku datang dan nyelonong aja masuk kamarnya.. kamar mereka.

Tangannya turun ke pinggangku, ngga bisa sampai bokong, dia terlalu tinggi atau aku yang terlalu pendek, 160 cm. Duncan atleast 180 cm. Sebelum empat bulan yang lalu dia berkerja lumayan physical selama dua tahun installing securities stuffs sambil kuliah, jadi badannya bukan hanya tinggi, tapi well built. Terakhir kami bertemu, sebelum dia berangkat menikahi si nyebelin di Indonesia, jangankan pelukan begini.. megang punggungnya aja aku udah merasa seperti kesetrum canggung dan kalau dipeluk juga aku leloncatan, mungkin karena walau pacaran waktu itu aku diam-diam anggap dia sahabat. Dia juga one of those bule pemalu.. auk kok dapetnya pemalu mulu? Tapi kayaknya kali ini malunya hilang, mungkin karena sudah menikah dan kali istrinya yang lagi hamil muda itu males ngeladenin dia? Bego.

Mata birunya menatapku dalam-dalam lama-lama. Apa yang di pikirannya? Menebak pikiranku? Huh! “I’ve always missed you too while we’re apart. You never tried make any contact with me?”, taktik bego bikin guilty- if we’re not fooling each other anyway? Kutarik wajahku ke belakang, makin belagak lugu, kuraba wajahnya pura-pura kangen. Pura-pura? I do miss him! Not like this though, I miss owning him! Dulu dia bener-bener milikku walau dia tunangan dengan si bego yang kemaruk dibawa ke LN itu. Dia milikku. His time and heart used to be mine!

Wajahnya merunduk mendekat membuatku otomatsis memejamkan mata, terasa lembut bener bibirnya mencium dahiku. Friendly kisses. Kutengadahkan wajahku, mengundangnya mencium bibirku. Pelan-pelan bibirnya bergerak ke bibirku, tangannya terasa dingin di tengkukku. Kuraba tepi wajahnya sambil kubuka bibirku. Tangannya terasa makin kuat mencengkeram tengkukku, satu lagi di punggung menarikku semakin dekat dan bibirnya juga membuka, lidahnya terasa menyelusup masuk ke mulutku, pelan-pelan, seperti ragu. Ragu? Kutarik kepalanya semakin merapat, lidahku berpindah dari bawah lidahnya naik ke atas lidahnya, meraba langit-langit dan akhirnya turun menjilati lidahnya. Rasanya seperti kesetrum kalau ga Cuma nyungsep-nyungsep sembunyi di bawah seperti yang biasa kulakukan kalau aku ngga yakin dengan seseorang. Sepertinya dia juga merasa begitu, karena kudengar dia sedikit mengerang, bibirnya semakin lekat di bibirku dan lidahnya makin berani menjilati dan menekan lidahku. Adduh! Kalau begini sebodo sahabat! Rangsangannya sampai ke vaginaku. Rasanya seperti berdenyut-denyut kecil, nikmat tapi bener-bener needing more..

“Adduh.. Duncan..”,
Tiba-tiba ciumannya berhenti. “, Aduh?”, Sialan.. aku kok bahasa Indonesia? Ntar bikin dia inget istrinya lagi.
“Yes, adduh. You make me feel..”, kutarik lagi wajahnya dan kami kembali berciuman.
Dia? Kali rindu someone he used to love. Aku? Auk, bener-bener horny. Siapa yang mbodohin siapa ya? Rasanya bener-bener ini ga cukup, tanganku mulai meraba dadanya.. ni orang tegep bener. Jemariku masuk dari balik kausnya, kulitnya hangat, ototnya otot beneran, dan terasa hangat, tangan kananku bergerak meraba lebih jauh.. terasa jantungnya berdegup kuat. Kausnya berantakan tertarik ke atas ngga keruan karena tanganku bergerilya. Masih sambil menciumku kedua tangannya melepas diriku dan mencoba membuka kausnya. Kutarik wajahku menjauh supaya dia bisa membuka kausnya. Gak kubiarkan lama, kuciumi dadanya, perutnya, sambil dia sibuk membuka jeansnya dan boxer shortnya.. kujilati persis dibawah pusarnya.. perutnya rata, sedikit berbulu rada blonde tapi halus dan lebih gelap.

“Oh, Mel..”, dia mendesah-desah waktu aku berlutut bergerak menciumi tubuhnya, menjilatinya semakin ke bawah. Sengaja ngga ke penisnya dulu karena I needed time to think, iya ngga ya..? Sambil juga kulitnya terasa enak sekali. Sedikit-sedikit kugigit dan kuhisap daerah bawah pusarnya. Tanganku merabai bagian dalam pahanya. “Mel.. Mel..”, dia membungkuk sedikit melihatku waktu aku melihat ke atas sambil menjulurkan lidah semakin dekat ke penisnya. Jari-jarinya merabai rambutku.. Sambil masih saling menatap kurabai skrotumnya, terasa agak keras tapi kulitnya lembut.. halus.. kuliat dia menggigit bibir bawahnya menatapku tak berkedip. Dengan tangan kanan kuraba batang penisnya yang terasa hangat sekali.. dan keras.. kuraba semakin kuat dan akhirnya kupegang dan kugerakkan tanganku sedikit naik turun. Matanya memejam serius, kepalanya agak terdongak kali ini. Aku pun mengalihkan pandangan ke penisnya, dari tadi aku cenderung keeping eye contact.

Penisnya lumayan besar bagiku yang memang lebih terbiasa dengan pria kaukasia. Mungkin Cuma 7 inch lebih dikit, tapi diameternya sedikit nyeremin.. Seumur-umur 28 tahun, baru sekali aku ngeliat milik cowo asian. Kupikir sampai sekarang aku masih lumayan impressed, walau jauh lebih kecil tapi kupikir lebih impressive, setidaknya that one person. Tapi Duncan’s juga menarik banget.. rapih, mungkin karena disunat secara medis. Penisnya sudah ereksi penuh kurasa.. kugenggam penisnya semakin kuat.. dan kugerakkan tanganku naik turun, sambil tanganku satu lagi meraba paha bagian dalamnya.. kudongakkan wajahku mencuri pandang ke atas.. dia kembali menontoniku.. masih sambil berpandangan kujilat sedikit ujung penisnya.. terasa cairan agak kental yang keluar dari ujungnya, kujilati sampai habis. Wajahnya memerah, lidahku semakin berani menjilati leher penisnya.. wajahnya kembali terdongak dan matanya mungkin memejam.. ngga keliatan.. ngga terasa mataku juga terpejam.. sebodo cerita-cerita dan film-film bego, aku bener-bener menikmati miliknya.. kuemut bagian penisnya yang bisa masuk ke mulutku. Kuhisap dan benar-benar kunikmati, kujilati lingkaran leher penisnya, lalu di bagian bawah lehernya yang kudengar dan kelihatannya memang salah satu daerah paling sensitif.

Belon pernah aku oral cowok dan ngga suka dijilatin dan digelitik di daerah yang satu ini. Dan memang kudengar dia lebih ribut sewaktu lidahku sibuk di daerah itu. Kulepaskan tanganku menumpu di bagian bawah penisnya hingga berdiri lebih tegak. Kumasukkan kepalanya ke mulutku, kukeluar-masukkan lambat-lambat sambil kuhisap dan kujilati di dalam lekat-lekat.
“Mel, oh.. Mel..”, kudengar dia mengerang dan terasa pinggulnya bergerak ke depan mendorongkan penisnya semakin dalam ke mulutku, maju mundur.

Kuletakkan pelan tanganku ke pangkal pahanya, penisnya yang sudah tegak sendiri semakin dalam keluar masuk di mulutku, sambil kugerakkan juga wajahku dan semakin dalam kumasukkan dalam mulutku. Tiba-tiba terasa kedua tangannya mencengkram rambutku yang pendek sekali, menahan kepalaku, panggulnya bergerak keluar masuk lebih cepat, penisnya hampir membuatku tersedak.. kupikir dia nyaris sampai.. tau-tau penisnya ditarik keluar dari mulutku, dengan dua tangan di bawah ketiakku tubuhku ditariknya berdiri, diciuminya bibirku terburu-buru sampai nafasnya terdengar sekali. Agak kasar, tapi aku malah suka. Kupejamkan mataku dan kuhisap lidahnya dalam mulutku.. ngga terasa aku mengerang agak kuat dan mendadak dia berhenti.. aku tau, dia takut kedengaran keluarganya di luar kalau-kalau sudah kembali dari belanja.

Ke bagian 2

Komentar Anda

comments